AS Pertimbangkan Serangan Darat ke Iran, Donald Trump Belum Buat Keputusan

Soffi AmiraSoffi Amira - Minggu, 29 Maret 2026
AS Pertimbangkan Serangan Darat ke Iran, Donald Trump Belum Buat Keputusan

Serangan Iran ke Pangkalan AS di Qatar. (Foto: dok. Media Sosial)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Departemen Pertahanan Amerika Serikat (AS) diketahui sedang merancang skenario serangan darat ke Iran selama beberapa pekan, meski keputusan berada di tangan Presiden AS, Donald Trump.

Menurut laporan Washington Post, para pejabat mengatakan rencana tersebut dapat menandai "fase baru perang" yang "lebih berbahaya" bagi pasukan AS dibanding dengan yang sudah berlangsung selama empat pekan terakhir.

Operasi darat yang direncanakan itu tidak akan menjadi invasi berskala penuh, tetapi bisa mencakup penyergapan oleh personel operasi khusus dan infanteri, menurut pernyataan pejabat yang tak disebutkan namanya.

Namun, operasi semacam itu membuat personel AS terpapar ancaman dari drone dan rudal, tembakan darat, serta peledak rakitan.

"Tugas Pentagon adalah membuat persiapan agar Panglima Tertinggi mendapatkan pilihan yang paling optimal," ucap juru bicara Gedung Putih, Karoline Leavitt.

Baca juga:

Kapal Pertamina Tertahan di Selat Hormuz, Komisi XII DPR Desak Prabowo Lobi Iran

"Hal tersebut bukan berarti Presiden telah membuat keputusan," tambah Leavitt.

Sedangkan di antara skenario yang dibahas adalah operasi terhadap Pulau Kharg, titik ekspor minyak yang penting bagi Iran, dan operasi penyergapan di pesisir Selat Hormuz untuk mengatasi ancaman pelayaran.

Para pejabat menyebutkan, bahwa misi tersebut dapat berlangsung beberapa pekan, bukan beberapa bulan. Lalu, pejabat lainnya memperkirakan operasi tersebut bisa berlangsung beberapa bulan.

Sebelumnya, Trump mengatakan bahwa ia tidak akan mengerahkan personel ke manapun.

Baca juga:

Perang di Iran, Bikin Harga BBM di Inggris Naik 15 Persen Jadi Rp 33.800 Per Liter

Sementara itu, Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio menegaskan, perang dengan Iran "tak akan menjadi perang berkepanjangan." Sebab, tujuan perang tersebut dapat dicapai tanpa pengerahan pasukan darat.

Menurut pernyataan pejabat, sebanyak 13 personel militer AS tewas dan 300 lebih lainnya terluka dalam berbagai serangan di kawasan Teluk, sejak perang terjadi pada akhir Februari 2026.

Pandangan masyarakat terhadap pengerahan pasukan darat AS ke Iran juga terbelah, dengan sebuah jajak pendapat mendapati 62 persen responden menolak serangan darat ke Iran, dan hanya 12 persen yang mendukung.

Ketegangan di kawasan Teluk mengalami eskalasi sejak Israel dan AS melancarkan serangan gabungan ke Iran pada 28 Februari 2026 lalu, yang menewaskan lebih dari 1.300 orang, termasuk Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.

Baca juga:

PBB dan Amerika Serikat Minta Perundingan dengan Iran Buka Selat Hormuz

Iran pun membalas lewat serangan drone dan rudal ke Israel serta wilayah-wilayah di Yordania, Irak, dan negara Teluk yang menampung aset militer AS.

Serangan balasan itu menelan korban jiwa, kerusakan infrastruktur, serta gangguan pada pasar dan penerbangan global. (*)

#Konflik Israel-Iran #Ketegangan Timur Tengah #Donald Trump #Perang #Amerika Serikat
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Soffi Amira

