Awal Tahun, Pemerintah Sudah Tambah Utang Rp 25 Triliun

Alwan Ridha RamdaniAlwan Ridha Ramdani - Rabu, 05 Januari 2022
Awal Tahun, Pemerintah Sudah Tambah Utang Rp 25 Triliun

Uang Rupiah. (Foto: Antara)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Awal tahun 2022, pemerintah langsung melakukan lelang tujuh seri Surat Utang Negara (SUN) di pasar perdana, untuk menambah pundi-pundi pemasukan negara dan menutup defisit APBN.

Pada lelang perdana di 2022 ini, penawaran masuk mencapai Rp 77,57 triliun. Namun, pemerintah hanya menyerap dana sebesar Rp 25 triliun dari lelang surat utang tersebut.

Baca Juga:

Awal Tahun, Garuda Masih Berjuang Lakukan Penundaan Pembayaran Utang

Direktorat Jenderal Pembiayaan dan Pengelolaan Risiko Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menyatakan, realisasi lelang ini memenuhi target indikatif yang ditetapkan sebelumnya Rp 25 triliun.

Terdapat tiga seri SUN yang merupakan penerbitan baru dalam lelang tahun 2022 yaitu SPN03220406, SPN12230105 dan FR0093. Sisanya FR0090, FR0091, FR0092 dan FR0089 merupakan penerbitan lama.

Untuk seri SPN03220406, jumlah nominal yang dimenangkan mencapai Rp1 triliun, dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 2,70640 persen.

Penawaran untuk seri yang jatuh tempo 6 April 2022 ini mencapai Rp12,68 triliun dengan imbal hasil terendah yang masuk 2,7 persen dan imbal hasil tertinggi yang masuk 3,05 persen.

Uang
Uang rupiah. (Foto: Antara)

Untuk seri SPN12230105, jumlah nominal yang dimenangkan mencapai Rp2 triliun, dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 2,9875 persen.

Penawaran untuk seri yang jatuh tempo 5 Januari 2023 ini mencapai Rp12,52 triliun dengan imbal hasil terendah yang masuk 2,95 persen dan imbal hasil tertinggi yang masuk 3,2 persen.

Untuk seri FR0090, jumlah nominal yang dimenangkan mencapai Rp3,8 triliun dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 4,93654 persen.

Penawaran untuk obligasi negara yang jatuh tempo 15 April 2027 ini mencapai Rp7,36 triliun dengan imbal hasil terendah yang masuk mencapai 4,89 persen dan imbal hasil tertinggi yang masuk 5,14 persen.

Untuk seri FR0091, jumlah nominal yang dimenangkan mencapai Rp7,5 triliun dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 6,26323 persen.

Penawaran untuk obligasi negara yang jatuh tempo 15 April 2032 ini mencapai Rp11,57 triliun dengan imbal hasil terendah yang masuk mencapai 6,22 persen dan imbal hasil tertinggi yang masuk sebesar 6,4 persen.

Untuk seri FR0093, jumlah nominal yang dimenangkan mencapai Rp6,3 triliun dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 6,4628 persen.

Penawaran untuk obligasi negara yang jatuh tempo 15 Juli 2037 ini mencapai Rp26,82 triliun dengan imbal hasil terendah yang masuk mencapai 6,35 persen dan imbal hasil tertinggi yang masuk sebesar 7 persen.

Untuk seri FR0092, jumlah nominal yang dimenangkan mencapai Rp2,85 triliun dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 6,85997 persen.

Penawaran untuk obligasi negara yang jatuh tempo 15 Juni 2042 ini mencapai Rp 4,82 triliun dengan imbal hasil terendah yang masuk mencapai 6,85 persen dan imbal hasil tertinggi yang masuk sebesar 7,07 persen.

Untuk seri FR0089, jumlah nominal yang dimenangkan mencapai Rp1,55 triliun dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 6,8448 persen.

