Asian Games 2018 Dijamin Bebas Asap Pekerja melakukan perawatan rumput lapangan Stadion Pakansari, Bogor. Stadion itu merupakan salah satu venue Asian Games 2018 mendatang. (ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya)

Merahputih.com - Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mulai menerapkan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) untuk membuat hujan buatan di Sumatera Selatan guna mengamankan Asian Games 2018 dari bencana asap.

"Besok ada Apel di Sumatera Selatan, termasuk BPPT ikut, dan akan mulai melakukan TMC untuk hujan buatan. Kita basahi dulu gambut-gambutnya pada Mei dan Juni, karena BMKG juga sudah mengeluarkan informasi kalau bulan Mei 2018 sudah masuk musim kering," kata Sestama BNPB, Dody Ruswandi di gathering Balai Besar Teknologi Modifikasi Cuaca di BPPT, Jakarta, Selasa (15/5).

Hal ini merupakan bagian dari kesiapan khusus untuk mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kesiapsiagaan ini berlaku untuk tiga provinsi di Sumatera, yakni Sumatera Selatan, Riau dan Jambi.

Rapat koordinasi mengantisipasi bencana asap selama Asian Games ini, juga akan terus dilakukan di Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemko PMK) yang menyertakan seluruh pemangku kepentingan termasuk dengan BNPB, BPPT, Badan Restorasi Gambut (BRG).

Kepulan asap dari pembakaran hutan untuk membuka lahan perkebunan di dataran tinggi Nisam Antara, Aceh Utara. (ANTARA FOTO/Rahmad)

Saat pembasahan gambut dengan menurunkan hujan di Sumsel dengan TMC berhasil, ia mengatakan tentu BRG juga bergerak memastikan air tidak hilang begitu saja dengan membangun sekal kanal di area gambut.

Kepala BPPT Unggul Priyanto mengatakan saat ini waktu yang tepat untuk melakukan pembasahan karena masih ada awan yang bisa disemai untuk hujan buatan dengan TMC yang sudah dikembangkan BPPT.

"Kita percepat saja turunnya hujan, mulai dari sekarang, karena sekarang masih ada awan sehingga lebih mudah hasilkan hujan. Kalau memang terlihat ada potensi hujan, jatuhkan saja dulu lebih cepat, yang penting lahannya bisa basah lebih dulu," lanjutnya dikutip Antara.

cara rekayasa hujan buatan (BPPT)

Kepala Balai Besar Teknologi Modifikasi Cuaca (BBTMC) BPPT Tri Handoko Seto mengatakan pihaknya menggunakan satu pesawat untuk melakukan TMC di 2018 ini. Penerapannya akan dilakukan untuk membasahi Sumsel lebih dulu karena menjadi lokasi pelaksanaan Asian Games.

Selanjutnya, menurut dia, BPPT akan melihat hasil dan kondisi di lapangan. Tidak menutup kemungkinan TMC juga akan dilakukan di Jambi dan Riau guna mencegah karhutla di sana yang bisa mengekspor asap ke Sumsel.

"Begitu Sumsel sudah cukup basah, kita selesaikan juga yang di Jambi dan Riau, jangan sampai ada kebakaran yang asapnya sampai masuk ke Sumsel. Metode TMC yang kita gunakan masih sama, tapi operasi di lapangan sudah memanfaatkan data survei terintegrasi hasil kerja sama BPPT dengan berbagai pihak termasuk swasta yang sama-sama memantau juga level air gambut," ujar dia. (*)



Angga Yudha Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH