Autopsi Selesai, Terduga Pelaku Teror ZA Bakal Dimakamkan di Pondok Ranggon Terduga pelalu teror di Mabes Polri. (Foto: Antara)

MerahPutih.com - Kepolisian telah merampungkan autopsi jenazah terduga pelaku penyerangan di Mabes Polri, ZA, Rabu (31/3) malam. Tim forensik menyebutkan perempuan yang nekat melalukan teror di markas polisi dipastikan tewas akibat luka tembakan di jantung.

Wakil Kepala Rumah Sakit Polri, Kombes Umar Shahab mengatakan, berdasarkan hasil autopsi ZA tewas akibat tembakan terukur dari aparat kepolisian tepat di titik yang mematikan.

"Meninggal karena tembakan yang mematikan di jantung. Nanti hasil pemeriksaan jenazah dan autopsinya akan kita serahkan kepada penyidik," kata dia kepada wartawan yang dikutip Rabu (1/4).

Baca Juga:

Mabes Polri Diserang Teroris, Kantor Pemerintah DKI Diperketat

Menurut Umar, setelah melakukan autopsi dan pencocokan DNA yang dilakukan tim Forensik Mabes Polri selama kurang lebih 5 jam, jenazah ZA langsung diserahkan kepada pihak keluarga untuk segera dimakamkan. Dan dengan bantuan pihak kepolisian, jenazah ZA akan langsung dimakamkan malam ini di TPU Pondok Rangon, Jakarta Timur.

Lurah Kelapa Dua Wetan, Sandi Adamsyah, mengatakan, untuk lokasi pemakaman, ZA dimakamkan di Pondok Rangon. Namun, Sandi belum mengetahui kapan ZA bakal dimakamkan. Sampai Rabu malam, jenazah perempuan tersebut masih berada di Rumah Sakit Bhayangkara Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur.

"Intinya waktu pemakaman almarhumah, ini kita belum bisa menyampaikan keterangan apa pun karena saat ini almarhumah masih dalam pemeriksaan di rumah sakit Polri," ungkapnya.

ZA disebut polisi sebagai pelaku tetor lone wolf terpapar ideologi ISIS. Ia bahkan menulis sebuah surat yang menyatakan kesetiaanya terhadap kelompok teroris tersebut.

"Almarhumah ini agak tertutup orangnya. Dia terdiri dari 6 bersaudara, ini masih tinggal di rumah ini 3 bersaudara, ya. ZA ini anak bungsu. Jadi ini rumah orang tuanya," ucap Sandy.

Penjagaan Mabes Polri. (Foto: Antara)
Penjagaan Mabes Polri. (Foto: Antara)

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyampaikan, pelaku teror masuk melalui pintu belakang Mabes Polri melewati pos penjagaan. Kepada petugas, wanita tersebut menanyakan kantor pos yang berada di Mabes Polri.

Namun kemudian yang bersangkutan kembali melakukan penyerangan yang ada di pos jaga dengan melakukan 2 kali tebakan.

Dari hasil penelusuran media sosial, didapati tulisan-tulisan yang terkait dengan perjuangan jihad. Bahkan, sebelum melancarkan aksi penyerangan, ZA memposting di akun Instagram bendera ISIS 21 jam sebelum melakukan terior.

Pelaku juga diketahui merupakan mahasiswa salah satu universitas swasta, namun Drop Out pada semester lima perkuliahan.

Saat melakukan penggeledahan di kediamannya, Densus menemukan sepucuk surat wasiat yang ditujukan kepada orang tua pelaku.

"Ditemukan di rumahnya surat wasiat, dan ada kata-kata di WAG keluarga, kalau yang bersangkutan akan pamit,” beber Kapolri. (Knu)

Baca Juga:

Polisi Datangi Rumah Wanita Terduga Teroris Penyerang Mabes Polri

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
PKL Harap Kunjungan Jokowi Tingkatkan Wisatawan ke Malioboro
Indonesia
PKL Harap Kunjungan Jokowi Tingkatkan Wisatawan ke Malioboro

Presiden Joko Widodo meluncurkan program bantuan langsung tunai (BLT) kepada PKL dan pedagang kecil di kawasan Malioboro Yogyakarta Sabtu (9/10).

Bobby dan 10 Kader Murni Menangkan Pilkada di Sumut, PDIP: Sumut Masih Merah
Indonesia
Bobby dan 10 Kader Murni Menangkan Pilkada di Sumut, PDIP: Sumut Masih Merah

Tidak sia-sia DPP menugaskan Pak Djarot Saiful Hidayat

Pengetatan Pra Larangan Mudik Tak Berpengaruh pada Penumpang Kereta Api
Indonesia
Pengetatan Pra Larangan Mudik Tak Berpengaruh pada Penumpang Kereta Api

Kereta Api Indonesia (KAI) meluruskan Surat Edatan Kepala Satgas COVID-19 Nomor 13 Tahun 2021.

BW Sebut Perpim Perjalanan Dinas KPK Delegitimasi Prinsip Independensi
Indonesia
BW Sebut Perpim Perjalanan Dinas KPK Delegitimasi Prinsip Independensi

"Bahkan mendelegitimasi prinsip independensi institusi serta secara sengaja potensial membangun sikap permisif atas perilaku koruptif," kata pria yang karib disapa BW

Jokowi Sebut PPKM Darurat Bisa Berlaku 2 Pekan
Indonesia
Jokowi Sebut PPKM Darurat Bisa Berlaku 2 Pekan

"Nanti keputusannya apakah seminggu atau dua minggu," kata Jokowi saat membuka Musyawarah Nasional VIII Kamar Dagang dan Industri Indonesia di Kendari, Sulawesi Tenggara, Rabu., Rabu (30/6).

Kasus Suap Pajak, Pegawai PT Jhonlin Baratama Mangkir Panggilan KPK
Indonesia
Kasus Suap Pajak, Pegawai PT Jhonlin Baratama Mangkir Panggilan KPK

Ozzy Reza Pahlevi, pegawai dari perusahaan batu bara PT Jhonin Baratama mangkir atau tidak memenuhi panggilan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

ICW Singgung Firli Bahuri Soal Penyebab Puluhan Pegawai KPK Mengundurkan Diri
Indonesia
ICW Singgung Firli Bahuri Soal Penyebab Puluhan Pegawai KPK Mengundurkan Diri

Indonesia Corruption Watch (ICW) membeberkan penyebab puluhan pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengundurkan diri.

Penyebar Hoaks Jaksa Rizieq Terima Suap Tak Perlu Dijerat UU ITE, Cukup Klarifikasi
Indonesia
Penyebar Hoaks Jaksa Rizieq Terima Suap Tak Perlu Dijerat UU ITE, Cukup Klarifikasi

Publik sudah cerdas menyaring informasi yang benar ataupun hoaks

KPK Sebut Laporan Harta Kekayaan 52 Pejabat Eksekutif Tidak Akurat
Indonesia
KPK Sebut Laporan Harta Kekayaan 52 Pejabat Eksekutif Tidak Akurat

Tim Pencegahan dan Monitoring Komisi Pemberantasan Korupsi menemukan banyak Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara yang tidak akurat.

Bareskrim Gandeng Kemenlu Hingga Interpol Buru Pembakar Bendera Merah Putih
Indonesia
Bareskrim Gandeng Kemenlu Hingga Interpol Buru Pembakar Bendera Merah Putih

Sementara yang bersangkutan ini sedang bekerja di Malaysia