ASN Dilarang Komentar, Menyukai, dan Bagikan Informasi Dukungan di Pemilu 2024 Pemilu serentak 2024. (Foto: Antara)

MerahPutih.com - Tahapan Pemilu 2024 tengah bergulir. Sejumlah kebijakan mencegah tidak netralnya Aparatur Sipil Negara (ASN) di masa Pemilu 2024 terus diperkuat.

Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) gencar melakukan sosialisasi kepada ASN terkait larangan membagikan, memberi komentar dan menyukai unggahan dari media sosial peserta pemilu.

Baca Juga:

Anies Sebut Polarisasi saat Pemilu Hal yang Wajar

"ASN dilarang menyukai, beri komentar, membagikan informasi dan menunjukkan dukungan kepada peserta pemilu di media sosial," tegas Ketua Bawaslu Rahmat Bagja yang dikutip, Senin (3/10).

Bagja mengatakan, dalam waktu dekat Bawaslu akan melakukan kerjasama dengan membuat surat keputusan bersama (SKB) dengan Badan Kepegawaian Negara (BKN) guna menyikapi sikap ASN dalam menggunakan media sosial.

"Ini cara Bawaslu untuk menekan pelanggaran netralitas ASN. Sebab pada pemilu dan pemilihan beberapa waktu lalu, Bawaslu mendapat banyak laporan netralitas ASN," ungkapnya.

Sekadar informasi, berdasarkan data Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) pada 2020-2021 lalu, sebanyak 2.034 ASN dilaporkan diduga melanggar netralitas.

Sebanyak 1.596 terbukti melanggar dan dijatuhi saksi. Sedangkan 1.378 telah ditindaklanjuti oleh Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK) dengan penjatuhan sanksi.

Bagja juga berharap tidak kembali terjadi polarisasi pada Pemilu dan Pemilihan Serentak 2024 mendatang. Sebab, polarisasi dapat menjadi sumber perpecahan di masyarakat.

"Saya yakin, ketegangan akan terjadi pada Pemilu Tahun 2024. Tetapi sebagai sebuah refleksi Pemilu Tahun 2019, semoga ketegangan ini tidak menjadi polarisasi terhadap kehidupan berbangsa dan bernegara pada Pemilu 2024," katanya. (Knu)

Baca Juga:

Bawaslu RI Beberkan 6 Faktor Pemicu ASN Tidak Netral di Pemilu 2024

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Pemprov DKI Minta Warga Jaga Kebersihan di Tebet Eco Park
Indonesia
Pemprov DKI Minta Warga Jaga Kebersihan di Tebet Eco Park

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria meminta warga menjaga kedisiplinan dan kebersihan di Tebet Eco Park, Jakarta Selatan yang baru dibuka kembali setelah dua bulan ditutup.

Polisi Ungkap Penyebab Tambang Batubara di Sawahlunto Meledak
Indonesia
Polisi Ungkap Penyebab Tambang Batubara di Sawahlunto Meledak

Kapolda Sumatera Barat, Irjen Suharyono mengungkapkan dugaan penyebab ledakan di lubang tambang SD C2 (Lori 2) milik PT Nusa Alam Lestari karena gas metana.

Selama Sepekan, Merapi Belasan Kali Luncurkan Guguran Lava
Indonesia
Selama Sepekan, Merapi Belasan Kali Luncurkan Guguran Lava

Gunung Merapi yang terletak di perbatasan Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mengalami peningkatan aktivitas dalam beberapa pekan belakangan.

Pj DKI 1 Tanggapi Sentilan Jokowi soal Sampah Jakarta
Indonesia
Pj DKI 1 Tanggapi Sentilan Jokowi soal Sampah Jakarta

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI mengoptimalkan pembuangan sampah di TPST Bantargebang, Bekasi, Jawa Barat, yang memiliki konsep refused-derived fuel (RDF).

Komisi II DPR Dorong Tenaga Honorer Diangkat jadi PPPK
Indonesia
Komisi II DPR Dorong Tenaga Honorer Diangkat jadi PPPK

"Tujuannya agar ditemukan jalan keluar dan mereka dapat direkrut menjadi tenaga kerja PPPK (Pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja)," kata Doli Kurnia

Komisi III DPR Tetapkan Johanis Tanak jadi Pengganti Lili Pintauli di KPK
Indonesia
Komisi III DPR Tetapkan Johanis Tanak jadi Pengganti Lili Pintauli di KPK

Keputusan itu diambil berdasarkan hasil pemungutan suara terbanyak dari seluruh anggota Komisi III DPR yang hadir

Survei Polmatrix: Elektabilitas Ganjar tak Terkejar, Berpeluang Raih Tiket Capres
Indonesia
Survei Polmatrix: Elektabilitas Ganjar tak Terkejar, Berpeluang Raih Tiket Capres

Naiknya elektabilitas Ganjar, lanjut Dendik, semakin meningkatkan peluang mantan anggota DPR RI itu untuk bisa mendapatkan tiket capres pada Pemilu 2024.

Vaksinasi Tembus 400 Juta, 1.171 Orang Sembuh dari COVID-19 dalam Sehari
Indonesia
Vaksinasi Tembus 400 Juta, 1.171 Orang Sembuh dari COVID-19 dalam Sehari

Jumlah yang sembuh dari kasus corona bertambah 1.171 orang sehingga menjadi sebanyak 5.881.490 orang.

Di Depan DPR, Luhut Jelaskan Alasan Kenapa Punya Banyak Jabatan
Indonesia
Di Depan DPR, Luhut Jelaskan Alasan Kenapa Punya Banyak Jabatan

Luhut meminta kepada seluruh anggota DPR agar lebih bijak dalam melontarkan kritik.

Ukuran keberhasilan Kementerian ATR/BPN adalah Kinerja bukan Seragam Baru
Indonesia
Ukuran keberhasilan Kementerian ATR/BPN adalah Kinerja bukan Seragam Baru

“Masih banyak masalah pertanahan di negara ini yang harus diselesaikan,” ujarnya.