Penawaran untuk obligasi negara yang jatuh tempo 15 Agustus 2051 ini mencapai Rp 1,78 triliun dengan imbal hasil terendah yang masuk mencapai 6,78 persen dan imbal hasil tertinggi yang masuk sebesar 6,96 persen. (Asp)

Baca Juga:

Ketua DPRD Ancam Laporkan Ancol ke Bareskrim Jika Utang Rp 1,2 T untuk Formula E

#Utang Negara #Utang Pemerintah #Surat Utang Negara #Pemulihan Ekonomi
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
ADB Kasih Pinjaman Rp 11,5 Triliun Buat Kuatkan Fiskal Pemerintah
Pinjaman itu, difokuskan untuk mendukung Indonesia memodernisasi pengelolaan fiskal daerah, memajukan tata kelola secara digital, dan meningkatkan penyampaian layanan publik.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 16 September 2026
ADB Kasih Pinjaman Rp 11,5 Triliun Buat Kuatkan Fiskal Pemerintah
Indonesia
Banggar DPRD Dukung Surat Utang Rp 5,2 Triliun Pemerintah Jakarta, Alokasi Harus Buat Sektor Prioritas
Legislatif menyambut baik rencana eksekutif terkait penerbitan obligasi, selama penggunaannya benar-benar diarahkan untuk kepentingan masyarakat.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 13 Agustus 2026
Banggar DPRD Dukung Surat Utang Rp 5,2 Triliun Pemerintah Jakarta, Alokasi Harus Buat Sektor Prioritas
Indonesia
Pramono Berniat Menaikkan Nilai Surat Utang, Buat Bangun LRT Manggarai-Dukuh Atas
Sebelumnya, rencana nilai obligasi daerah yang bakal diterbitkan sebesar Pemerintah DKI senilai Rp 3,5 triliun.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 05 Agustus 2026
Pramono Berniat Menaikkan Nilai Surat Utang, Buat Bangun LRT Manggarai-Dukuh Atas
Indonesia
PSI Tolak Obligasi DKI Jakarta, Alasanya Berutang Buat Bangun Yang Tidak Hasilkan PAD
PSI DKI menolak bila obligasi dikeluarkan. Sebab menurut dia, Pemprov DKI berutang demi membangun hal-hal yang peruntukannya tidak sesuai dengan regulasi.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 31 Juli 2026
PSI Tolak Obligasi DKI Jakarta, Alasanya Berutang Buat Bangun Yang Tidak Hasilkan PAD
Indonesia
Gubernur Pramono Desak Kemenkeu Segera Keluarkan Kajian Obligasi Daerah Rp 3,5 Triliun
Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memiliki alasan tersendiri terkait penetapan tenor minimal tujuh tahun untuk obligasi daerah senilai Rp 3,5 triliun
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 29 Juli 2026
Gubernur Pramono Desak Kemenkeu Segera Keluarkan Kajian Obligasi Daerah Rp 3,5 Triliun
Indonesia
Jadi Daerah Pertama, Surat Utang Jakarta Memiliki Tenor 7 Tahun
Apabila pelaksanaannya berhasil karena pertama kali obligasi daerah yang diluncurkan di republik ini.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 22 Juli 2026
Jadi Daerah Pertama, Surat Utang Jakarta Memiliki Tenor 7 Tahun
Indonesia
Surat Utang Jakarta Rp 3,5 Triliun Bakal Diterbitkan di 2027
Instrumen pembiayaan tersebut diproyeksikan menjadi salah satu alternatif pendanaan untuk mempercepat pembangunan infrastruktur dan meningkatkan kualitas pelayanan publik.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 21 Juli 2026
Surat Utang Jakarta Rp 3,5 Triliun Bakal Diterbitkan di 2027
Indonesia
Peringkat Utang Indonesia Tetap BBB, Komisi XI DPR Soroti Reformasi Fiskal dan Pajak
S&P Global Ratings mempertahankan peringkat utang Indonesia BBB dengan prospek stabil. DPR menilai pemerintah perlu memperkuat penerimaan negara dan reformasi fiskal.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 14 Juli 2026
Peringkat Utang Indonesia Tetap BBB, Komisi XI DPR Soroti Reformasi Fiskal dan Pajak
Indonesia
Jakarta Mau Terbitkan Surat Utang Daerah Rp 3,5 Triliun, Dana Buat Proyek Prioritas
Obligasi daerah yang diterbitkan diyakini akan disambut baik oleh para investor
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 01 Juli 2026
Jakarta Mau Terbitkan Surat Utang Daerah Rp 3,5 Triliun, Dana Buat Proyek Prioritas
Indonesia
Penjualan Surat Utang Dalam Mata Uang Yuan Alias Panda Bond Ditunda
Mundurnya jadwal penerbitan, jumlah investor yang berpartisipasi diharapkan dapat meningkat sehingga dana yang dihimpun mampu memenuhi target yang telah ditetapkan.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 26 Juni 2026
Penjualan Surat Utang Dalam Mata Uang Yuan Alias Panda Bond Ditunda
Bagikan