ASN DKI yang Nekat Mudik Lebaran Terancam Dipecat Ilustrasi Aparatur Sipil Negara (ASN). Foto: Pemprov DKI

MerahPutih.com - Pemprov DKI Jakarta kembali mengingatkan kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk tidak mudik lebaran 2021. Jika mereka masih nekat pulang kampung siap-siap menerima sanksi tegas.

"Sebagaimana sudah disampaikan tidak diperkenankan mudik bagi asn akan mendapatkan sanski," ujar Wakil Gubernur DKI, Ahmad Riza Patria saat menghadiri apel gelar pasukan operasi kepolisian di Polda Metro Jaya, pada Senin (12/4).

Baca Juga

Mudik Dilarang, DPRD DKI Minta Pemprov DKI Cek Terminal Bayangan

Riza juga meminta seluruh warga untuk tetap berada di Jakarta dan berlebaran di rumah saat hari raya Idul Fitri. Menurutnya, disaat kondisi pandemi COVID-19 rumah merupakan tempat terbaik untuk menekan penyebaran COVID-19.

"Seperti program pak kapolda 'nyok kita bareng tinggal di Jakarta' saya kira ini program dan gagasan yang baik," jelas dia.

Politikus Gerindra ini juga menilai, program operasi keselamatan jaya yang digelar Kepolisian Polda Metro hari ini adalah langkah yang baik dalam membantu pemerintah memutus mata rantai penyebaran virus corona.

"Menunjukkan kesungguhan keseriusan jajaran aparat untuk mendukung program yang sudah disampaikan pemerintah pusat gugus tugas pusat dalam rangka pencegahan penyebaran virus dan memastikan keselamatan seluruh warga," pungkasnya.

Dokumentasi seorang petugas keamanan (kanan) mengawasi para penumpang kereta api di Stasiun Solo Balapan, Solo, Jawa Tengah. Stasiun Solo Balapan pada saat arus mudik Idul Fitri merupakan salah satu stasiun yang selalu dipadati penumpang. ANTARA/Ahmad Wijaya
Dokumentasi seorang petugas keamanan (kanan) mengawasi para penumpang kereta api di Stasiun Solo Balapan, Solo, Jawa Tengah. Stasiun Solo Balapan pada saat arus mudik Idul Fitri merupakan salah satu stasiun yang selalu dipadati penumpang. ANTARA/Ahmad Wijaya

Seperti diketahui, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB) Tjahjo Kumolo melarang ASN mudik selama periode 6 sampai 17 Mei 2021.

Tjahjo menegaskan, ASN yang nekat mudik dan melanggar aturan tersebut akan dikenakan sanksi berupa hukuman disiplin mulai dari teguran hingga pemecatan.

Sanksi itu tertuang dalam Surat Edaran (SE) Nomor 08 Tahun 2021 tentang Pembatasan Kegiatan Bepergian Keluar Daerah dan/atau Mudik dan/atau Cuti Bagi Pegawai ASN dalam Masa Pandemi COVID-19 yang diteken Tjahjo Kumolo tertanggal 7 April 2021.

Untuk kebijakan Pemprov DKI sendiri prihal larangan mudik ini. Nantinya Dishub DKI akan melakukan penyekatan di jalan tol, arteri, dan jalan kolektor yang menjadi akses keluar masuk wilayah Jakarta selama masa pelarangan mudik pada 6-17 Mei 2021.

Adapun petugas yang diterjunkan berasal dari unsur Dinas Perhubungan, kepolisian, beserta TNI.

Kepala Dishub DKI, Syafrin Liputo mengatakan, penindakan tidak hanya dilakukan di lokasi-lokasi penyekatan, tetapi juga di terminal bayangan yang masih beroperasi.

