Awas, Bakteri Mengintai di Uang Bakteri dalam uang bisa membawa berbagai penyakit. (foto: pixabay/sallyjermain)

BERKUMPUL bersama keluarga jadi agenda besar saat Lebaran. Dari kakek, nenek, hingga cucu terkecil pun tak akan ketinggalan untuk ikut berkumpul. Biasanya, saat kumpul keluarga, ada saja pihak keluarga yang memberikan amplop kecil berisi uang. Angpau istilahnya. Biasanya anak-anak yang kebagian bermacam lembar uang di hari raya. Mereka pastinya akan amat senang.

Namun, di balik kesenangan itu, ada bahaya kesehatan yang mengancam lo. Datangnya dari berbagai kuman yang bisa saja didapat dari uang yang dibagikan. Mungkin hal itu terdengar sedikit mengejutkan, tapi penelitian dari Universitas Colorado Amerika Serikat, seperti dilansir Go-Dok, menyebutkan tangan manusia dapat mengandung 332.000 bakteri yang berasal dari 4.700 jenis yang berbeda. Hal itu wajar mengingat Anda dapat memegang segalanya, mulai dari ponsel pintar, sisa makanan, kursi pada angkutan umum, bersalaman dengan orang lain, sampai toilet umum.

Kumpulan bakteri tersebut akhirnya dapat tersalurkan melalui uang, mengingat kamu selalu menggunakannya untuk melakukan pembayaran. Mulai dari membeli baju di mal, membayar bus, hingga memberikan sumbangan ke pada pengamen dan pengemis. Uang-uang tersebut akan berputar mulai dari satu tangan ke tangan lainnya yang akhirnya mengakumulasi jumlah kuman dan bakteri yang ada di uang, hingga akhirnya tiba di tangan kamu.

Sebuah jurnal ilmiah yang dilakukan di Afrika Timur pada 2009 berjudul Profile of Bacteria and Fungi On Money Coins menyebutkan terdapat sejumlah bakteri dan jamur yang berpotensi menimbulkan penyakit pada manusia. Berikut beberapa jenis bakteri yang ada di uang berdasarkan hasil penelitian tersebut.

  • Escherichia coli, Salmonella, Bacillus cereus, dan Enterococci bisa mengakibatkan keracunan makanan dan menimbulkan gejala seperti mual, muntah, demam, sakit kepala, hingga diare.

  • Staphylococcus aureus dapat menyebabkan kerusakan jaringan hingga bernanah seperti bisul dan jerawat.

  • Acinetobacter dapat menyebabkan infeksi nosokomial yang membuatnya resisten terhadap segala bentuk antibiotik.

  • Klebsiella dapat menyebabkan pneumonia dan infeksi penyakit paru-paru.

  • Serratia dapat mengganggu saluran pencernaan.

  • Enterobacter dapat menyebabkan infeksi pada seluruh tubuh, terutama kulit.

  • Cryptococcus dapat menyerang seseorang dengan sistem imun yang lemah dan menyebabkan gangguan pada sistem saraf.

  • Penicillium dapat menimbulkan demam pada tubuh.

  • Aspergillusniger berpotensi menyebabkan kelainan pada fungsi paru-paru.

  • Candida menyebabkan infeksi pada kulit.
bakteri
Ada berbagai macam bakteri yang mungkin terbawa dalam uang. (foto: pixabay/geralt)

Sejumlah upaya juga terus dilakukan untuk melihat seberapa banyak jumlah bakteri yang ada di uang, baik uang kertas maupun uang koin. Sebuah penelitian di Amerika Serikat menyebutkan 94% dari uang pecahan US$ 1 yang tersebar di sana terkontaminasi bakteri yang dapat menyebabkan pneumonia, diare, infeksi saluran kemih, dan gangguan pernapasan.

Selain itu, 88% dari uang kertas yang terdapat di Jeddah, Arab Saudi, terkontaminasi berbagai mikroorganisme yang dapat menyebabkan penyakit pada manusia. Sementara itu, negara lainnya seperti di Nigeria, 89% dari penyebaran uang kertas juga terkontaminasi bakteri. Di Ghana, 100% uang kertas yang ada terbukti terkontaminasi setidaknya satu jenis bakteri.

Penelitan lainnya yang berasal dari buku Future Microbiology pada 2014 menyebutkan uang kertas hasil transaksi penjual makanan mengandung bakteri Salmonella, Escherichia coli dan S aureus yang dapat menyebabkan gangguan pencernaan.

cuci tangan
Mencuci tangan dengan sabun menghindarkan dari kuman. (foto: pixabay)

Walaupun fakta itu terdengar menyeramkan, kamu tidak usah khawatir. Bakteri yang ada di uang dapat dengan mudah hilang jika kamu konsisten menerapkan gaya hidup sehat, seperti mencuci tangan dengan sabun antiseptik sebelum makan dan menyentuh organ mulut serta hidung. Jadi, biasakan mencuci tangan yang bersih ya.(*)

Kredit : dwi


Dwi Astarini

LAINNYA DARI MERAH PUTIH