Content editor, jurnalis digital, content writer yang terbiasa menulis artikel Search Engine Optimization (SEO). Ilmu Komunikasi (Jurnalistik) Universitas Multimedia Nusantara (UMN) 2012-2017. Aktif menulis, mengedit, dan mengembangkan berbagai jenis konten, mulai dari sepak bola, teknologi, hingga isu-isu yang sedang tren.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Dunia
Insiden Rollercoaster di Amerika Serikat, 1 Orang Tewas
Saksi mata memberi tahu media lokal bahwa mereka melihat seorang pria terlempar dari wahana tersebut.
Dwi Astarini - Selasa, 13 Oktober 2026
Insiden Rollercoaster di Amerika Serikat, 1 Orang Tewas
Dunia
USS Abraham Lincoln Tiba di San Diego, ABK Stres 265 Hari Satroni Iran Pulang Tanpa Kemenangan
Isak tangis haru berbaur rasa trauma membuncah di San Diego Bay, California, saat kapal induk raksasa Angkatan Laut Amerika Serikat, USS Abraham Lincoln, akhirnya resmi berlabuh
Wisnu Cipto - Sabtu, 10 Oktober 2026
USS Abraham Lincoln Tiba di San Diego, ABK Stres 265 Hari Satroni Iran Pulang Tanpa Kemenangan
Dunia
Eksekusi Tembak Mati Tentara AS Pembunuh 13 Rekannya Bakal di Siarkan Langsung
Nidal Malik Hasan divonis bersalah karena telah membunuh 13 rekannya sesama tentara AS di sebuah pangkalan militer di Texas pada 2009.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 09 Oktober 2026
Eksekusi Tembak Mati Tentara AS Pembunuh 13 Rekannya Bakal di Siarkan Langsung
Indonesia
PHK 6.000 Warga AS, Karyawan Asing di Microsoft Ditolak Jadi Residen
"Mereka juga telah melakukan PHK terhadap 6.000 pekerja Amerika dan menggantinya dengan 6.300 pekerja pemegang visa H-1B," kata Vance.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 09 Oktober 2026
PHK 6.000 Warga AS, Karyawan Asing di Microsoft Ditolak Jadi Residen
Dunia
Jangan Liburan ke New York Dulu, Gubernur Terbitkan Dekrit Darurat Campak Hingga 4 November
Gubernur New York Kathy Hochul resmi menetapkan status darurat bencana akibat ledakan wabah campak hingga 4 November 2026. Simak peringatan penting ini!
Wisnu Cipto - Selasa, 06 Oktober 2026
Jangan Liburan ke New York Dulu, Gubernur Terbitkan Dekrit Darurat Campak Hingga 4 November
Dunia
Donald Trump: Biarkan Iran Hancurkan Los Angeles dan San Diego
Donald Trump menyinggung kemungkinan Iran melancarkan serangan terhadap kota di AS.
Yusuf Abdillah - Selasa, 06 Oktober 2026
Donald Trump: Biarkan Iran Hancurkan Los Angeles dan San Diego
Dunia
Rektor Cornell University Tegaskan Kampus Harus Berbenah setelah Kasus Pemerkosaan
Rektor Cornell University menggambarkan dugaan yang disampaikan perempuan tersebut, yang diidentifikasi sebagai Jane Doe, sebagai hal yang ‘sangat meresahkan’.
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
Rektor Cornell University Tegaskan Kampus Harus Berbenah setelah Kasus Pemerkosaan
Dunia
Kasus Pemerkosaan Cornell University, Rektor Dukung Pemeriksaan Eksternal
Korban mengklaim ia dicekoki ketamin, dianiaya, dan diperkosa tujuh anggota fraternity Chi Phi.
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
Kasus Pemerkosaan Cornell University, Rektor Dukung Pemeriksaan Eksternal
Dunia
AS Siapkan Tambahan Pasukan dan Pesawat Militer ke Israel, Ada Apa?
Amerika Serikat (AS) dikabarkan tengah menyiapkan pengerahan tambahan pasukan dan pesawat militer ke Israel.
Yusuf Abdillah - Senin, 05 Oktober 2026
AS Siapkan Tambahan Pasukan dan Pesawat Militer ke Israel, Ada Apa?
ShowBiz
Dari Brooklyn ke Fort Dix, Sean 'Diddy' Combs Tetap Jadi 'Raja' Meski Terjerat Kasus Prostitusi
Dugaan kepemilikan zat terlarang dan obat resep ilegal kembali mencoreng reputasi Sean 'Diddy' Combs di penjara.
Wisnu Cipto - Minggu, 04 Oktober 2026
Dari Brooklyn ke Fort Dix, Sean 'Diddy' Combs Tetap Jadi 'Raja' Meski Terjerat Kasus Prostitusi
Bagikan