"Jadi terhadap pelanggaran, misalnya ada larangan operasional angkutan umum untuk keluar Jabodetabek, kemudian ternyata masih ada yang melakukan pelanggaran dari terminal bayangan, misalnya, contoh di beberapa titik masih dilakukan, dari Dinas Perhubungan bersama-sama dengan kepolisian dan TNI akan melakukan penertiban," tegas Syafrin. (Asp)

Baca Juga

Polisi Mulai Cegah Warga Jakarta Mudik ke Luar Kota

Penulis : Asropih Asropih
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
FORTIBER Sosialisasikan Perayaan Imlek 2021 Secara Virtual
Indonesia
FORTIBER Sosialisasikan Perayaan Imlek 2021 Secara Virtual

Semua pihak saat ini harus berperan aktif menjaga diri

Momentum Mukernas, Ini Harapan Jokowi terhadap PKB dalam Perpolitikan Tanah Air
Indonesia
Momentum Mukernas, Ini Harapan Jokowi terhadap PKB dalam Perpolitikan Tanah Air

Presiden Jokowi berharap PKB terus mendorong inovasi dalam mengembangkan tata kelola politik yang baik.

Diotaki Dokter Abal-abal, Klinik Aborsi di Cempaka Putih Gugurkan 32 Ribu Janin
Indonesia
Diotaki Dokter Abal-abal, Klinik Aborsi di Cempaka Putih Gugurkan 32 Ribu Janin

Klinik aborsi ilegal di Jalan Percetakan Negara III, Jakarta Pusat, diketahui telah mengugurkan 32.760 janin sejak beroperasi dari tahun 2017 lalu.

Upaya Kudeta di Demokrat Diduga Ulah Kelompok Barisan Sakit Hati terhadap SBY
Indonesia
Upaya Kudeta di Demokrat Diduga Ulah Kelompok Barisan Sakit Hati terhadap SBY

Orang-orang tersebut merasa kecewa dengan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sebagai mantan ketua umum sekaligus pendiri partai.

Polda Jabar Ungkap Dugaan Sementara Kebakaran Kilang Balongan
Indonesia
Polda Jabar Ungkap Dugaan Sementara Kebakaran Kilang Balongan

Menurut Erdi, dugaan tersebut baru sementara. Polisi akan melakukan penyelidikan lebih dalam untuk mencari sumber kebakaran tersebut.

KPU Solo Sediakan Alat Bantu Braille Bagi Pemilih Tuna Netra
Indonesia
KPU Solo Sediakan Alat Bantu Braille Bagi Pemilih Tuna Netra

pemilih disabilitas di Pilwakot Solo dibagi empat jenis, yakni disabilitas fisik, intelektual, mental, dan sensorik. Untuk penyandang tuna netra masuk kategori sensorik.

Serang Polisi, 6 Orang Diduga Pengikut Rizieq Shihab Tewas Ditembak
Indonesia
Serang Polisi, 6 Orang Diduga Pengikut Rizieq Shihab Tewas Ditembak

"Mereka sedang melaksanakan tugas penyelidikan terkait rencana pemeriksaan Rizieq Shihab yang dijadwalkan berlangsung hari ini jam 10.00 WIB," kata Fadil

Polisi Segera Panggil Andre Taulany dan Rina Nose
Indonesia
Polisi Segera Panggil Andre Taulany dan Rina Nose

Keduanya dituding menyinggung dengan memplesetkan nama keluarga besar dari Prilly Latuconsina

1.700 Orang Ikuti Uji Coba KRL Solo-Yogyakarta, Tarif Rp1
Indonesia
1.700 Orang Ikuti Uji Coba KRL Solo-Yogyakarta, Tarif Rp1

Sebanyak 1.700 orang mengikuti uji coba KRL Solo-Yogyakarta untuk masyarakat umum yang berlangsung 1-7 Februari 2021. Untuk uji coba KRL ini masyarakat cukup membayar Rp1.

KPK Periksa Ajudan Bekas Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo
Indonesia
KPK Periksa Ajudan Bekas Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo

Yudha yang merupakan anggota TNI Angkatan Laut (AL) ini akan diperiksa dalam kapasitasnya sebagai saksi untuk melengkapi berkas penyidikan tersangka Edhy Prabowo.