Awal Mula Kasus Penikaman Anggota Timses Cawalkot Makassar di Jakarta Ilustrasi. (Foto: MP/Pixabay.com/Clker-Free-Vector-)

MerahPutih.com - Tim Ditreskrimum Polda Metro Jaya telah menangkap lima dari tujuh orang yang melakukan penusukan terhadap pendukung pasangan calon (paslon) Walkot Makassar berinisial MM (48) di Palmereh pada 7 November 2020 lalu.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus menerangkan, kelima orang tersangka itu yakni berinisial F, MNM, S, AP dan S alias AR. Penangkapan ini berdasarkan pemeriksaan saksi dan CCTV di lokasi kejadian

“Tim bergerak penyelidikan dan memerikda saksi dan CCTV kemudian kemarin kita berhasil mengamankan ada lima orang tersangka, ada 2 DPO,” kata Yusri dalam konferensi pers di Polda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (13/11).

Baca Juga

Pelaku Penikaman Anggota Timses Calon Wali Kota Makassar di Palmerah Terekam CCTV

Yusri menjelaskan dari lima orang tersangka yang berhasil diamankan, seorang tersangka berinisial S alias AR meninggal dunia di Rumah Sakit karena sesak napas akibat penyakit bawaan.

“Saat kita melakukan penangkan tersangka S memang yang bersangkutan dalam kondisi sakit bawaan yang kemudian kita rujuk ke RS yang bersangkutan ada penyakit sesak napas dan di RS meninggal dunia,” jelasnya.

Saat ini, keempat tersangka sudah dilakukan penahanan di Polda Metro Jaya untuk pendalaman lebih lanjut. Penusukan sendiri terjadi karena ada dugaan video provokasi yang dilakukan korban terhadap kelompok para pelaku.

Karena kesal, pelaku membuat caption di Whatsaap yang meminta rekannya melakukan penganiyaan terhadap korban.

“KALO KAMU KETEMU ORANG YANG ADA DI VIDEO INI PADA TANGGAL 7 NOVEMBER DI MENARA KOMPAS, KALO DIA AROGAN TUSUK AJA”.

Dengan menggunakan motor, para tersangka langsung menuju Menara Kompas TV yang berada di Jl. Tentara Pelajar Tanah Abang Jakarta Pusat.

Mereka bertemu dengan tersangka MNM dan disela-sela perbincangan tersebut tersangka MNM mengatakan kepada para tersangka lainnya untuk mengawasi jalannya eksekusi yang akan dilakukan oleh tersangka F.

Selanjutnya pada sekitar pukul 18.30 WIB, tersangka S menginformasikan jika korban sudah tiba disekitar Menara Kompas TV tepatnya di depan Halte Menara Kompas TV, Jl. Tentara Pelajar, Tanah Abang, Jakarta Pusat.

Lalu tersangka F bersiap-siap untuk melakukan penusukan dan pada saat tersangka F bersiap-siap dirinya meminta S untuk menyiapkan kendaraan yang nantinya akan digunakan untuk melarikan diri namun ditolak oleh tersangka S

Kemudian tersangka F meminta kepada tersangka S untuk memanggilkan tersangka AR alias R (DPO) dan tersangka AR alias R (DPO) mau untuk membawa kabur tersangka F setelah penusukan dilakukan.

Setelah korban ditusuk, tersangka F melarikan diri bersama tersangka tersangka AR alias R (DPO) menggunakan sepeda motor. Kemudian tersangka F membuang pakaian yang dipakai setelah ekseskusi tersebut di sungai sekitaran Jembatan Dekat Roxy Jakarta Barat untuk menghilangkan barang bukti.

Sedangkan tersangka MNM memerintahkan kepada seluruh anggota FBMB Metro untuk menghapus seluruh video dan berikut chat wa didalam group untuk menghilangkan barang bukti agar tidak dapat terdeteksi oleh pihak Kepolisian.

