AS Hapus Xiaomi dari Black List AS hapus Xiaomi dari black list perdagangan. (Foto: XDA Developers)

AMERIKA Serikat (AS) secara resmi menghapus Xiaomi dari black list perdagangannya. Pengadilan Distrik AS, untuk Distrik Columbia, mengeluarkan perintah untuk menghilangkannya dari Departemen Pertahanan AS yang menyatakan Xiaomi adalah "perusahaan militer Komunis China" (Communist Chinese Military Company/CCMC).

Dilansir dari The Verge, Rabu (26/5), pernyataan tersebut telah menyebabkan warga AS dilarang untuk berinvestasi di perusahaan raksasa teknologi asal Tiongkok itu.

Baca Juga:

Mengenal Keganasan Ransomaware 2.0

tekno
Xiaomi menegaskan bahwa mereka adalah perusahan yang jujur dan terbuka. (Foto: apkrig)

"Perusahaan (Xiaomi) berterima kasih atas kepercayaan dan dukungan dari pengguna global, mitra, karyawan, dan pemegang saham," kata juru bicara Xiaomi dalam sebuah pernyataan yang dimuat The Verge.

“Xiaomi menegaskan kembali bahwa kami adalah perusahaan yang terbuka, transparan, diperdagangkan secara publik, dioperasikan dan dikelola secara independen. Perusahaan akan terus menyediakan produk dan layanan elektronik konsumen yang andal kepada pengguna, dan tanpa henti membuat produk luar biasa dengan harga yang jujur agar semua orang di dunia menikmati kehidupan yang lebih baik melalui teknologi inovatif,” lanjutnya

Sebelumnya AS telah mengeluarkan penetapan penunjukan nama-nama CCMC pada 14 Januari, atau pada minggu terakhir pemerintahan Trump. Xiaomi juga menggugat pemerintah AS pada bulan berikutnya.

Baca Juga:

Smartwatch Bisa Selamatkan Nyawa tapi Juga Picu Kekhawatiran

tekno
Huawei masih dalam sanksi AS. (Foto: Regionweek)

Pada bulan Maret memenangkan putusan awal pengadilan yang menghapus penunjukan perusahaannya terhadap CCMC, dengan hakim menggambarkan daftar hitam sebagai tindakan sewenang-wenang dan “plin-plan". Awal bulan ini Xiaomi dan Departemen Pertahanan mengumumkan bahwa mereka akan mencapai kesepakatan untuk menyelesaikan masalah di antara mereka.Ketika Xiaomi telah berhasil keluar dari masalah dengan pemerintah AS, pemerintahan presiden Biden ini belum memberikan indikasi bahwa sanksi Trump yang diberikan kepada Huawei akan dicabut

Divisi konsumen dari perusahaan Huawei telah dilumpuhkan karena ketidakmampuannya berbisnis dengan perusahaan yang berbasis di AS. Perangkat dari perusahaan itu juga dituduh oleh beberapa politisi AS sebagai ancaman keamanan nasional AS.

Baru-baru ini, Pendiri sekaligus CEO Huawei Ren Zhengfei dikabarkan telah mengirim catatan internal kepada para staf yang mengatakan bahwa Huawei harus beralih ke perangkat lunak sebagai cara untuk mengatasi sanksi dari AS. (kna)

Baca Juga:

Pembaruan iOS 14.6 akan Perbaiki Banyak Error

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Audio Made In Negeri Aing Ternyata Digunakan Mobil Sekelas Bentley
Hiburan & Gaya Hidup
Audio Made In Negeri Aing Ternyata Digunakan Mobil Sekelas Bentley

CV Sinar Baja Electric (SBE) yang merupakan produsen speaker lokal asal Surabaya, tercatat sudah mengekspor produknya ke berbagai belahan dunia

Meta Tak Buat Enkrispsi End-to-end di Messenger dan Instagram Hingga 2023
Fun
Meta Tak Buat Enkrispsi End-to-end di Messenger dan Instagram Hingga 2023

fitur E2EE tersebut hanya pengirim dan penerima yang dapat melihat percakapan.

Terus Serukan Keragaman, Lego Luncurkan Set 'Queer Eye'
Fun
Terus Serukan Keragaman, Lego Luncurkan Set 'Queer Eye'

Memiliki total 974 blok, termasuk sofa dan wall art.

Momen Genting Ketika Fanclub K-Pop Memboikot Kelompok Mereka Sendiri
Fun
Momen Genting Ketika Fanclub K-Pop Memboikot Kelompok Mereka Sendiri

Fanclub K-Pop mengganas ketika memboikot kelompoknya.

Loungewear hingga Oversized Jadi Pilihan Fesyen di 2021
Fashion
Loungewear hingga Oversized Jadi Pilihan Fesyen di 2021

Selera fesyen masyarakat tanpa disadari bergeser akibat pandemi.

Rayakan Ramadan, SnackVideo Ajak Berbagi Kebaikan lewat  Konten Positif
Fun
Rayakan Ramadan, SnackVideo Ajak Berbagi Kebaikan lewat Konten Positif

SnackVideo hadirkan berbagai program menarik selama Ramadan.

Amanda Rawles Harus Berpayah-payah untuk 'Dear Nathan'
ShowBiz
Amanda Rawles Harus Berpayah-payah untuk 'Dear Nathan'

Film tersebut kembali menghadirkan Amanda Rawles dan Jefri Nichol sebagai pemeran utama.

Perjalanan Sakral Yura Yunita Terangkum di Album ‘Tutur Batin’
ShowBiz
Perjalanan Sakral Yura Yunita Terangkum di Album ‘Tutur Batin’

Yura Yunita telah melalui perjalanan katarsis dalam memenuhi seluruh isi trek dalam album ketiganya bertajuk Tutur Batin.

Bukan Hal Mustahil, Kini Kamu Bisa Belajar Bareng Idola Kpop
Fun
Bukan Hal Mustahil, Kini Kamu Bisa Belajar Bareng Idola Kpop

Rose BLACKPINK pun siap jadi teman belajar kamu.