Awas Darah Tinggi Konsumsi Daging Kambing Berlebih, Ini Solusinya! Tips menetralisir daging kambing untuk hindari darah tinggi (Foto: MP/Kiel)

SUDAH menjadi tradisi setiap Idul Adha, hidangan berbahan dasar daging kambing akan disajikan di rumah dalam bentuk makanan seperti sate, gulai, tongseng, dan sebagainya. Namun sebelum mengkonsumsi daging kambing, pahami dulu beberapa hal berikut ini agar makan tetap nikmat dan kesehatan tetap terjaga.

Daging kambing merupakan jenis daging merah yang mengandung protein dan zat besi yang sangat tinggi namun rendah lemak. Dilansir dari laman Women Planet, daging kambing mengandung vitamin B, vitamin E, vitamin K, kolin, protein, lemak alami, betain, kolesterol, asam amino, dan mineral seperti mangan, zat besi, kalsium, seng, tembaga, fosfor, dan selenium.

Baca juga:

Daging Kambing Bikin Tekanan Darah Naik, Benarkah?

Daging kambing juga mengandung elektrolit seperti sodium dan potasium, asam lemak omega-3 dan omega-6. Bisa dikatakan, daging kambing memenuhi semua yang dibutuhkan oleh tubuh.

Meski demikian, ada juga hal negatif dari daging kambing bila dikonsumsi berlebihan, misalnya keracunan makanan, dan berat badan naik. Daging kambing juga bukan sahabat buat penderita penyakit ginjal, jantung, diabetes, dan masalah pencernaan. Kandungan lemak jenuh pada daging kambing bisa meningkatkan risiko pada pembuluh darah dan jantung (hipertensi).

Oleh sebab itu, batasi konsumsi daging kambing. Namun tidak semua yang boleh dikonsumsi tergantung pada usia, berat badan, jenis kelamin, dan kondisi kesehatan. Kemudian, untuk mengimbangi efek negatif dari daging kambing saat Idul Adha, cobalah mengonsumsi beberapa makanan yang bisa menetralkan dampak buruk daging kambing bagi kesehatan.

1. Memakan Acar

mengurangi risiko mengonsumsi daging kambing
Acar berguna menurunkan kolesterol jahat (Foto: MP/Kiel)

Buatlah acar menggunakan campuran mentimun, bawang merah, dan wortel karena bisa menjadi penyeimbang kenaikan kolesterol dalam darah.

Bawang dan mentimun mengandung asam amino belerang yang berguna menurunkan kolesterol jahat (LDL) dan menaikkan kolesterol baik (HDL).

2. Minum Teh Hijau

mengurangi risiko kesehatan saat mengonsumsi daging kambing
Teh hijau bisa jadi penawar daging kambing berlebih (Foto: MP/Kiel)

Minum teh tawar panas juga baik sebagai penawar konsumsi daging kambing yang berlebihan, sehingga mengakibatkan kenaikan kolesterol jahat.

Apapun jenis teh tidak masalah karena semua teh mengandung katecin yang bisa menurunkan kolesterol jahat. Namun, teh hijau dipercaya dapat mengurangi risiko darah tinggi setelah mengonsumsi daging kambing.

Baca juga:

Hati-hati Makan Sate Kambing, Ini Bahayanya buat Ibu Hamil

3. Minum Jus Jeruk

mengurangi risiko kesehatan saat mengonsumsi daging kambing
Jus jeruk sebagai penawar daging kambing berlebih (Foto: MP/Kiel)

Selain menyegarkan, minuman ini juga bagus sebagai penawar efek dari memakan daging kambing yang berlebihan. Biasanya kelebihan mengonsumsi daging kambing terjadi saat hari raya Idul Adha.

Perasan dari buah jeruk menghasilkan rasa yang asam, jus jeruk sangat manjur untuk menurunkan kolesterol. Ada baiknya jika tidak menambahkan gula pada jus jeruk yang akan kamu minum setelah mengonsumsi kambing.

4. Memakan Tomat

mengurangi risiko kesehatan saat mengonsumsi daging kambing
Likopen pada tomat ampuh turunkan kolesterol (Foto: MP/Kiel)

Buah tomat dipercaya bisa menyehatkan kulit, namun kandungan likopen pada tomat dan hasil prosesnya juga bermanfaat untuk menurunkan kolesterol.

Untuk menurunkan risiko kesehatan dari memakan daging kambing, disaranakan lebih efektif jika dikonsumsi secara mentah tanpa adanya campuran gula atau bahaan lainya. (iel)

Baca juga:

Hilangkan Aroma Prengus Daging Kambing dengan Trik Ini



Ananda Dimas Prasetya