Selain itu tersangka tersangka F memberikan uang untuk pelaksanaan eksekusi tersebut kepada tersangka S sebesar Rp.1,5 juta dan dibagikan kepada tersangka lainnya.

Baca Juga

Penikaman Anggota Timses Cawali Makassar di Jakarta Diduga Terencana

Sebelumnya, seorang pendukung salah satu pasangan calon (paslon) pemilihan Walikota (Pilwalkot) Makassar berinisial MM (48) ditikam oleh orang tidak dikenal saat ingin menghadiri acara debat di salah satu TV Swasta, Palmerah, Jakarta Pusat pada Sabtu (9/11).

Saat itu, pelaku penusukan yang diidentifikasi seorang diri itu langsung melarikan diri dengan dengan dibantu tersangka lainnya menggunakan sepeda motor. (Knu)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Besok, Puluhan Ribu Buruh Akan Aksi di Istana dan MK
Indonesia
Besok, Puluhan Ribu Buruh Akan Aksi di Istana dan MK

Pada saat bersamaan akan diserahkan gugatan uji materiil dan uji formil omnibus law UU Cipta Kerja ke Mahkamah Konstitusi

Jurkam Nasional Gibran-Teguh Hadir Secara Tatap Muka dan Virtual
Indonesia
Jurkam Nasional Gibran-Teguh Hadir Secara Tatap Muka dan Virtual

Kehadiran mereka menyapa masyarakat Solo dilakukan secara online dan tatap muka terbatas.

Kemenkeu Minta PT Jiwasraya dan PT Asabri Lakukan Audit 2020
Indonesia
Kemenkeu Minta PT Jiwasraya dan PT Asabri Lakukan Audit 2020

Pemerintah akan menyusun rencana penyelesaian ketentuan dan standar terkait penyajian kewajiban jangka panjang program pensiun.

Digeruduk Massa, DPR Pastikan Tak Ada Pengesahan RUU HIP dan Omnibus Law
Indonesia
Digeruduk Massa, DPR Pastikan Tak Ada Pengesahan RUU HIP dan Omnibus Law

Masyarakat, tokoh masyarakat, dan alim ulama harus mengecek lebih dulu isu-isu yang beredar.

Anies Perintahkan PNS Tunda Cuti Akhir Tahun
Indonesia
Anies Perintahkan PNS Tunda Cuti Akhir Tahun

Anies menerapkan kerja dari kantor atau Work From Office (WFO) sebesar 50 persen bagi pegawai PNS.

UU Cipta Kerja Dinilai Bisa Stabilkan Harga dan Ketersediaan Pangan Hortikultura
Indonesia
Vaksinasi COVID-19 Tahap Kedua di Jabar Diprioritaskan untuk Lansia dan Petugas Publik
Indonesia
Vaksinasi COVID-19 Tahap Kedua di Jabar Diprioritaskan untuk Lansia dan Petugas Publik

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat akan memulai vaksinasi tahap kedua Rabu (24/2) dengan target lansia dan petugas publik.

Jakarta Cerah Berawan Sepanjang Hari Ini
Indonesia
Jakarta Cerah Berawan Sepanjang Hari Ini

Tidak ada peringatan dini yang dikeluarkan BMKG mengenai cuaca yang harus diwaspadai.

Polisi Apresiasi Masyarakat Ikuti Tes Swab Antigen di Mall Beach Walk Kuta
Indonesia
Polisi Apresiasi Masyarakat Ikuti Tes Swab Antigen di Mall Beach Walk Kuta

Masyarakat yang keluar masuk Bali harus membawa surat keterangan hasil swab

Lansia Tak Miliki KTP DKI Kini Boleh Ikuti Vaksinasi di Senayan
Indonesia
Lansia Tak Miliki KTP DKI Kini Boleh Ikuti Vaksinasi di Senayan

Keputusan tersebut didasari atas antusias para lansia