Aspri Menpora Imam Nahrawi Jadi Saksi di Sidang Suap Dana Hibah KONI Asisten pribadi Menpora, Miftahul Ulum. (Foto: Instagram/@ulum_donjuan)

MerahPutih.com - Sidang lanjutan kasus dugaan suap dana hibah dari Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) kepada Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) kembali digelar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Senin (26/2).

Dalam persidangan dengan terdakwa Ending Fuad Hamidy selaku Sekjen KONI dan Johny E Awuy selaku Bendahara KONI ini, Jaksa KPK meghadirkan tujuh orang saksi. Salah satunya Asisten Pribadi Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi, Miftahul Ulum.

Menpora Imam Nahrawi dan Miftahul Ulum (Facebook)
Menpora Imam Nahrawi dan Miftahul Ulum (Facebook)

"Iya aspri Menpora dijadwalkan bersaksi di persidangan," kata Pengacara Ending Fuad Hamidy, Arief Sulaiman saat dikonfirmasi, Kamis (25/4).

Dalam dakwaam disebutkan, Ulum disebut memberikan arahan kepada pejabat KONI untuk memberi suap kepada pejabat Kemenpora demi lancarnya anggaran hibah. Duit suap itu diberikan agar jajaran Kemenpora membantu mempercepat proses persetujuan dan pencairan bantuan dana hibah yang diajukan KONI ke Kemenpora, namun rupanya itu melibatkan Miftahul.

Dalam perkara ini Ending selaku Sekretaris Jenderal KONI dan Bendahara Umum KONI Johny E. Awuy didakwa menyuap tiga pejabat di Kemenpora untuk memuluskan pencairan dana hibah untuk KONI. Ketiga pejabat itu, yakni Deputi IV Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Kemenpora Mulyana, pejabat pembuat komitmen di Kedeputian IV Kemenpora Adhi Purnomo, dan Staf Deputi IV Eko Triyanta.

KPK menyatakan Mulyana menerima satu mobil Toyota Fortuner, uang Rp 400 juta dan satu ponsel Samsung Galaxy Note 9. Sedangkan Adhi dan Eko menerima duit sejumlah Rp 215 juta.

Menpora Imam Nahrawi menyaksikan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara PPK Olahraga Prestasi Orpres dengan 3 cabor di Lantai 10, Kemenpora, Jakarta, Rabu (20/3). Foto: Satria/kemenpora.go.id
Menpora Imam Nahrawi menyaksikan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara PPK Olahraga Prestasi Orpres dengan 3 cabor di Lantai 10, Kemenpora, Jakarta, Rabu (20/3). Foto: Satria/kemenpora.go.id

KPK menyatakan Ulum adalah pihak yang menentukan bahwa besaran komitmen fee sebesar 15 sampai 19 persen dari total dana hibah untuk KONI.

Dalam dua kali usulan dana hibah dari KONI, koordinasi dengan Ulum dilakukan pihak KONI setelah proposal pengajuan dana hibah disetujui. Menurut KPK, atas arahan Ulum pula, Ending membuat daftar siapa saja pihak Kemenpora yang akan mendapatkan duit. (Pon)


Tags Artikel Ini

Andika Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH