AstraZeneca Mengandung Unsur Babi, Wapres: Boleh Digunakan Wakil Presiden Ma'ruf Amin. (Foto: Antara).

MerahPutih.com- Indonesia telah mendapatkan vaksin COVID-19 AstraZeneca. Namun, vaksin ini mengandung unsur babi dan membuat pro kontra di masyarakat. Tetapi, Majelis Ulama Indonesia (MUI) telah menyatakan vaksin tersebut boleh diberikan kepada masyarakat.

"Sebab halal atau tidak halal pun, MUI bilang boleh. Apalagi kalau itu memang halal, jadi lebih boleh. Jadi itu bukan problem menurut saya," kata Wakil Presiden Maruf Amin yang juga mantan Ketum MUI, Senin (22/3).

Baca Juga:

Vaksinasi Corona Selama Ramadan, Penyuntikan Dilakukan Usai Tarawih

Ia menegaskan, adanya kandungan babi dalam vaksin COVID-19 buatan AstraZeneca, hal itu juga tidak menjadi persoalan selama vaksin tersebut boleh diberikan kepada masyarakat. Semestinya hal ini dikaitkan dengan kondisi kedaruratan pandemi.

Terkait keamanan AstraZeneca, pemerintah juga telah memastikan Astrazeneca telah aman digunakan. Hal ini untuk menjawab keraguan mengenai laporan kejadian kekentalan darah setelah divaksin Astrazeneca.

Ketua MUI Bidang Fatwa Asrorun Niam mengatakan vaksin COVID-19 AstraZeneca tergolong haram karena dalam proses produksinya memanfaatkan tripsin babi.

Meskipun mengandung unsur haram, Asrorun mengatakan vaksin AstraZeneca tersebut boleh digunakan karena beberapa alasan.

Wakil Presiden Ma''ruf Amin di Lampung. (Foto: Antara)
Wakil Presiden Ma''ruf Amin di Lampung. (Foto: Antara)

Alasan pertama, pandemi COVID-19 merupakan kondisi darurat sehingga vaksin AstraZeneca boleh digunakan.

Kedua, terdapat keterangan ahli tentang adanya risiko bahaya jika tidak segera dilakukan vaksinasi COVID-19.

Ketiga, ketersediaan vaksin COVID-19 yang halal dan suci tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan jumlah penduduk sebanyak 182 juta orang, dalam upaya menciptakan kekebalan komunitas.

Keempat, terdapat jaminan keamanan penggunaan terhadap vaksin AstraZeneca tersebut. Kelima, Pemerintah tidak memiliki keleluasan untuk memilih jenis vaksin COVID-19. (Knu)

Baca Juga:

Wapres Perintahkan Percepatan Vaksinasi di Daerah

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Siswa Titipannya tak Diterima di SMAN 3 Tangsel, Lurah Benda Baru Ngamuk
Indonesia
Siswa Titipannya tak Diterima di SMAN 3 Tangsel, Lurah Benda Baru Ngamuk

Dia datang memaksa kepala sekolah untuk bisa menerima dua siswa masuk sekolah tersebut.

Waisak 2565 Diadakan di Tengah Keprihatinan Dunia, Jokowi Yakin Akan Ada Cahaya Terang
Indonesia
Maria Lumowa Segera Diperiksa Soal Pembobolan Bank Senilai Rp1,7 Triliun
Indonesia
Maria Lumowa Segera Diperiksa Soal Pembobolan Bank Senilai Rp1,7 Triliun

Pemeriksaan dilakukan usai Maria memilih pengacara dari lis yang diberikan oleh Kedutaan Besar Belanda.

KLB Partai Demokrat di Sumut Diduga Catut Nama GAMKI
Indonesia
KLB Partai Demokrat di Sumut Diduga Catut Nama GAMKI

Ketika ditanyakan, pihak hotel menyatakan bahwa semua kamar hotel sudah dipesan atas nama Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI).

PPSU Tewas Tabrak Lari, Anies: Pelaku Jangan Pengecut
Indonesia
PPSU Tewas Tabrak Lari, Anies: Pelaku Jangan Pengecut

"Ke pelaku ambil sikap bertanggung jawab jangan pengecut," papar Anies.

Bawa Senjata Tajam ke PN Jaktim, Ini Pengakuan Sopir Pengacara Rizieq Shihab
Indonesia
Bawa Senjata Tajam ke PN Jaktim, Ini Pengakuan Sopir Pengacara Rizieq Shihab

Polisi telah memeriksa sopir pengacara Rizieq Shihab, Alamsyah Hanafiah terkait penemuan senjata tajam di dalam mobilbya pada saat sidang offline kasus kerumunan di Pengadilan Negeri Jakarta Timur pada Jumat (26/3).

[HOAKS atau FAKTA]: Mahasiswa Bisa Minta Bantuan ke Kodam jika Ingin Demo
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Mahasiswa Bisa Minta Bantuan ke Kodam jika Ingin Demo

Kewenangan tidak lagi ada di tangan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto. Tulisan tersebut mengatasnamakan Kapuspen Mabes TNI Mayjen Sisriadi.

Aktor Intelektual Kasus Dugaan Label SNI Palsu Harus Diminta Pertanggungjawaban
Indonesia
Aktor Intelektual Kasus Dugaan Label SNI Palsu Harus Diminta Pertanggungjawaban

Menurutnya, penyidik kepolisian tidak boleh tebang pilih dalam mengusut kasus tersebut.

Antusiasme Anak Didik Lapas Ikuti Belajar Tatap Muka
Foto
Antusiasme Anak Didik Lapas Ikuti Belajar Tatap Muka

Sejumlah Anak Didik Lapas (Andikpas) mengikuti kegiatan belajar mengajar tatap muka di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas I Tangerang, Banten

Wanita yang Mesum di Halte Bus Kramat Dibawa ke RS untuk Periksa Kejiwaan
Indonesia
Wanita yang Mesum di Halte Bus Kramat Dibawa ke RS untuk Periksa Kejiwaan

Polisi bakal membawa MA (21), wanita pelaku mesum di halte bus Kramat, Jakarta Pusat ke Rumah Sakit.