AS Barter Nuklir Korut dengan Pencabutan Status Negara teroris Pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong Un saksikan peluncuran rudal (AFP/ANTARA)

MerahPutih.com - Amerika Serikat (AS) berjanji akan mencabut status Korea Utara dari daftar negara teroris dalam pertemuan antara Presiden AS Donald Trump dengan Pemimpin Korut Kim Jong un di Singapura pada 12 Juni mendatang.

Demikian laporan kantor berita Jepang, Asahi, mengutip beberapa sumber di Kementerian Luar Negeri AS. Namun, AS mensyaratkan Korut harus bersedia memindahkan beberapa rudal balistik antarbenua, hulu ledak nuklir, dan bahan nuklirnya ke luar negeri dalam waktu enam bulan.

donald
Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan ibu negara Melania Trump, saat kedatangan warga AS yang ditawan Korut di Joint Base Andrews, Maryland, Amerika Serikat, Kamis (10/5). ANTARA FOTO/REUTERS/Jona

"Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo juga tampaknya telah memberi tahu pemimpin Korea Utara Kim Jong-un, ketika mereka bertemu awal bulan ini, bahwa Washington mungkin mencabut Pyongyang dari daftar sponsor negara terorisme jika kapal-kapal Korea Utara mengirim keluar barang-barang nuklir itu," seperti dikutip Reuters dari Asahi, Kamis (17/5).

Kantor berita Jepang itu juga melaporkan jika Korut memenuhi syarat itu sebelum pertemuan 12 Juni digelar, maka AS akan membatalkan janji mencabut status negara Kim Jong un itu dari daftar negara teroris. "Dapat dibatalkan pada pertemuan puncak yang direncanakan dengan Amerika Serikat pada 12 Juni."

"Washington sedang mempertimbangkan memberikan jaminan untuk rezim Kim dan sikap itu termasuk dalam pernyataan bersama oleh kedua pemimpin," tulis Asahi dalam laporan surat kabar itu.

kim jong-un
Pemimpin Korut Kim Jong-un. (Foto: sputniknews)

Laporan ini muncul di tengah nasib pertemuan Pemimpin Korut Kim Jong-un dengan Presiden AS Donald Trump berada diujung tanduk.

Korut mengancam akan membatalkan pertemuan yang rencananya akan di lakukan pada 12 Juni di Singapura. Korut mencela latihan militer AS-Korsel sebagai provokasi dan membatalkan pembicaraan tingkat tinggi dengan Seoul.

Pyongyang juga menegaskan tidak tertarik membahas denuklirisasi dengan Washington tanpa ada jaminan Korut bebas dari agresi. Wakil Menteri Luar Negeri Kim Kye-gwan tak mau Korea Utara seperti nasib Libya yang tak memiliki jaminan bebas agresi setelah melucuti program senjata nuklirnya. (*)



Wisnu Cipto

LAINNYA DARI MERAH PUTIH