Atasi Macet Sudirman-Thamrin, Anies Berkaca pada Tragedi Mina Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (kanan) dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno (kiri) di Balai Kota Jakarta, Selasa (17/10). (MP/Asropih)

MerahPutih.com - Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan selama masa kepemimpinannya telah melakukan banyak gebrakan. Salah satunya melalui wacana pencabutan pelarangan kendaraan roda dua melewati kawasan Sudirman-Thamrin.

Menurut Anies, konsep kebijakannya tersebut berkaca pada tragedi terowongan Mina, di Arab Saudi pada tahun 1990 lalu.

"Supaya tidak macet itu soal menagement bukan malah dilarang, dulu ada kejadian umat islam di mina terowongan mina tahun 1990, dari kejadian itu bukan berarti tahun depan terowongan ditutup, tetap lewat terowongan tapi perlu management," kata Anies di Balai Kota, Jakarta Pusat, Selasa (14/11).

Dengan memperbolehkan kembali motor masuk di kawasan Sudirman-Thamrin, setidaknya ada 480 ribu pesanan dari usaha mikro kecil yang harus melewati jalur tersebut tidak akan terhambat lagi.

"Pesanan itu di antar dari pesanan rakyat kecil, ketika kita katakan berpihak kepada yang bawah tercermin dari kebijakan," pungkasnya.

Diketahui, sebanyak 1.426 jamaah Haji tewas akibat berdesak-desakan saat hendak melewati terowongan Mina untuk melempar jumrah, hal itu disebabkan luas terowongan tidak sebanding dengan membludaknya jumlah jamaah. (Asp)

Kredit : asropih


Zaimul Haq Elfan Habib

LAINNYA DARI MERAH PUTIH