Asyik Berjudi, Sopir dan Kernet DAMRI Dibekuk Polisi Ilustrasi judi (MP/Win)

MerahPutih.Com - Sebanyak lima orang pria sedang asyik bermain judi di pool Damri Kemayoran dibekuk oleh petugas Polsek Kemayoran, Jakarta Pusat, pada Sabtu (7/10) pukul 01.00 dini hari.

Pelaku diketahui bernama, Ali Mudin (39), Ichwan Santoso (30), Fera Sofyansah (24), Hendi Adriana (37), serta Andriyadi Agit (21).

Kasubag Humas Polres Metro Jakarta Pusat, Kompol Suyatno mengatakan awalnya ada informasi dari masyarakat bahwa sejumlah orang tengah bermain judi di pool Damri Kemayoran.

"Pada hari Sabtu pukul sekira Jam 01.00 Wib, saat para pelaku main judi (Remi Okem), lalu petugas polisi berpakaian preman menangkap para pelaku," ujar Suyatno di Jakarta, Minggu (8/10).

Suyatno menuturkan, para pelaku main judi Remi Okem dengan memasang taruhan uang kisaran Rp20 ribu hingga lebih.

"Barang bukti yang kita sita dari para pelaku yakni, 2 set Kartu Remi, uang tunai sejumlah Rp 420.000," ungkapnya.

Empat orang pelaku berprofesi sebagai sopir Damri, sedangkan satu orang lain yang bernama Andriyadi Agit sebagai kernet.

Saat ini kelima orang pelaku beserta barang bukti telah dibawa ke Polsek Kemayoran, Jakpus guna pemeriksaan lebih lanjut.

"Mereka akan dikenakan dengan Pasal 303 KUHP Tindak Pidana Perjudian dengan ancaman hukumam penjara selama-lamanya 10 tahun," tandasnya.(Asp)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Kata Sekjen DPR Soal Kabar KPK Gelar OTT di Kompleks Parlemen
Indonesia
Kata Sekjen DPR Soal Kabar KPK Gelar OTT di Kompleks Parlemen

KPK dikabarkan menangkap anggota DPR RI dalam operasi tangkap tangan (OTT) di dalam Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (11/8) sore.

Plt Ketum PPP Mardiono Targetkan Partainya Bangkit dari Papan Bawah
Indonesia
Plt Ketum PPP Mardiono Targetkan Partainya Bangkit dari Papan Bawah

Sudah saatnya bagi PPP untuk bangkit karena beberapa lembaga survei menempatkan partainya mendapatkan elektabilitas kecil.

[HOAKS atau FAKTA]: PDIP Minta Anies Jangan Terus Bela Buruh
Lainnya
[HOAKS atau FAKTA]: PDIP Minta Anies Jangan Terus Bela Buruh

Saat ini Anies tidak memiliki dasar hukum yang kuat untuk menaikkan UMP Jakarta. Tidak ada pernyataan dari PDIP untuk Anies agar tidak terus menerus membela buruh.

Tanggapi Dukungan Jadi Cawapres Anies, Panglima TNI: Fokus Selesaikan Tugas
Indonesia
Tanggapi Dukungan Jadi Cawapres Anies, Panglima TNI: Fokus Selesaikan Tugas

Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa enggan berkomentar terkait munculnya deklarasi dukungan kepadanya untuk maju sebagai cawapres mendampingi Anies Baswedan pada Pilpres 2024.

Mayoritas Pasien Meninggal akibat COVID-19 Belum Divaksin
Indonesia
Mayoritas Pasien Meninggal akibat COVID-19 Belum Divaksin

Sejak varian Omicron terdeteksi masuk Indonesia, tercatat sudah 365 pasien meninggal dunia karena COVID-19.

Menkes Siapkan Aplikasi PeduliLindungi dalam 13 Bahasa
Indonesia
Menkes Siapkan Aplikasi PeduliLindungi dalam 13 Bahasa

Kementerian Kesehatan telah menyiapkan aplikasi PeduliLindungi yang tersedia dalam 13 bahasa.

Hari Ini DPR dan KPU Mulai Bahas Tahapan dan Jadwal Pemilu
Indonesia
Hari Ini DPR dan KPU Mulai Bahas Tahapan dan Jadwal Pemilu

Raker diharapkan bisa mencapai keputusan secara mufakat terkait jadwal dan tahapan Pemilu 2024, termasuk di dalamnya tanggal pelaksanaan pemungutan suara Pemilu 2024.

DTKS Bakal Digunakan untuk Subsidi Energi Tepat Sasaran
Indonesia
DTKS Bakal Digunakan untuk Subsidi Energi Tepat Sasaran

Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) akan dimanfaatkan dalam pembelian BBM ataupun penyaluran bantuan langsung.

Warga Rawajati Jaksel Keluhkan Belum Terima Uang Ganti Rugi Penggusuran
Indonesia
Warga Rawajati Jaksel Keluhkan Belum Terima Uang Ganti Rugi Penggusuran

Posko pengaduan Balai Kota DKI jadi andalan warga Jakarta untuk menyampaikan keluhan. Salah satunya warga Rawajati Jakarta Selatan yang mengadukan soal penggusuran.

Benda Mirip Bom Ditemukan Dekat Kantor Gibran, Polisi: Bukan Aksi Teror Pelaksanaan G20
Indonesia
Benda Mirip Bom Ditemukan Dekat Kantor Gibran, Polisi: Bukan Aksi Teror Pelaksanaan G20

Warga yang menempati benda mencurigakan tersebut langsung dilaporkan petugas Denpom IV/4 Surakarta, atau Kantor Polisi Militer (PM) yang lokasinya berdampingan lokasi.