Aturan Baru Menag soal Penyelenggaraan Peringatan Hari Besar Keagamaan saat Pandemi Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas (tengah) ANTARA/Tangkapan Layar Youtube Kemenag

MerahPutih.com - Kementerian Agama menerbitkan Pedoman Penyelenggaraan Peringatan Hari Besar Keagamaan Pada Masa Pandemi COVID-19. Pedoman ini tertuang dalam Surat Edaran Menteri Agama No SE 29 tahun 2021 dan ditandatangani pada 7 Oktober 2021.

“Pedoman kami terbitkan dalam rangka mencegah dan memutus mata rantai penyebaran COVID-19, sekaligus memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat dalam menyelenggarakan peringatan Maulid Nabi Saw, Natal, dan hari besar keagamaan lainnya pada masa pandemi COVID-19,” terang Menteri Agama Yaqut Cholil Qumas di Jakarta, Senin (11/10).

Baca Juga

Menag Bakal Berangkat ke Arab Saudi Pastikan Umrah dan Haji

Menurut Yaqut, pedoman penyelenggaraan disusun dengan memperhatikan kondisi atau status daerah dalam konteks pandemi COVID-19. Untuk daerah level 2 dan level 1 misalnya, peringatan hari besar keagamaan bisa dilaksanakan tatap muka, tapi dengan mematuhi protokol kesehatan secara ketat.

“Untuk daerah level 4 dan level 3, peringatan hari besar keagamaan dianjurkan dilaksanakan secara virtual atau daring,” tegasnya.

Penyelenggara kegiatan, lanjut Menag, dianjurkan menyediakan QR Code PeduliLindungi. Peserta yang hadir juga dianjurkan menggunakan aplikasi PeduliLindungi di rumah ibadat dan tempat lain yang digunakan untuk menggelar Peringatan Hari Besar Keagamaan.

“Dilarang untuk melakukan pawai atau arak-arakan dalam rangka Peringatan Hari Besar Keagamaan yang melibatkan jumlah peserta dalam skala besar,” tegas Yaqut.

Menag. (Foto: Antara)
Menteri Agama Yaqut Cholil Qumas. (Foto: Antara)

Berikut ini ketentuan dalam Pedoman Penyelenggaraan Peringatan Hari Besar Keagamaan saat Pandemi:

1. Peringatan Hari Besar Keagamaan pada daerah dengan kriteria Level 2 dan Level 1 penyebaran COVID-19 dapat dilaksanakan secara tatap muka dengan tetap mematuhi protokol kesehatan secara ketat.

2. Peringatan Hari Besar Keagamaan pada daerah dengan kriteria Level 4 dan Level 3 penyebaran COVID-19 dianjurkan dilaksanakan secara virtual/daring.

3. Dalam hal daerah dengan kriteria Level 4 dan Level 3 penyebaran COVID-19 tetap melaksanakan Peringatan Hari Besar Keagamaan secara tatap muka hendaknya:

a. dilaksanakan di ruang terbuka;

b. apabila dilaksanakan di tempat ibadat (masjid/mushalla, gereja, pura, vihara, kelenteng/litang, dan tempat lain yang difungsikan sebagai tempat ibadat) atau ruang tertutup lainnya, jumlah peserta yang hadir paling banyak 50 persen (lima puluh persen) dari kapasitas ruangan atau 50 (lima puluh) orang;

c. peserta yang hadir diutamakan berasal dari warga daerah sekitar; dan

d. pelaksanaan kegiatan dan peserta sebagaimana dimaksud dalam huruf a, huruf b, dan huruf c, tetap menerapkan protokol kesehatan secara lebih ketat dan telah dikoordinasikan dengan Satuan Tugas Penanganan COVID-19 setempat.

4. Penyelenggara Peringatan Hari Besar Keagamaan wajib:

a. menyediakan petugas untuk menginformasikan serta mengawasi pelaksanaan Protokol Kesehatan 5M;

b. melakukan pemeriksaan suhu tubuh untuk setiap jemaah menggunakan alat pengukur suhu tubuh (thermogun);

c. menyediakan hand sanitizer dan sarana mencuci tangan menggunakan sabun dengan air mengalir;

d. menyediakan cadangan masker medis;

e. melarang jemaah dengan kondisi tidak sehat mengikuti pelaksanaan kegiatan peribadatan/keagamaan;

f. mengatur jarak antarjemaah paling dekat 1 (satu) meter dengan memberikan tanda khusus pada lantai, halaman, atau kursi;

g. kotak amal, infak, kantong kolekte, atau dana punia ditempatkan pada tempat tertentu dan tidak diedarkan;

h. memastikan tidak ada kerumunan sebelum dan setelah pelaksanaan kegiatan peribadatan/keagamaan dengan mengatur akses keluar dan masuk jemaah;

i. melakukan disinfeksi di tempat pelaksanaan kegiatan;

j. memastikan tempat ibadat atau tempat penyelenggaraan memiliki sirkulasi udara yang baik dan sinar matahari dapat masuk serta apabila menggunakan air conditioner (AC) wajib dibersihkan secara berkala;

k. memastikan pelaksanaan khutbah, ceramah, atau tausiyah wajib memenuhi ketentuan:

1) khatib, penceramah, pendeta, pastur, pandita, pedanda, atau rohaniwan memakai masker dan pelindung wajah (faceshield) dengan baik dan benar; dan

2) khatib, penceramah, pendeta, pastur, pandita, pedanda, atau rohaniwan mengingatkan jemaah untuk selalu menjaga kesehatan dan mematuhi protokol kesehatan.

5. Peserta Peringatan Hari Besar Keagamaan wajib:

a. menggunakan masker dengan baik dan benar;

b. menjaga kebersihan tangan dengan cara mencuci tangan menggunakan air mengalir atau menggunakan hand sanitizer;

c. menjaga jarak dengan jemaah lain paling dekat 1 (satu) meter;

d. dalam kondisi sehat (suhu badan di bawah 37 derajat celcius);

e. tidak sedang menjalani isolasi mandiri;

f. membawa perlengkapan peribadatan/keagamaan masing-masing (sajadah, mukena, dan sebagainya);

g. membawa kantong untuk menyimpan alas kaki;

h. menghindari kontak fisik atau bersalaman;

i. tidak baru kembali dari perjalanan luar daerah; dan

j. yang berusia 60 (enam puluh) tahun ke atas dan ibu hamil/menyusui disarankan untuk beribadah di rumah.

6. Penyelenggara dianjurkan menyediakan QR Code PeduliLindungi dan peserta dianjurkan menggunakan aplikasi PeduliLindungi di rumah ibadat dan di tempat lain yang digunakan untuk mengikuti Peringatan Hari Besar Keagamaan.

7. Dilarang untuk melakukan pawai atau arak-arakan dalam rangka Peringatan Hari Besar Keagamaan yang melibatkan jumlah peserta dalam skala besar. (Knu)

Baca Juga

Kemenag Lobi Dubes Arab Saudi Soal Umrah

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Masih Ragukan Investasi Telkomsel ke GoTo, DPR Akan Panggil Wamen BUMN
Indonesia
Masih Ragukan Investasi Telkomsel ke GoTo, DPR Akan Panggil Wamen BUMN

Panitia Kerja (Panja) Komisi VI DPR RI masih ragu terkait investasi PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) melalui anak usahanya PT Telkomsel di PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GoTo).

Kemenkes Klaim Terus Evaluasi Harga Tes PCR
Indonesia
Kemenkes Klaim Terus Evaluasi Harga Tes PCR

Reagen merupakan komponen harga paling besar dalam pemeriksaan swab RT-PCR, mencapai 45-55 persen.

PKS Ingatkan Belanda Jangan Sekadar Minta Maaf, Tapi Juga Beri Ganti Rugi
Indonesia
PKS Ingatkan Belanda Jangan Sekadar Minta Maaf, Tapi Juga Beri Ganti Rugi

Yakni dengan upaya penyelidikan lebh lanjut mengungkap fakta-fakta yang terjadi di masa lalu serta memberikan ganti rugi kepada keluarga korban dan Bangsa Indonesia secara keseluruhan.

MKD Pasang Badan Terkait Somasi Ade Armando ke Sekjen PAN
Indonesia
MKD Pasang Badan Terkait Somasi Ade Armando ke Sekjen PAN

Tim hukum Ade Armando tak berhak melakukan somasi kepada Sekjen Partai Amanat Nasional (PAN) Eddy Soeparno.

Jokowi Perintahkan Menteri Diskusikan Kembali RKUHP Sebelum Disahkan
Indonesia
Jokowi Perintahkan Menteri Diskusikan Kembali RKUHP Sebelum Disahkan

Presiden Jokowi memerintahkan hal itu saat memimpin rapat internal terkait kelanjutan pembahasan RUU KUHP di Istana Kepresidenan Jakarta.

Penyebab Elektabilitas PDIP dan PSI Teratas di DKI Versi JRC
Indonesia
Penyebab Elektabilitas PDIP dan PSI Teratas di DKI Versi JRC

Dua parpol tersebut yang paling gencar mengangkat persoalan yang menjadi polemik

 Minyak Goreng di Toko Kosong, Pemerintah Ingatkan Pengusaha
Indonesia
Minyak Goreng di Toko Kosong, Pemerintah Ingatkan Pengusaha

Berdasarkan data Sistem Pemantauan Pasar Kebutuhan Pokok Kementerian Perdagangan (SP2KP) rata-rata harga minyak kelapa sawit (CPO) dunia hingga Januari 2022, mencapai Rp 13.240/liter.

Lantik Kapolda Baru, Kapolri Beri Tugas Bereskan COVID-19 di Daerah
Indonesia
Lantik Kapolda Baru, Kapolri Beri Tugas Bereskan COVID-19 di Daerah

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memimpin serah terima jabatan lima perwira tinggi (pati) Polri di Gedung Rupatama Mabes Polri.

Pemprov DKI tidak Setuju Penyaluran Dana Hibah Bamus Betawi Disetop
Indonesia
Pemprov DKI tidak Setuju Penyaluran Dana Hibah Bamus Betawi Disetop

Pemprov DKI Jakarta tidak setuju dengan rekomendasi Komisi A DPRD DKI terkait penyetopan penyaluran anggaran dana hibah untuk Bamus Betawi pada APDB 2023.

Bos Hyundai Janji Ekspansi Mobil Listrik di Indonesia
Indonesia
Bos Hyundai Janji Ekspansi Mobil Listrik di Indonesia

Dalam pertemuan tersebut, Chairman Hyundai menyampaikan bahwa mereka akan melakukan ekspansi untuk mobil listrik serta penelitian dan pengembangannya di Indonesia.