Aturan Detail Protokol Kesehatan pada Pelaksanaan Kegiatan Berskala Besar Kegiatan warga. (Foto: Antara)

MerahPutih.com - Naiknya kasus COVID-19 dalam beberapa pekan terakhir ini, membuat Satuan Tugas COVID-19 melakukan penyesuaian kebijakan. Bahkan, perubahan aturan ini akan kembali disesuaikan dengan data dan kondisi riil di lapangan.

Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-18 menerbitkan Surat Edaran (SE) Nomor 20 Tahun 2022 tentang Protokol Kesehatan pada Pelaksanaan Kegiatan Berskala Besar dalam Masa Pandemi Corona Virus Disease 2019 (COVID-19).

Baca Juga:

Ridwan Kamil Minta Warga tidak Panik tapi Tetap Waspada COVID-19

Disebutkan dalam SE yang ditandatangani Ketua Satgas Suharyanto pada tanggal 21 Juni 2022 tersebut,menindaklanjuti dinamika situasi persebaran virus COVID-19 serta pemulihan ekonomi nasional, akan dilakukan pembukaan kembali kegiatan masyarakat melalui pelaksanaan kegiatan berskala besar yang produktif dan aman COVID-19.

Dalam SE tersebut, dinyatakan, kegiatan berskala besar adalah rangkaian aktivitas dalam acara berskala internasional ataupun nasional yang dapat mengundang secara fisik lebih dari 1.000 orang dalam satu waktu tertentu serta pada satu lokasi yang sama dan/atau melibatkan perwakilan negara.

Adapun maksud SE ini adalah untuk menerapkan protokol kesehatan secara ketat dalam pelaksanaan kegiatan berskala besar dan tujuannya adalah untuk melakukan pemantauan, pengendalian, dan evaluasi penerapan protokol kesehatan ketat pada pelaksanaan kegiatan berskala besar dalam rangka mencegah terjadinya peningkatan penularan COVID-19.

Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito menegaskan, bahwa kebijakan ini dikeluarkan atas kesepakatan lintas sektoral.

Beberapa aturan yang tertuang dalam Surat Edaran Satgas COVID-19 No. 20 Tahun 2022, sebagai berikut:

1. Wajib adanya penyesuaian partisipan dengan kriteria umur dan riwayat penyakit yang berhubungan dengan akses vaksinasi, di mana:

  • Anak usia 6-17 tahun diperbolehkan masuk dengan wajib vaksinasi dosis kedua.
  • Usia 18 tahun ke atas diperbolehkan masuk dengan wajib vaksinasi dosis ketiga (booster).
  • Khusus anak usia di bawah enam tahun dan penderita komorbid yang tidak dapat menerima vaksin, diimbau tidak mengikuti kegiatan berskala besar demi keselamatan dan kesehatan masing-masing individu.

2. Pemberlakukan skrining spesifik sesuai dengan keterlibatan jenis partisipan, di mana:

  • Kegiatan yang melibatkan pejabat setingkat menteri ke atas (VVIP) wajib mensyaratkan hasil negatif PCR 2×24 jam sebelum kegiatan berlangsung dan pemeriksaan suhu tubuh sebelum memasuki venue acara.
  • Kegiatan yang bersifat forum multilateral dan tidak melibatkan VVIP wajib melakukan prosedur pemeriksaan gejala berkaitan dengan COVID-19, dan diimbau mensyaratkan pemeriksaan antigen bagi seluruh partisipan untuk meminimalisir potensi penularan.
  • kegiatan yang tidak bersifat forum multilateral dan tidak melibatkan VVIP wajib melakukan prosedur pemeriksaan gejala berkaitan dengan COVID-19 dan dilakukan tes antigen bagi pelaku suspek COVID-19.

3. Mekanisme perizinan kegiatan, di mana:

a. Penyelenggara kegiatan wajib memperoleh rekomendasi kelayakan penerapan protokol kesehatan dari Satgas COVID-19 Pusat, dan izin keramaian kegiatan masyarakat dari Polri. Sebagai tambahan, rekomendasi Satgas COVID-19 Pusat berdasarkan pemeriksaan secara langsung oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), dinas kesehatan, dan polda setempat.

b. Terpenuhi kriteria protokol kesehatan yang meliputi:

i. Memenuhi ketentuan kapasitas sesuai levelling kabupaten/kota sesuai Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri).

ii. Tersedianya tim pengawas protokol kesehatan dengan jenis personil dan jumlah yang memadai. Pengawas ini akan memastikan prosedur skrining dan protokol kesehatan berjalan baik mulai dari saat masuk, berlangsungnya acara, maupun saat menyelesaikan kegiatan.

iii. Tersedianya sarana dan prasarana yang mendukung di antaranya:

– Tersedianya fasilitas pemeriksaan suhu tubuh dan/atau mekanisme pemeriksaan gejala pada pintu masuk yang memadai termasuk sistem pembuangan limbah sesuai prosedur.

