Awan Hujan Halangi Sinar Matahari, Suhu Panas di Sejumlah Provinsi Menurun Cuaca panas. Foto: Net

Merahputih.com - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menegaskan suhu panas yang terjadi belakangan ini sudah menurun. Hal itu seiring dengan pertumbuhan awan hujan yang dapat menghalangi paparan sinar Matahari.

"Kalau kondisi panas seperti yang terjadi beberapa minggu yang lalu di mana kondisinya ada yang sampai 39,6 derajat Celsius, itu diprediksikan kemungkinannya sangat kecil," ujar Kepala Bidang Prediksi dan Peringatan Dini Cuaca BMKG Miming Saepudin, Kamis (31/10).

Baca Juga

Dobel Manfaat Berenang di Cuaca Panas

Pantauan BMKG suhu di wilayah Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara Barat (NTB) berkisar 35 sampai 37 derajat Celsius. Suhu tersebut, sudah masuk kategori normal.

Suhu maksimum di luar Jawa tercatat di bawah 35 sampai 37 derajat Celsius, yaitu berkisar 33 hingga 34 derajat Celsius. Suhu panas tersebut merupakan kejadian siklus setiap tahun.

Cuaca Panas
Cuaca Panas

Suhu panas, biasanya terjadi karena posisi Matahari. Pada Juli hingga Oktober titik kulminasi Matahari masih maksimum di wilayah Jawa.

Pada kondisi tersebut, cuaca pada umumnya cerah karena tidak ada awan yang menghalangi Matahari. Hal itu menyebabkan suhu menjadi panas.

Namun demikian, BMKG memprediksikan awan sudah mulai signifikan pada awal November sehingga dapat menurunkan pancaran Matahari ke permukaan Bumi.

Baca Juga

Anak Buah Anies Punya Tips Jaga Suhu Tubuh di Cuaca Panas Ekstrem

Terkait dengan musim kemarau, ia mengatakan puncak musim kemarau sudah terjadi pada Juni, Juli, dan Agustus.

Namun, untuk wilayah Jawa kekeringan masih cukup signifikan karena awal musim hujan diprediksi mundur hingga pertengahan November. (*)


Tags Artikel Ini

Angga Yudha Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH