Ketika Atraksi Barong Sai Meriahkan Pesta Rakyat Budaya Cap Go Meh Dua Barong Sai sedang unjuk kebolehan. (Foto: Rizki Fitrianto/MP)

SUASANA acara Pesta Rakyat Budaya Cap Go Meh 2018 di Taman Waduk Pluit semakin meriah ketika suara kendang bertalu-talu memanggil dua Barong Sai. Penonton semula berbagi aktivitas masing-masing di beberapa lokasi langsung berkerumun di sekitar panggung utama.

Ibu-ibu, anak-anak, hingga kakek sibuk mengerluarkan ponsel pintar. Mereka beraksi bak vloger merekam atraksi dua Barong Sai. Sorot kamera ponsel pintar mereka selalu mengikuti ke mana Barong Sai bertingkah.

Gerakan dua Tarian Singa bersurai ikal dengan kaki empat tersebut begitu lincah. Barong Sai tersebut dikenal sebagai jenis Barong Sai Singa Utara.

Atraksi Barong Sai pada Pesta Rakyat Budaya Cap Go Meh Waduk Pluit (3/3). (Foto: Rizki Fitrianto/MP)

Memang terasa tak lengkap bila perayaan Cap Go Meh tanpa atraksi Barong Sai. Bak sayur kurang garam. "Selain Barong Sai, kami juga menampilkan beragam kesenian-kesenian khas Nusantara. Ada tari Dayak. Tari Papua. Pokoknya ini pesta rakyat," kata William Hui ketua acara Pesta Rakyat Budaya Cap Go Meh Waduk Pluit (3/3) kepada merahputih.com

Selain atraksi Barong Sai, beragam tarian semisal Tari Dayak dan khas asal Papu juga beragam pentas kesenian asal Tionghoa. Pesta Rakyat, lanjut William, merupakan bentuk kemajemukan kita untuk menampilkan beragam kesenian tradisional khas Indonesia pada acara Cap Go Meh. "Itulah arti kebhinekaan sebagaimana kita pahami," tandasnya. (*)


Tags Artikel Ini

Yudi Anugrah Nugroho

LAINNYA DARI MERAH PUTIH