Asupan Gizi Lengkap Bagi Pasien COVID-19 di Wisma Atlet Wisma Atlet. (Foto: Antara).

MerahPutih.com - Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta Pusat menjadi salah satu gedung yang dirombak pemerintah menjadi tempat rujukan ruang inap pasien virus corona. Dari 7 tower bangunan itu, empat diantaranya sudah terpakai oleh ribuan pasien COVID-19.

Tower 6 dan 7 disulap menjadi Rumah Sakit Darurat yang menampung pasien corona yang harus rawat inap. Sedang tower 4 dan 5 dijadikan tempat isolasi bagi pasien bergejala ringan atau tanpa gejala.

Cerita pasien COVID-19 bernama Abi (26) mengaku sudah lebih dari satu minggu dirinya melakukan karantina di salah ruangan Tower 5 kompleks Wisma Atlet Kemayoran.

Baca Juga:

PHRI Desak Anies Buka Restoran di Mal dan Hotel Saat PSBB Ketat

Ia dinyatakan positif terpapar virus corona pada 23 September 2020, setelah terjangkit Abi langsung dirujuk ke Wisma Atlet.

Abi sendiri melakukan pemeriksaan pada 20 September di Puskesmas Makassar, Jakarta Timur. Seorang wartawan ini juga mengakui bila ia termasuk dalam kasus klaster keluarga, sebab ada anggota yang lebih dahulu terpapat COVID-19.

Abi menyampaikan, pelayanan kesehatan di Wisma Atlet terbilang cukup baik. Bahkan asupan makanan yang bergizi terus diberikan oleh pelayan kesehatan Wisma Atlet.

Dalam setiap harinya kata Abi, makanan yang diberikan pelayan Wisma Atlet berbeda-beda. Setiap hari pasti ada makanan berupa nasi, sayur, buah-buahan, serta tak ketinggalan diberikan beberapa butir obat dan vitamin.

"Jam 7 sudah ada nasi kotak ditambah obat siap minum, menu nasi kotak pagi telur bulat, sayuran capcay, ayam goreng, buah-buahan antara pisang atau jeruk, siang daging kecap, sayuran, tahu, buah-buahan, begitu pun dengan malam," terang Abi kepada MerahPutih.com, Selasa (29/9).

"Setiap pasien disini (Wisma Atlet) diberi makan penuh gizi satu hari 3 kali ditambah 1 kali snack," sambungnya.

Wisma Atlet
Kondisi Wisma Atlet. (Foto: Antara).

Untuk kegiatan berolahraga, para pasien yang jalani rawat inap dibebaskan untuk menjaga kebugaran tubuh. Olahraga dibebaskan setiap pasiennya, bila mau jogging atau berlari pelan ada tempat di setiap tower. Bahkan pasien yang ingin menikmati olahraga dengan lokasi yang lebih luas.

"Bisa juga ke bawah untuk lari atau sekedar jogging mengitari kompleks Wisma Atlet," tuturnya.

Fasilitas ruangan Wisma Atlit sangat memadai dan nyaman, mulai dari fasilitas kesehatan hingga untuk kebutuhan setiap pasien OTG maupun gejala ringan.

Untuk yang gejala ringan akan ditempatkan disalah satu tower dengan total 24 lantai, setiap lantai terdiri dari beberapa ruangan untuk tempat tinggal isolasi mandiri setiap pasien.

Ruangan isolasi dengan fasilitas 2 kamar masing-masing lengkap dengan kasur, lemari, meja, hingga pendingin udara atau AC, 1 ruangan terdiri dari 1 paviliun atau ruang tamu, 1 kamar mandi dengan fasilitas pemanas dan pendingin air.

Selanjutnya, sambung Abi, setiap lantai akan ada ruang khusus perawat dan poliklinik tempat untuk berkonsultasi, mengambil obat, maupun mengambil makanan.

"Petugas kesehatan di Rumah sakit Darurat COVID-19 Wisma Atlet (RSDCWA) 24 jam bertugas saling bergantian," tutupnya. (Asp).

Baca Juga:

Mutasi Penyebab Penyebaran Cepat COVID-19

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
 PKS: Kebijakan PSBB di Jabodetabek Belum Efektif Membendung Penyebaran COVID-19
Indonesia
PKS: Kebijakan PSBB di Jabodetabek Belum Efektif Membendung Penyebaran COVID-19

Sukamta meminta, pemerintah mulai memikirkan opsi selain PSBB demi menekan penularan virus yang berasal dari Wuhan, Tiongkok tersebut.

Polisi Temukan Hal Aneh dalam Kasus Perempuan Bawa Bensin ke Kantor Anies
Indonesia
Polisi Temukan Hal Aneh dalam Kasus Perempuan Bawa Bensin ke Kantor Anies

Penyidik kepolisian menemukan ada yang aneh dalam kasus seorang wanita membawa bensin menyelinap ke dalam kantor Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

DPR Tantang Kapolri Usut Dalang Pembakaran Bendera PDIP saat Demo RUU HIP
Indonesia
DPR Tantang Kapolri Usut Dalang Pembakaran Bendera PDIP saat Demo RUU HIP

Legislator asal Nusa Tenggara Timur (NTT) itu menegaskan, siapa pun yang melanggar hukum harus diberi sanksi tegas.

Harapan Saut Situmorang soal Dewan Pengawas KPK
Indonesia
Harapan Saut Situmorang soal Dewan Pengawas KPK

"Siapapun mereka, katakanlah mungkin punya background hukum yang kuat, teori yang kuat, yang utama itu kan hati nuraninya," kata Saut

SKB 11 Instansi soal Larangan Radikalisme ASN Dianggap Kesewenangan Negara
Indonesia
SKB 11 Instansi soal Larangan Radikalisme ASN Dianggap Kesewenangan Negara

SKB ini mengatur antara lain pembentukan satuan tugas (satgas) dan jenis pelanggaran yang dilakukan oleh ASN terkait radikalisme.

PSI Minta Pemerintah Potong Gaji ASN
Indonesia
PSI Minta Pemerintah Potong Gaji ASN

Menurut Tsamara, rencana itu adalah ide yang bagus karena saat ini harus mencoba terus menyisir anggaran.

Kelompok Buruh Desak Klaster Ketenagakerjaan Dihapus
Indonesia
Kelompok Buruh Desak Klaster Ketenagakerjaan Dihapus

Tawaran tertinggi (call) dari serikat buruh itu adalah dihapusnya klaster ketenagakerjaan dalam Rancangan Undang-Undang tentang Cipta Kerja (RUU Ciptaker).

Berkah Libur Idul Adha, Penumpang Kereta Api di Gambir dan Senen Melonjak 90 Persen
Indonesia
Berkah Libur Idul Adha, Penumpang Kereta Api di Gambir dan Senen Melonjak 90 Persen

Eva mengatakan sebanyak 4.385 tempat duduk tersebut merupakan kuota yang telah dibatasi oleh pemerintah.

 PDIP Lahirkan 9 Rekomendasi Hasil Rakernas I di Jakarta
Indonesia
PDIP Lahirkan 9 Rekomendasi Hasil Rakernas I di Jakarta

Hasto menegaskan pihaknya tidak menerima berbagai tindakan melanggar hukum pihak mana pun, termasuk kepentingan asing di teritorial nusantara.

Pesawat TNI AU Bawa 9 Ton Peralatan Medis dari Tiongkok
Indonesia
Pesawat TNI AU Bawa 9 Ton Peralatan Medis dari Tiongkok

Semua bantuan dari Tiongkok untuk Indonesia akan diangkut dari Shanghai dan Guangzhou, Provinsi Guangdong