Lebih Ketat Dari COVID-19, Seperti Ini Masa Karantina Astronot Apollo 11 Para Astronaut menjalani masa karantina yang amat ketat (Foto: space)

SEKEMBALINYA dari Bulan, Neil Armstrong, Buzz Aldrin, dan Michael Collins disambut bak pahlawan ketika dijemput di Samudra Pasifik pada 24 Juli 1969. Kemudian mereka harus diisolasi selama 21 hari, bahkan diwajibkan menghabiskan waktu beberapa hari di karavan Airstream yang ikonik.

Musim panas lalu adalah peringatan 50 tahun misi Apollo 11 NASA pertama, yaitu saat manusia berhasil menginjakkan kaki untuk pertama kalinya di bulan. Namun terdapat kisah yang tidak diketahui banyak orang tentang mengapa, di mana, dan bagaimana para astronot perintis Apollo 11 dikarantina. Cerita tersebut bisa menjadi contoh pengalaman berharga di saat kita mempraktikkan social distancing untuk memperlambat penyebaran COVID-19.

Baca juga:

NASA Siarkan secara Live Peluncuran Astronaut ke Angkasa Luar

1
Tidak banyak yang tahu kisah karantina mereka (Foto: abcnews)

NASA khawatir akan "wabah bulan." Hal tersebut yang menyebabkan Armstrong, Aldrin, dan Collins dimasukkan ke lokasi karantina segera setelah mereka kembali ke Bumi. Apakah bulan menampung mikroorganisme angkasa luar yang berbahaya bagi manusia? "Ada banyak perdebatan dan ketakutan," kata Judith Hayes, kepala Divisi Biomedis Penelitian dan Ilmu Lingkungan NASA kepada Houston Chronicle. Menurut Hayes, hal tersebut membuat publik khawatir.

Menanggapi kepanikan itu, tak lama pasca pendaratan Apollo 11 Command Module Columbia, sekitar 1.528 km barat daya Honolulu, penyelam penyelamat dari helikopter pemulihan Angkatan Laut AS yang mengenakan pakaian biohazard menggosok palka dengan yodium. Mereka melemparkan setelan pakaian BIG (Biological Isolation) ke dalam kapsul untuk dikenakan oleh para kru.

Orang pertama yang berjalan di bulan dan pesawat ruang angkasa mereka disemprot dengan pemutih. Lalu mereka diterbangkan dengan helikopter ke kapal induk, di mana mereka berbaris langsung ke unit isolasi bergerak.

Kamu dapat melihat Buzz Aldrin’s BIG di Museum Dirgantara dan Angkasa Luar Smithsonian (dan kapsul Apollo 11 Command Module Columbia) saat dibuka kembali setelah masa lockdown.

Armstrong, Aldrin, dan Collins lalu menghabiskan 88 jam dalam karavan Airstream aluminium berukuran 10 meter yang dimodifikasi di USS Hornet, NASA menyebutnya Mobile Quarantine Facility.

Karavan hanya dilengkapi dengan enam kursi pesawat, meja kecil, dan beberapa tempat tidur susun. Sebelum mereka dimasukan ke dalam karavan, Presiden Nixon menyapa para astronaut di atas kapal USS Hornet, seperti yang dilakukan istri para astronot. Bahkan ada upacara pemotongan kue yang diadakan di luar jendela karavan.

Baca juga:

Lelang Batu Terbesar dari Bulan. Tertarik?

2
Mereka dimasukan ke dalam karavan berukuran 10 meter (Foto: space)

Saat dibuka kembali untuk pengunjung, kamu dapat melihat karavan di atas USS Hornet Sea, Air and Space Museum. Merupakan salah satu tengara sejarah nasional dan negara Amerika di San Francisco.

Masa karantina panjang para astronot Apollo 11 belum berakhir. Setelah USS Hornet berlabuh di Hawaii pada tanggal 27 Juli 1969, seluruh Mobile Quarantine Facility yang masih berisi para astronaut diterbangkan ke Pangkalan Angkatan Udara Ellington di Houston, Texas. Mereka langsung dimasukkan ke dalam Lunar Receiving Laboratory (LRL).

Kemudian, mereka menghabiskan 15 hari lagi di LRL di belakang airlock, dengan sinar ultraviolet untuk membunuh bakteri dan mikroba lainnya. Semua orang yang bekerja di LRL harus mandi dan didesinfeksi di masa akhir hari kerja mereka, dan mereka setuju untuk dikarantina tanpa batas waktu jika patogen bulan telah lolos.

Akhirnya, para astronot dibersihkan oleh pakar medis NASA, dan pada 10 Agustus 1969, mereka mengajukan laporan kepada para wartawan dan diantar pulang ke keluarga mereka untuk berlibur beberapa hari.

Mereka melewati kesendirian periode karantina hampir sebulan. "Unit ini nyaman, namun hanya sedikit yang harus dilakukan dan tidak ada tempat untuk pergi. Kami merasa cepat bosan," kata Buzz Aldrin dalam No Dream Is Too High.

Meskipun mereka makan dengan baik, para astronot tidak banyak melakukan hal lain selain bermain tenis meja, latihan beban, menjalani pemeriksaan medis setiap hari, dan sesi tanya-jawab dari NASA di ruang konferensi yang dipisahkan oleh kaca. Sementara itu, Neil Armstrong menghabiskan waktu bermain ukulele. Dia juga merayakan ulang tahunnya yang ke-39 di karantina.

Ketakutan akan "wabah bulan" angkasa luar tidak berdasar. Karantina ditinggalkan untuk misi masa depan. Namun para astronot yang akan berangkat menuju Stasiun Angkasa Luar Internasional masih harus dimasukkan ke tempat karantina sebelum diluncurkan untuk menghindari terbawanya kuman ke orbit.

Jadi, jika NASA mengirim astronot ke Mars atau jika Elon Musk dan SpaceX pernah mencoba menjajah Mars, akan ada aturan untuk melindungi bukan hanya Bumi. Seluruh tata surya dari kontaminasi biologis juga harus dilindungi. (lgi)

Baca juga:

Menakjubkan, Inilah Peta Terbaru Bulan

Kredit : leonard


Leonard

LAINNYA DARI MERAH PUTIH