– Tersedianya QR Code PeduliLindungi pada pintu masuk dan pintu keluar kawasan kegiatan, serta sistem data pengawasan kapasitas sesuai ketentuan yang diatur Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

– Memiliki mekanisme testing atau pemeriksaan spesimen COVID-19 yang memadai.

– Memiliki mekanisme tindak lanjut baik tracing dan treatment kasus positif pelaku kegiatan berskala besar, yaitu dengan menyediakan fasilitas isolasi terpusat khusus maupun bekerjasama dengan rumah sakit rujukan terdekat.

Dasar hukum diterbitkannya SE ini adalah hasil keputusan Rapat Terbatas yang dilaksanakan pada tanggal 13 Juni 2022. (Knu)

Baca Juga:

Kasus COVID-19 Melonjak, Pemerintah Terbitkan Aturan Baru Kegiatan Berskala Besar

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Penyelenggara Formula E Studi Banding ke Arab Saudi
Indonesia
Penyelenggara Formula E Studi Banding ke Arab Saudi

Untuk menyukseskan event kelas dunia itu, kedua lembaga tersebut melakukan studi banding ke Diriyah ePrix, Arab Saudi. Kegiatan itu merupakan bagian dari pre-event Formula E sebelum nantinya event tersebut dilaksanakan di Jakarta.

50 Calon Lolos Seleksi Komisioner Komnas HAM, Ada Nama Jenderal Polri
Indonesia
50 Calon Lolos Seleksi Komisioner Komnas HAM, Ada Nama Jenderal Polri

Proses seleksi calon komisioner Komnas HAM memasuki babak baru.

Satgas COVID-19 Bakal Lakukan Evaluasi Tes PCR di Bandara Soekarno-Hatta
Indonesia
Satgas COVID-19 Bakal Lakukan Evaluasi Tes PCR di Bandara Soekarno-Hatta

Antrean panjang pelaku perjalanan luar negeri (PPLN) saat tes PCR terjadi di Bandara Soekarno-Hatta beberapa waktu lalu.

Angka Kecelakaan Tinggi, Pemudik Disarankan Tidak Pakai Motor
Indonesia
Angka Kecelakaan Tinggi, Pemudik Disarankan Tidak Pakai Motor

Masyarakat diminta untuk tidak menggunakan sepeda motor ketika melaksanakan kegiatan mudik Lebaran Idulfitri 1443 Hijriah/2022.

Presiden Jokowi Hadiri KTT G7 pada Hari Kedua Kunjungan Kerja di Jerman
Indonesia
Presiden Jokowi Hadiri KTT G7 pada Hari Kedua Kunjungan Kerja di Jerman

Presiden Joko Widodo akan menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G7 ke-48 yang digelar di Schloss Elmau, Pegunungan Alpen Bavaria.

Tiga Wilayah DKI Jadi Target Kawasan Rendah Emisi
Indonesia
Tiga Wilayah DKI Jadi Target Kawasan Rendah Emisi

Sebagai tahap lanjutnya itu akan ada transport hub, MRT

Pasien COVID-19 Varian Omicron Bertambah Dua Orang
Indonesia
Pasien COVID-19 Varian Omicron Bertambah Dua Orang

Dua pasien tersebut terinfeksi Varian Omicron usai menjalani karantina sepulangnya dari luar negeri

Ada Nama Ketua KPK di Telegram Kapolri Terbaru
Indonesia
Ada Nama Ketua KPK di Telegram Kapolri Terbaru

Selain Firli, Komjen Sutanto, penugasan pada Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) dimutasi sebagai Pati Baintelkam Polri dalam rangka pensiun

Dapat Hasil Survei Tertinggi, Polri Fokus Perbaikan Layanan
Indonesia
Dapat Hasil Survei Tertinggi, Polri Fokus Perbaikan Layanan

"Polri tetap berusaha untuk berbuat yang terbaik dan terbuka atas kritik dan saran dari masyarakat untuk perbaikan Polri ke depannya," kata Dedi .

Vaksinasi COVID-19 Dosis Lengkap Indonesia Capai 75,65 Persen
Indonesia
Vaksinasi COVID-19 Dosis Lengkap Indonesia Capai 75,65 Persen

Warga yang sudah mendapat suntikan dua dosis vaksin COVID-19 bertambah 933.620 hari ini, menjadi total 157.569.955 orang.