Pilkada Serentak
ASN Perlu Sistem Karier Baru Biar Tidak Terkena Imbas Pilkada Ilustrasi PNS. (Foto: setkab.go.id).

MerahPutih.com - Netralitas Aparatur Sipil Negara (ASN) selalu menjadi isu yang mencuat setiap kali ada pemilihan kepala daerah (Pilkada). Sehingga, redesain sistem karier dinilai bisa menjaga netralitas dan kenyamanan aparatur sipil negara disetiap kali pemilu.

Ketua Umum Dewan Pengurus Korpri Nasional (DPKN) Zudan Arif Fakrulloh mengakui, walaupun persentasinya ASN tidak netral sedikit sekali di bawah 1000 orang dari 4,2 juta ASN, tetapi menimbulkan citra seolah-olah ASN banyak yang tidak netral.

"Namun meskipun sedikit jumlahnya tetap harus kita tangani," kata dia.

Baca Juga:

Target Pemilih di Pilkada 2020 Dinilai Terlalu Tinggi

Zudan mengajak, semua pihak memikirkan sistem merit baru agar ASN tidak menjadi korban dari ritual politik lima tahunan. "Karena setiap lima tahun pasca pilkada terjadi tsunami birokrasi. Banyak ASN yang dicopot, banyak ASN yang nonjob," kata Zudan. Dia mencermati ada dua faktor penyebab ASN menjadi tidak netral, yakni faktor eksternal dan faktor internal. Faktor eksternal terjadi lantaran sistem politik yang ada menyebabkan ASN bisa tidak netral atau dipaksa oleh sistem untuk tidak netral. Misalnya, ketika petahana maju Pilkada lagi.

Ketua Umum Dewan Pengurus Korpri Nasional (DPKN) Zudan Arif Fakrulloh
Ketua Umum Dewan Pengurus Korpri Nasional (DPKN) Zudan Arif Fakrulloh. (Foto: Antara).

"Kalau petahana gubernur/bupati dan wakilnya maju satu paket tidak ada pergolakan bagi ASN. Apalagi kalau menang, ASN-nya nyaman. Tetapi jika wakilnya maju, gubernur/bupati petahana maju, birokrasi bisa terbelah," ucap Zudan. Sementara faktor internalnya pun banyak, yang harus dijaga walaupun berkawan atau memiliki hubungan dengan calon kepala daerah harus tetap profesional.

"Ini memang tidak mudah," kata Zudan.

Baca Juga:

Saat Pencoblosan Jari Dilarang Dicelupkan ke Tinta

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
JPU Dinilai Hanya Menerka soal Waktu Pinangki Terima Uang 500 USD
Indonesia
JPU Dinilai Hanya Menerka soal Waktu Pinangki Terima Uang 500 USD

"Penuntut umum masih tidak menjelaskan hal-hal yang kami sampaikan dalam eksepsi kami yaitu tidak jelasnya kapan Pinangki terima uang, dari katanya Andi Irfan Jaya," kata Aldres

Cegah COVID-19, KPAI Ingatkan Orang Tua Jaga Ketat Anak-anak Saat Libur Idul Adha
Indonesia
Cegah COVID-19, KPAI Ingatkan Orang Tua Jaga Ketat Anak-anak Saat Libur Idul Adha

Ia mengatakan, sejauh ini KPAI telah menemukan banyak anak terpapar COVID-19 karena tertular dari keluarganya

Update Kasus COVID-19 di Jakarta Kamis (2/7)
Indonesia
Update Kasus COVID-19 di Jakarta Kamis (2/7)

Sampai dengan hari ini ada 805 pasien masih menjalani perawatan di rumah sakit dan 3.358 orang melakukan isolasi mandiri rumah.

4 Anak Penyidik KPK Novel Baswedan Positif COVID-19
Indonesia
4 Anak Penyidik KPK Novel Baswedan Positif COVID-19

"Iya, empat anak saya positif juga, dan satu (anak) negatif," kata Novel

Komisi III DPR Setujui 7 Calon Anggota KY
Indonesia
Komisi III DPR Setujui 7 Calon Anggota KY

Hasil pemberian persetujuan tersebut akan disampaikan dalam Rapat Paripurna DPR RI dalam waktu dekat untuk diambil keputusan di Tingkat II.

Antisipasi Banjir, Wakil Wali Kota Jakpus Minta Warga Bersihkan Saluran Air Setiap Hari
Indonesia
Mahasiswa Kepulauan Gelar Upacara HUT RI Sambil Promosikan Pulau Wisata
Indonesia
Mahasiswa Kepulauan Gelar Upacara HUT RI Sambil Promosikan Pulau Wisata

Tak hanya menikmati pemandangannya, sebagai warga Kepulauan, mereka merasa perlu merefleksi perjuangan para pendahulu melalui laut.

KPK Tangkap, Tahan dan Umumkan Tersangka, Praktisi: Ada Waktu Untuk 'Main Mata'
Indonesia
KPK Tangkap, Tahan dan Umumkan Tersangka, Praktisi: Ada Waktu Untuk 'Main Mata'

Padahal orang lebih takut namanya masuk di media ketimbang dijadikan tersangka

Lagu Religi "Istighfar Sak Kuatmu" Didi Kempot, Gus Miftah: Saya Gemetar Mendengarnya
Indonesia
Lagu Religi "Istighfar Sak Kuatmu" Didi Kempot, Gus Miftah: Saya Gemetar Mendengarnya

Lagu religi tersebut merupakan satu-satunya yang dibuat almarhum semasa berkarir di dunia musik.

[FAKTA atau HOAKS]: Jokowi Hukum Kepala Daerah yang Mainkan Bantuan COVID-19 Seumur Hidup
Indonesia