Aturan IMEI Tambah Pendapatan Negara Rp2 Triliun Per Tahun Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara di Jakarta, Kamis (10/10/2019). (ANTARA/Arindra Meodia)

MerahPutih.com - Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara menandatangani aturan registrasi nomor International Mobile Equipment Identity (IMEI) bersama Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita dan Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto.

Aturan IMEI, dikatakan Rudiantara, berpotensi memberikan pendapatan senilai Rp2 triliun per tahun. Aturan tingkat menteri ini menggunakan Sistem Basis Data IMEI Nasional (Sibina), yang berada di bawah Kemenperin untuk mengidentifikasi keabsahan nomor IMEI yang berada di dalam negeri.

Baca Juga:

Permen Tiga Menteri Segera Diteken, Ponsel 'Black Market' Resmi Dilarang

"Untuk memastikan pendapatan negara tidak terganggu dari (sektor) ponsel," kata Rudiantara saat penandatangan aturan IMEI di Kantor Kementerian Perindustrian, Jakarta, Jumat (18/10), dikutip Antara.

 (Kiri-kanan) Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto dan Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara usai menandatangani aturan IMEI di Kantor Kemenperin, Jakarta, Jumat (18/10). (ANTARA News/Natisha Andarningtyas)
(Kiri-kanan) Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto dan Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara usai menandatangani aturan IMEI di Kantor Kemenperin, Jakarta, Jumat (18/10). (ANTARA News/Natisha Andarningtyas)


Rencana aturan IMEI untuk mencegah peredaran ponsel ilegal atau blackmarket sudah bergulir sejak beberapa bulan belakangan. Semula aturan IMEI akan ditandangani pada Agustus lalu.

Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) pada awal bulan ini meyakinkan sistem registrasi tersebut aman karena memiliki mekanisme yang jelas dan terlindungi enkripsi.

Baca Juga:

Ini Risiko yang Didapat Saat Membeli Ponsel Ilegal

Pencatatan IMEI akan disertai dengan sejumlah data pendukung agar menghasilkan data yang unik, misalnya Mobile Station International Subscriber Directory Number (MSISDN) alias nomor ponsel.

  Kotak belakang ponsel Xiaomi berisi informasi mengenai garansi hingga nomor IMEI. (ANTARA News/HO Xiaomi Indonesia)
Kotak belakang ponsel Xiaomi berisi informasi mengenai garansi hingga nomor IMEI. (ANTARA News/HO Xiaomi Indonesia)


Data pendamping tersebut berasal dari operator seluler dan dilindungi dengan enkripsi sehingga hanya pemilik data yang dapat membuka data tersebut. Operator seluler secara berkala akan memperbarui data itu dan mengirimnya ke Sibina. (*)

Baca Juga:

Menperin: Indonesia Mampu Jadi Basis Produksi Perangkat Telekomunikasi Kelas Dunia


Tags Artikel Ini

Zulfikar Sy

LAINNYA DARI MERAH PUTIH