ASN Penjaga Sekolah di Solo Ini Punya 15 Anak dan Sempat Buat Heran Iriana Jokowi Bandono (56), ASN penjaga SDN Mijen punya 15 anak. (MP/Ismail)

MerahPutih.com - Pasangan suami istri (pasutri) Bandono (56) dan Nur Wigati (50) tidak pernah menyangka punya 15 anak. Warga Kampung Wonosaren RT 04/RW 08, Kelurahan Jagalan, Jebres ini menikah pada tahun 1988. Sebagai pasutri tentunya berkeinginan memiliki keturunan.

Namun tak disangka, Bandono dan Nur Wigati ini punya anak sebanyak itu. Usut punya usut, Bandono berkisah punya anak sebanyak itu bermula saat istri tercintanya usai melahirkan anak ketiga memutuskan untuk mengikuti program keluarga berencana (KB) dengan minum pil KB.

Baca Juga:

Caleg PDIP Terjerat Kasus Suap PAW, Ketua DPC PDIP Solo: Kasihan Ibu Mega Dibohongi

Beberapa hari setelah minum pil KB, Bandono mengatakan, kondisi istrinya justru sakit-sakitan. Setelah kejadian itu, tidak lagi mengikuti program KB.

"Pasca kejadian itu dia (Wigati) tidak lagi ikut KB. Ya akhirnya saya punya 15 anak dari pernikahan sejak tahun 1988 lalu," ujar Bandono saat berbincang bersama merahputih.com, Rabu (22/1).

Bandono mengungkapkan, sebanyak 15 anak tersebut perinciannya tiga anak wanita dan 12 laki-laki. Ia saat ini bekerja sebagai aparatur sipil negara (ASN) penjaga sekolah di SDN Mijen, Kelurahan Jagalan, Kecamatan Banjarsari, Solo, Jawa Tengah.

"Anak pertama saya adalah Ratih Kirana Dewi kelahiran pada 1989. Saat ini anak pertamanya itu sudah memiliki suami dan satu anak," kata dia.

SDN Mijen Tempat Bandono Bekerja
SDN Mijen tempat Bandono bekerja. (Foto: MP/Ismail)

Ia mengatakan, semua anak yang lahir jarak kelahirannya antara dua tahun sampai 1,5 tahun. Tiga dari 15 anak saat ini masih sekolah. Ketiga anak tersebut, anak ke-15 sekolah SDN Mijen kalas III, anak ke-14 duduk di kelas V, dan anak ke-13 kelas duduk di kelas IX.

Sebagai orang tua, ia tidak pernah mengeluh dan menyesal punya anak sebanyak itu. Ia pun merasakan bagaimana banting tulang mencari nafkah untuk 15 anaknya itu.

"Saya diangkat menjadi ASN pada 1990. Saat itu gajinya kecil. Saya harus cari pendapatan lain untuk membiayai sekolah anak," papar dia.

Untuk mendapatkan penghasilan tambahan, kata Bandono, harus mencari cacing untuk ditawarkan pada pemancing di waduk.

Selain itu, ia juga ikut menjadi pekerja pembuatan dan memasarkan sapu lantai. Sementara itu, penghasilan istri sebagai penjual makanan atau kantin di SDN Mijen tidak mencukupi membayar kebutuhan sehari-hari.

"Dari 15 anak, paling tinggi mengenyam pendidikan SMA. Sisanya lulusan SMP dan SD. Dari 15 anak tersebut, anak nomor ke-5 dan ke-6 lahir kembar dampit," terang dia.

Baca Juga:

Tolak Permenhub Nomor 118, Driver Ojol Solo Gelar Doa Bersama

Di balik kisah unik tesebut, ternyata yang menemukan kali pertama ASN Solo punya 15 anak adalah Iriana Jokowi, saat masih menjabat Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Kota Solo.

"Ceritanya saat itu, Ibu (Iriana) sebagai Tim Penggerak PPK Pemkot Solo sedang sidak di Kelurahan Jagalan menemukan pasutri (Bandono dan Nur Wigati) punya anak banyak," ujar Kepsek SDN Mijen Joko Santoso.

Bandono dan Nur Wigati Punya 15 Anak
Bandono (56), ASN penjaga SDN Mijen punya 15 anak warga Kampung Wonosaren RT 04 /RW 08, Kelurahan Jagalan, Kecamatan Jebres, Solo, Jawa Tengah. (MP/Ismail)

Namun demikian, saat Iriana menemukan pasutri Bandono dan Nur Wigati, baru punya 10 anak. Jumlah anak tersebut sudah masuk banyak untuk ukuran ASN.

"Itu (Iriana) sampai dibuat heran hingga sampai datang ke rumah dinas Bandono yang ada di belakang SDN Mijen," kata Joko.

Joko menambahkan, saat ini Bandono tidak bisa bekerja maksimal lagi karena usianya sudah tua dan sakit-sakitan. Hasil pemeriksaan dokter, Bandono sakit diabetes dan paru-paru.

"Anak-anaknya yang ikut membantu membersihkan dan menjaga sekolah," tutup Joko. (Ism)

Baca Juga:

Ratusan Juru Parkir Dukung Purnomo-Teguh di Pilwalkot Solo, Abaikan Gibran

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Korban Kebakaran Lapas Klas I Tangerang Dievakuasi ke Dua Rumah Sakit
Indonesia
Korban Kebakaran Lapas Klas I Tangerang Dievakuasi ke Dua Rumah Sakit

Kebakaran hampir berlangsung selama dua jam lebih

Wali Kota Cimahi Nonaktif Ajay Priyatna Divonis 2 Tahun Penjara
Indonesia
Wali Kota Cimahi Nonaktif Ajay Priyatna Divonis 2 Tahun Penjara

Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Bandung menjatuhkan hukuman dua tahun penjara terhadap Wali Kota Cimahi nonaktif Ajay Muhammad Priatna.

Demokrat Solo Mengaku Ditawari Rp125 Juta untuk Ikut KLB
Indonesia
Demokrat Solo Mengaku Ditawari Rp125 Juta untuk Ikut KLB

Partai Demokrat Jawa Tengah menolak hasil Kongres Luar Biasa (KLB) yang menetapkan Moeldoko sebagai ketua umum partai berlogo mercy tersebut.

Rel Tergenang Akibat Hujan Deras, KAI Commuter Lakukan Rekayasa Operasi
Indonesia
Rel Tergenang Akibat Hujan Deras, KAI Commuter Lakukan Rekayasa Operasi

Tercatat, hingga pukul 18:00 WIB terdapat empat kereta yang perjalanannya dibatalkan untuk mengurangi keterlambatan.

Komnas HAM Sebut Aparat Lokal Tak Mampu Tangani Perusakan Rumah Ibadah Ahmadiyah
Indonesia
Komnas HAM Sebut Aparat Lokal Tak Mampu Tangani Perusakan Rumah Ibadah Ahmadiyah

Komnas HAM mendesak Mabes Polri mengambil alih kasus perusakan rumah ibadah milik Ahmadiyah di Sintang, Kalimantan Barat.

Dilihat dari Dampak Korupsinya, Juliari Sangat Pantas dan Tepat Dibui Seumur Hidup
Indonesia
Dilihat dari Dampak Korupsinya, Juliari Sangat Pantas dan Tepat Dibui Seumur Hidup

Praktik suap bansos dilakukan di tengah kondisi pandemi COVID-19

Alasan Kantor Pemerintah Tak Di-lockdown meski Lonjakan COVID-19 Terjadi
Indonesia
Alasan Kantor Pemerintah Tak Di-lockdown meski Lonjakan COVID-19 Terjadi

Tjahjo Kumolo memastikan tidak akan menutup kantor pemerintahan atau lockdown di tengah peningkatan kasus COVID-19

Terdampak Banjir, Warga Karet Tengsin Dievakuasi ke Masjid Hingga Basemen Apartemen
Indonesia
COVID-19 Meningkat, PMI Kota Yogyakarta Tambah Mesin Plasma Konvalesen
Indonesia
COVID-19 Meningkat, PMI Kota Yogyakarta Tambah Mesin Plasma Konvalesen

PMI Kota Yogyakarta berencana menambah satu atau dua unit mesin plasma konvalesen untuk memenuhi kebutuhan permintaan yang mengalami kenaikan signifikan.

Permudah Identifikasi, Pemkot Yogyakarta Bagikan Gelang Vaksinasi ke Warga
Indonesia
Permudah Identifikasi, Pemkot Yogyakarta Bagikan Gelang Vaksinasi ke Warga

Gelang tersebut rencananya akan diproduksi secara massal