ASN Serba Salah Pilkada Ada Petahana, KPK: Ini Fakta Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron. ANTARA/Benardy Ferdiansyah

Merahputih.com - Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Nurul Ghufron mengatakan bahwa Aparatur Sipil Negara (ASN) mengalami perasaan serba salah ketika Pemilihan Kepala Daerah memunculkan nama petahana (incumbent).

ASN mengambil sikap netral pun berisiko dianggap tidak mau mendukung petahana, sementara jika mendukung petahana maka risikonya adalah karir tak terjamin saat calon kepala daerah yang menang bukanlah petahana.

Baca Juga:

KPK Cecar Eks Mendagri Gamawan Fauzi Soal Persetujuannya Proyek IPDN

"Bahwa memilih yang menang bukan berarti ketenangan. Apalagi yang kalah. Netral saja dianggap tidak berkontribusi, tidak berkeringat kepada pemenangnya. Sehingga situasinya menjadi rumit kalau sudah ditentukan menang-kalahnya. Ini fakta kondisi ASN berhadapan dengan Pilkada,” ujar Ghufron dalam kampanye Gerakan Nasional Netralitas ASN dengan tema “ASN Netral, Birokrasi Kuat dan Mandiri” yang berlangsung secara virtual, Selasa (30/6).

Karena itu, netralitas ASN sebetulnya merupakan masalah dari kontestan pemilu serta Partai Politik. Sebab, kalau kontestan dan partai politik tidak ikut menarik-narik ASN agar tidak netral, tentu perasaan serba salah itu tidak dialami.

Komisioner KPK Nurul Ghufron sambangi Gedung KPK
Wakil Ketua KPK, Nurul Ghufron (Foto: antaranews)

Namun, kontestan pemilu terutama dari petahana kerap menarik-narik ASN untuk bersikap tidak netral. Dari 359 pegawai ASN yang tercatat melakukan pelanggaran netralitas menonjolkan nama pemangku jabatan pimpinan tinggi (JPT) sejumlah 33 persen.

“Sangat disayangkan para Kepala Daerah belum semua patuh memberi sanksi kepada pegawai ASN yang melanggar netralitas”, ujar Ketua Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) Agus Pramusinto.

Baca Juga:

KPK Respons Pernyataan Tito Soal OTT Kepala Daerah Bukan Prestasi Hebat

Sikap petahana dan partai politik yang memancing-mancing ASN untuk tidak netral, sebagaimana dikutip Antara, malah membuat ASN profesional kehilangan pegangan. Sementara ASN yang tidak kompeten malah senang, karena itu bisa dimanfaatkan untuk pengembangan karirnya.

Kalau kondisi tarik menarik politik di lokal itu terus terjadi, maka dikhawatirkan akan menyuburkan ASN tak profesional yang mengembangkan karirnya dengan tanpa peduli asas profesional, kompetensi dan kedisiplinan. (*)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Bupati Blora Terseret Kasus Korupsi Pesawat PT Dirgantara Indonesia
Indonesia
Bupati Blora Terseret Kasus Korupsi Pesawat PT Dirgantara Indonesia

Yang bersangkutan dipanggil sebagai saksi untuk pemyidikan tersangka eks Dirut PT DI Budi Santoso

Lima Pekerja Bangunan Diperiksa Polisi Buntut Kebakaran Gedung BPOM
Indonesia
Lima Pekerja Bangunan Diperiksa Polisi Buntut Kebakaran Gedung BPOM

Kerugian ditaksir Rp 600 juta dengan luas area 8x25 meter=200 meter persegi

Update COVID-19 DKI Rabu (5/8): 23.266 Positif, 14.760 Orang Sembuh
Indonesia
Update COVID-19 DKI Rabu (5/8): 23.266 Positif, 14.760 Orang Sembuh

WHO telah menetapkan standar jumlah tes PCR adalah 1.000 orang per 1 juta penduduk per minggu

ESDM Targetkan Sampai Akhir 2021 Terbangun 763.968 Jaringan Gas Rumah
Indonesia
ESDM Targetkan Sampai Akhir 2021 Terbangun 763.968 Jaringan Gas Rumah

Pembangunan jargas tahun 2021 ini diperkirakan menyerap kurang lebih 12.000 pekerja. Sebagian besar jargas yang akan dibangun ini berlokasi di Jawa Timur dan Jawa Barat.

KKB Papua Sergap TNI, 2 Prajurit Gugur dan Senapan Serbu Dibawa Kabur
Indonesia
KKB Papua Sergap TNI, 2 Prajurit Gugur dan Senapan Serbu Dibawa Kabur

Senapan serbu TNI yang dibawa kabur adalah jenis SS2 beserta magasinnya.

Dekan UIN SGD Prihatin Islam Indonesia Hanya 30 Persen Bisa Baca Tulis Alquran
Indonesia
Dekan UIN SGD Prihatin Islam Indonesia Hanya 30 Persen Bisa Baca Tulis Alquran

Setia Gumilar merasa prihatin ketika mengetahui hasil riset yang menyimpulkan bahwa umat Islam Indonesia hanya 30 persen yang bisa baca tulis Alquran.

Kominfo Perbaiki Sejumlah Jaringan Komunikasi yang Rusak Akibat Bencana Alam di NTT
Indonesia
Kominfo Perbaiki Sejumlah Jaringan Komunikasi yang Rusak Akibat Bencana Alam di NTT

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) melakukan aksi pemulihan terhadap infrastruktur telekomunikasi yang terdampak banjir dan longsor di sejumlah wilayah di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Garuda Indonesia Buka Rute Baru Balikpapan-Tarakan
Indonesia
Garuda Indonesia Buka Rute Baru Balikpapan-Tarakan

Maskapai nasional Garuda Indonesia melayani rute penerbangan Balikpapan--Tarakan dengan frekuensi tiga kali seminggu.

Kapolda Metro Pastikan Sanksi Hukum bagi SOTR hingga Acara Picu Kerumunan
Indonesia
Kapolda Metro Pastikan Sanksi Hukum bagi SOTR hingga Acara Picu Kerumunan

Dalam operasi, nantinya petugas hanya memberikan edukasi terkait larangan mudik. Adapula edukasi terkait larangan sahur on the road (SOTR) hingga protokol kesehatan (prokes).

ICW Sebut Misi Pimpinan KPK Singkirkan Pegawai Kritis dan Berintegritas Berhasil
Indonesia
ICW Sebut Misi Pimpinan KPK Singkirkan Pegawai Kritis dan Berintegritas Berhasil

Tindakan dan keputusan pimpinan KPK telah melanggar hukum. Sebab, melandaskan hasil Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) yang hingga kini menjadi perdebatan sebagai dasar penonaktifan pegawai.