Atasi Bahaya Udara Jakarta, Anies Gandeng Bloomberg Philanthropies Wagub DKI Jakarta Anies Baswedan saat meresmikan program Clean Air Partnership secara virtual pada Rabu (23/9). (Foto: MP/Istimewa)

MerahPutih.com - Pemprov DKI Jakarta berkolaborasi dengan Bloomberg Philanthropies dan Vital Strategies sebagai mitra pelaksana meresmikan program Clean Air Partnership, secara virtual pada Rabu (23/9).

Clean Air Partnership ialah sebuah program untuk mengatasi polusi udara di Jakarta melalui peningkatan ketersediaan dan penggunaan data kualitas udara, analisis solusi kebijakan, efektivitasnya, serta mempromosikan kesadaran publik tentang dampak polusi udara terhadap kesehatan.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan, udara bersih merupakan prioritas bagi masyarakat ibu kota, sehingga perlu penanganan secara komprehensif.

Baca Juga:

COVID-19 Buat Kualitas Udara Jakarta Lebih Baik dari Munich dan Amsterdam

"Polusi udara merupakan masalah yang kompleks, membutuhkan pendekatan multi sektoral dan perlu bagi kita untuk menjalin kerja sama baik internasional maupun domestik. Karena masalah polusi udara ini semakin mendesak, terlebih di masa pandemi COVID-19," terang Anies saat peluncuran virtual kerja sama Pemprov DKI dengan Bloomberg Philantrhopies, Rabu (23/9).

Ilustrasi kualitas udara Jakarta. (Antara/Katriana)
Ilustrasi kualitas udara Jakarta. (Antara/Katriana)

Lebih lanjut, Anies menyatakan, kerja sama tersebut akan berfokus pada peningkatan kualitas udara di Jakarta selama 2 tahun ke depan. Sebagai bagian dari komitmen kerja sama, telah ditandatangani pula dokumen Menuju Udara Bersih Jakarta yang menyoroti upaya-upaya saat ini untuk mengurangi polusi udara dan serangkaian rekomendasi kebijakan.

"Dokumen ini merupakan perjanjian formal yang akan mengingatkan kita pada pilar-pilar utama dalam rangka pengendalian polusi udara dalam tiga aspek, yaitu ilmu pengetahuan, kebijakan, dan komunikasi," ujar Anies.

Baca Juga:

Senin Pagi, Kualitas Udara Jakarta Terpolusi Keempat di Dunia

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaam ini mengakui, kondisi polusi udara di Jakarta sudah membahayakan. Tingginya tingkat polusi udara di perkotaan seiring dengan pertumbuhan ekonomi.

Polusi udara di Jakarta ini, kata Anies, sudah melampaui batas yang ditetapkan oleh organisasi kesehatan dunia atau WHO.

"Polusi di Jakarta khususnya kandungan partikulat yang membahayakan kesehatan kita telah melampaui panduan yang ditetapkan WHO dan standar naisonal," jelasnya. (Asp)

Baca Juga:

Pengamat Minta Anies Tambah dan Perdalam Waduk Antisipasi Banjir

Kredit : asropihs

Tags Artikel Ini

Zulfikar Sy

LAINNYA DARI MERAH PUTIH