Asal-Usul Nama Rhoma Irama, Dari Grup Sandiwara Hingga Gelar Menak Sunda Rhoma Irama tampil di tengah berpose mirip pejuang pada sebuah kalender di tahun 1981. (bukulawa)

SUARA tangis bayi sontak mengusir rasa cemas Raden Burdah Anggawirya, Komandan Batalyon Garuda Putih. Dia lega melihat istrinya, Tuty Djuariah, selamat dan sang buah hati lahir sehat, pada 11 Desember 1946, Tasikmalaya, Jawa Barat.

Raden Burdah kemudian memberi asma bayi lelakinya Irama. “Nama Irama berasal dari nama sandiwara Sunda kegemaran orang tuanya, Sandiwara Irama Baru dengan aktor ternama Tan Tjeng Bok dan aktris Fifi young,” dikutip Tempo, 30 Juni 1984.

Mereka sangat gandrung menonton grup Irama Baru. Bahkan jelang kelahiran anak lelakinya kelak dikenal sebagai ‘Raja Dangdut’, Tuty Djuariah masih sempat menyaksikan Pak Item alias Tan Tjeng Bok bermain watak.

Di lingkungan keluarga, nama Irama tak begitu populer sebab anak lelaki tersebut kadung disapa Oma, karena sering memanggil ibunya dengan Oma sehingga berbalik jadi ‘trademark’nya.

Oma sangat senang musik. Bakat bernyanyinya sudah terlihat semenjak Oma duduk di bangku Sekolah Rakyat (setingkat SD). “Bakat ini menurun secara alamiah dari sang ayah yang juga bersuara merdu dan berjiwa seni,” ungkap Rhoma Irama dikutip Sulaiman Harahap pada “The Voice of Moslem: Dangdut Dakwah Rhoma Irama Bersama Soneta”.

Bakat menyanyi Oma semakin terasah kala pamannya, Arifin Ganda, sering mengajarinya menyanyi lagu-lagu Jepang. Di masa SMP, Oma akhirnya bergabung pada kelompok musik bernama Varia Irama Melodi, di Medan pada 1959.

Rhoma Irama

Berpindah dari satu band ke band lainnya juga genre musik, mulai bernyanyi lagu Paul Anka, Tom Jones, Andy Williams, Pat Boone, The Beatles, Rolling Stone, hingga musik Melayu dilakoni Oma secara bersamaan.

Ibaratnya, Oma hidup di dua alam musik berbeda. Bila di suatu malam Minggu, dinukil Zaman, 8 Juni 1984, Oma menyanyi di kampung becek menghibur tamu resepsi acara perkawinan, sedangkan di malam Minggu lainnya dia tampil di depang orang 'gedongan' dengan lagu Barat. Karir bermusiknya pun melesat.

Di antara dua pilihan, Oma tegas memilih jalur Dangdut Melayu. Dia berkolaborasi dengan banyak musisi Dangdut tanah air hingga kondang bersama Soneta.

Setelah pulang menjalankan ibadah Haji pada 1975, namanya bertambah satu huruf saat menyandang predikat Haji. “Ia menambahkan predikat Haji dan status sosial ningrat pesanan dari ayahnya sebelum meninggal untuk dipakai pada nama,” dikutip Tempo.

Oma Irama kemudian tampil dengan nama baru dengan penambahan huruf R berasal dari Raden sebagai status kebangsawanannya sebagai Menak Sunda, dan huruf H dari predikat sebagai Haji, menjadi Rhoma Irama. (*)



Yudi Anugrah Nugroho

LAINNYA DARI MERAH PUTIH