Atraksi Hewan Itu Menghibur, Tapi. . . Dibalik hiburan terdapat penderitaan (Foto: Unsplash/veverkolog).

MENYAKSIKAN pertunjukan hewan memang sangat seru dan menghibur. Namun, keseruan dan kesenangan itu hanya kita sebagai manusia yang merasakannya. Tapi, bagi hewan yang melakukan atraksi, ini sangat menyakitkan bagi mereka.

Atraksi hewan seperti menaiki gajah, swafoto dengan harimau, atau sirkus lumba-lumba dapat memberikan pengalaman baru bagi kita. Tetapi hewan itu belum tentu menikmati atraksi tersebut. Mereka sebenarnya sangat menderita.

Baca juga:

10 Alasan Mengapa Kucing Adalah Hewan Peliharaan Terbaik Untukmu

Dilansir dari laman holidogtimes.com, pada 22 April 2016, terdapat seekor gajah betina bernama Samba meninggal karena serangan jantung setelah membawa turis di sekitar Angkor Vat, Kamboja, dalam cuaca yang sangat panas.

Itu adalah kematian tragis yang membuka kembali perdebatan tentang kenyataan hidup yang menyedihkan bagi hewan liar, yang digunakan murni untuk memenuhi impian turis tentang "eksotisme".

Penelitian yang dipimpin oleh Unit Penelitian Konservasi Satwa Liar di Universitas Oxford, memperkirakan bahwa lebih dari 550.000 hewan liar di dunia menderita di tangan atraksi yang tidak bertanggung jawab.

worldanimalprotection.org, membeberkan lima atraksi hewan yang sebenarnya membuat hewan tidak nyaman bahkan menderita, misalnya:

1. Pertunjukan lumba-lumba

Dibalik atraksinya, lumba-lumba mengalami stres (Foto: Pixabay/Hans).

Untuk mendapatkan lumba-lumba ke dolphinarium, mereka dikejar di alam liar dan ditangkap di jaring. Saat diangkut, hewan mengalami banyak stres dan banyak dari mereka mati sebelum tiba di tempat tujuan.

Mereka yang berhasil bertahan hidup harus menghabiskan hidupnya di kolam renang yang kecil untuk belajar trik, dan itu sama sekali tidak alami bagi mereka.

Situasi semakin memburuk di berbagai pertunjukan lumba-lumba yang berkeliling antarlokasi. Setelah pertunjukan selesai di suatu lokasi, lumba-lumba akan dikemas dan dikirim ke lokasi berikutnya seperti koper. Mereka harus masuk ke dalam ruang kecil dengan kekurangan air.

2. Atraksi Monyet

Ketika pertunjukkan selesai, monyet dirantai (Foto: Twitter/@Stakof).

Di banyak negara Asia dan Afrika Utara, monyet ditangkap dan harus melalui banyak hal yang tidak menyenangkan untuknya. Mereka dilatih untuk melakukan trik dan menari untuk orang banyak.

Ini mungkin tampak menyenangkan bagi kita, tetapi hewan itu sama sekali tidak merasa senang. Ketika pertunjukan selesai, monyet dirantai dan disimpan di dalam kandang kecil, tentu hal tersebut dapat menghancurkan kehendak hewan.

3. Pertunjukan ular

Pertunjukkan yang menyiksa ular (Foto: Pixabay/PublicDomainPictures)

Hiburan kuno ini menarik banyak orang, dan ular yang biasa digunakan adalah kobra. Kobra merupakan ular yang berbahaya karena taring dan bisanya. Namun untuk pertunjukan, taring pada kobra ini disingkirkan menggunakan tang.

Tidak hanya itu, saluran racun mereka juga disumbat. Hal ini bertujuan untuk membuat hewan itu tidak berbahaya, sehingga wisatawan dapat "memeluk" ular itu tanpa harus merasa khawatir akan digigit.

Baca juga:

Sederet Hewan Paling Romantis yang Bikin Jomlo Ngiri

Ular memang hewan buas. Namun, tentu saja cara kejam kepada hewan tersebut sering menyebabkan berbagai infeksi dan akhirnya membunuh mereka.

4. Pedikur ikan

Ikan ini terpaksa memakan kulit mati kaki manusia (Foto: Instagram/@lovefishokgarrarufa)

Ikan garra rufa biasanya digunakan untuk prosedur ini. Mereka memakan kulit mati, bukan karena mereka benar-benar menyukainya, tetapi karena mereka kelaparan dan harus memakannya.

Dilansir dari brightside.me, meskipun di beberapa negara ikan-ikan ini dilindungi secara hukum, orang masih dapat membelinya secara daring dan ikan tersebut akan dikirim melalui pos dalam kantong plastik berisi air. Banyak dari mereka mati selama proses pengiriman ini.

5. Menunggang gajah

Untuk membuat gajah tunduk, banyak hal kejam yang dilakukan (Foto: Pixabay Pexels)

Saat kecil, betapa senangnya kita ketika berkeliling menunggangi gajah. Namun, apakah kamu tahu bagaimana bisa gajah menuruti pawang di sana?

Untuk membuat gajah tunduk pada wahana gajah dan interaksi manusia lainnya, mereka diambil dari ibu mereka ketika masih bayi, kemudian dipaksa melalui proses pelatihan mengerikan yang dikenal sebagai the crush.

Tidak hanya itu, ketika tidak melakukan atau digunakan untuk ditunggangi, sebagian besar gajah dipelihara dengan rantai dan tidak dapat berinteraksi dengan gajah lain. Ini sangat merusak kesejahteraan fisik dan psikologis mereka.

Meskipun lima atraksi atau hiburan tersebut menyebabkan penderitaan yang mengerikan terhadap hewan, studi Perlindungan Hewan Dunia menunjukkan 25% tempat-tempat wisata hewan memiliki efek positif pada flora dan fauna.

Hal ini terutama berlaku untuk tempat-tempat perlindungan dan pusat penyelamatan lainnya yang bertujuan untuk melestarikan spesies dengan mempromosikan pariwisata yang bertanggung jawab. (arb)

Baca juga:

Waspadai 5 Ras Anjing Pemburu Paling Galak


Tags Artikel Ini

Ikhsan Digdo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH