Awasi Jokowi, Gerindra Mantap Jadi Oposisi Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani (Foto: mpr.go.id)

Merahputih.com - Sekjen Partai Gerindra, Ahmad Muzani mengaku tidak masalah jika partainya berada di luar pemerintahan. Karena, Gerindra merupakan satu-satunya partai politik belum pernah masuk kubu penguasa.

"Menjadi oposisi sudah kami alami selama 10 tahun, sehingga bagi kami itu bukan persoalan," katanya kepada wartawan di Jakarta, Selasa (9/7).

Muzani juga mengatakan bahwa hingga sekarang Ketua Umum Gerindra, Prabowo Subianto belum mengundang dewan pembina partai untuk membahas hal itu.

Biasanya, kata Muzani, Prabowo dalam tiap pengambilan keputusan, biasanya selalu mendengarkan pandangan, bertukar pikiran dalam rapat bersama Dewan Pembina Partai Gerindra.

"Dari situ kemudian beliau mengambil keputusan, tetapi sampai sekarang Pak Prabowo belum mengundang Dewan Pembina untuk mengambil, mendengarkan pandangan-pandangan mereka," jelas Muzani.

Dalam kesempatan itu, Muzani juga mengungkapkan bahwa Prabowo dan Presiden terpilah, Joko Widodo pasti akan bertemu. Namun, ia tak bisa memastikan kapan waktunya.

“Memang ada komunikasi antara Pak Prabowo dan Pak Jokowi. Tapi kapan (waktunya) saling mencocokkan,” jelasnya.

Namun, ia memperkirakan bahwa pertemuan akan terlaksana dalam waktu dekat. “Terus terang saya belum bisa memperkirkan keduanya sangat sibuk," tutup Muzani.

Baca Juga: Ketika Dua Sabahat PKS dan Gerindra Berbeda Pandangan Soal Oposisi

Cawapres nomor urut 02, Sandiaga Uno saat berada di Batu, Malang (@sandiuno)
Cawapres nomor urut 02, Sandiaga Uno saat berada di Batu, Malang (@sandiuno)

Di tempat berbeda, mantan Cawapres, Sandiaga Uno memantapkan diri sebagai oposisi. Sebab, ia berpandangan suatu pemerintahan harus ada yang mengawasinya.

“Kalau pembangunan tidak ada check and balance dan semuanya memberikan posisi di penguasa, tidak ada yang mengkoreksi (pemerintah),” kata Sandi.

Ia juga mengatakan, sebagai oposisi dirinya akan terus mengkritisi pembangunan yang di lakukan pemerintah dengan kritikan yang konstruktif.

“Kita harus menjaga pesan-pesan yang sejuk dan mempersatukan yang bisa mengingatkan pemerintah agar rel pembangunan bisa terus terjaga,” jelasnya.

Sebagai pihak oposisi, Sandi juga mengingatkan pemerintah agar tidak hanya membangun jalan tol dalam bentuk fisik. Pemerintah harus menyiapkan beberapa langkah bagi kaum muda supaya bisa sukses.

Caranya adalah menyediakan beasiswa, program pelatihan kewirausahaan, pun juga program magang agar siap menghadapi revolusi industri 4.0. Langkah itu, ia sebut sebagai jalan tol di dunia pendidikan yang bisa disiapkan pemerintah. (Knu)

Baca Juga: Wujudkan Demokrasi Sehat, Petinggi Gerindra Sebut Akan Tetap Jadi Oposisi


Tags Artikel Ini

Zaimul Haq Elfan Habib

LAINNYA DARI MERAH PUTIH