Atletnya Sedikit, DKI Batal Liburkan Pelajar Saat Asian Para Games 2018 Atlet Powerlifting Ni Nengah Widiasih (kiri) dan Direktur PR Media INAPGOC Ashgindo F Nasution saat sosialisasi Asian Para Games 2018 di Denpasar, Bali, Sabtu (23/12). (ANTARA/Fikri Yusuf)

MerahPutih.com - Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno memastikan Pemprov DKI takkan meliburkan para pelajar ibu kota saat perhelatan Asian Para Games 2018 pada 6-13 Oktober 2018 mendatang. Alasannya, jumlah atlet dan pertandingan ajang olahraga para penyandang disabilitas ini tidak sebanyak perhelatan Asian Games.

"Kami akan melihat trafficnya, tapi karena jumlah atletnya lebih sedikit dan kita lihat jumlah gamesnya lebih sedikit mungkin bisa kita putuskan dari hasil corcom (Coordination Commission) nanti bahwa rekomendasinya untuk tidak diliburkan," kata Sandiaga, saat menghadiri pembukaan Coordination Commission Meeting antara Panitia Pelaksana INAPGOC dengan Asian Paralympic Committee (APC) di Hotel Mulia, Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (13/4).

Menurut Wagub, Pemprov DKI akan terus melakukan koordinasi dengan Dinas Pendidikan Provinsi Jakarta dan INAPGOC terkait putusan rekomendasi ini. Sebab, Pemprov mengalokasikan 20 persen pelajar DKI untuk menonton pertandingan dan meliput kegiatan Asian Para Games. "Tapi mungkin untuk yang dapat alokasi tiket di sekitar venue untuk menurunkan kepadatan daripada lalu lintas."

Sandiaga Para Asian Games
Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno (ke-2 dari kiri) saat menghadiri pembukaan Coordination Commission Meeting antara Panitia Pelaksana INAPGOC dengan Asian Paralympic Committee (APC) di Hotel Mulia, Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (13/4). (MP/Asropih)

Nantinya, lanjut Sandiaga, para siswa itu juga diwajibkan untuk membuat proyek bagaimana membuat Jakarta ramah disabilitas saat perhelatan Asian Para Games. Proyek ini diharapkan dapat menjadi masukan untuk meningkatkan kesadaran warga DKI dalam memberikan kesetaraan terhadap para penyandang disabilitas.

"(Pelajar) membuat projek-projek bagaimana membuat Jakarta ini lebih accessable pada difabel, bagaimana kita bisa memastikan bahwa masyarakat ini bisa memberikan awarness yang tinggi agar teman-teman disabiltas ini mendapat tempat di masyarakat mendapat tempat untuk pendidikan yang lebih baik mendapatkan kesempatan kerja dan memberikan mereka kesetaraan mereka dalam keseharian mereka," papar mantan Ketua Hipmi itu.

Untuk diketahui, 4000 atlet Asia penyandang disabilitas beserta official dari 43 negara anggota Asian Paralympic Comittee akan mengikuti Asian Para Games 2018. Sebanyak 18 lokasi di Jakarta yang dipersiapkan dalam perhelatan, dengan pusat penyelenggara di Komplek Gelora Bung Karno, Senayan. (Asp)

Kredit : asropih

Tags Artikel Ini

Wisnu Cipto

LAINNYA DARI MERAH PUTIH