Serangan Ransomware Membuat Pasien Rumah Sakit Ini Meninggal Serangan Ransomware mengakibatkan seorang pasien perempuan di rumah sakit meninggal dunia (Foto: pixabay/b_a)

BARU-BARU ini warganet tengah dihebohkan dengan serangan ransomware pada komputer sebuah rumah sakit Universitas Duesseldorf di Jerman. Mirisnya, serangan tersebut mengakibatkan seorang pasien perempuan meninggal dunia.

Peristiwa tersebut merupakan kali pertama komputer sebuah rumah sakit diserang ransomware, hingga melumpuhkan sistem. Hal itu mengakibatkan pihak rumah sakit tak bisa menerima pasien darurat.

Baca juga:

Pemilu Amerika Serikat akan jadi Sasaran Peretas Tiongkok?

Seperti yang dilansir dari laman The Verge, pasien perempuan itu akhirnya dikirim ke fasilitas perawatan kesehatan yang jaraknya sekitar 30 km dari rumah sakit itu.

Serangan ransomware ke rumah sakit mengakibatkan seorang pasien perempuan meninggal dunia (Foto: pixabay/vitalworks)

Menurut laporan dari kantor berita Jerman RTL, serangan cyber tersebut rupanya tak ditujukan pada rumah sakit. Catatan tebusan rupanya ditujukan ke universitas terdekat.

Para peretas kemudian menghentikan serangan mereka setelah pihak berwenang memberi tahu mereka rumah sakit tersebut tutup.

Terkait kasus tersebut, Otoritas Jerman tengah menyelidiki penyebab kematian perempuan itu. Bila pengalihannya ke rumah sakit lain diketahui tak bertanggung jawab atas kematiannya, Kepolisian setempat mungkin menganggap serangan cyber tersebut sebagai pembunuhan.

Fasilitas perawatan kesehatan sendiri merupakan salah satu target terbesar serangan cyber. Mengenai hal itu, pakar keamanan cyber sudah memperingatkan bertahun-tahun bahwa sebagian besar rumah sakit tak siap menghadapi serangan itu.

Padahal, Rumah Sakit sangat bergantung pada sejumlah perangkat, seperti peralatan radiologi, yang kerap kali terhubung ke internet. Tanpa alat itu, pihak rumah sakit tak bisa merawat pasien.

"Bila sistem terganggu lewat internet, oleh penjahat atau human erorr, itu bisa berdampak besar pada perawatan pasien," jelas Beau Woods, Advokat keamanan cyber serta rekan inovasi keamanan cyber di Dewan Atlantik.

Baca juga:

Diduga Ingin Mencuri Penelitian COVID-19, Dua Peretas Tiongkok Kena Tuntut AS

Pihak rumah sakit harus siapkan sumber daya dan tingkatkan software untuk menghadapi serangan cyber (Foto: pixabay/fotoart-treu)

Parahnya lagi, serangan ransomware yang menargetkan data pasien, yang tidak berdampak langsung pada perangkat medis, bisa mengganggu hasil pasien. Sebuah studi menemukan tingkat kematian rumah sakit akibat serangan jantung meningkat di tahun-tahun setelah pelanggaran data.

Untuk mengantisipasi kasus serupa, pihak Rumah Sakit harus mengalihkan sumber daya untuk menghadapi serangan cyber. Bisa juga meningkatkan software dengan cara mengubah cara sang dokter beroperasi. (ryn)

Baca juga:

Peretas Rusia Diduga Curi Data Vaksin Virus Corona

Kredit : raden_yusuf

Tags Artikel Ini

Raden Yusuf Nayamenggala

LAINNYA DARI MERAH PUTIH