AS Ancam Hancurkan Ekonomi Turki Penduduk Kurdi Suriah berharap bahwa Operasi Perdamaian Musim Semi oleh Turki juga akan membantu mereka pulang ke rumah. (Anadolu Agency)

MerahPutih.com - Presiden AS Donald Trump menyatakan akan mengesahkan sanksi terhadap pejabat Turki, menghentikan perundingan perjanjian dagang nilai USD 100 miliar, serta meningkatkan tarif baja negara tersebut hingga 50 persen.

Sanksi tersebut terkait serangan Ankara di Suriah Timur Laut. Demikian seperti dikutip Antara.

Baca Juga:

Suriah Kerahkan Pasukan di Sepanjang Perbatasan Turki

Turki melancarkan serangan lintas-perbatasan terhadap milisi Kurdi YPG pada Rabu setelah Trump menarik pasukan AS dari kawasan tersebut, sehingga menuai kritikan pedas dari sesama rekan di Partai Republik. Mereka menuding Trump meninggalkan sekutu yang berjuang memerangi ISIS.

 Pegiat agama, sosial dan sipil telah berkumpul di Kota Hasaka dan Qamishli untuk menyampaikan pengutukan terhadap serangan militer Turki ke wilayah Suriah, Jumat, 11 Okt. 2019 (SANA Agency)
Pegiat agama, sosial dan sipil telah berkumpul di Kota Hasaka dan Qamishli untuk menyampaikan pengutukan terhadap serangan militer Turki ke wilayah Suriah, Jumat, 11 Okt. 2019 (SANA Agency)


Pernyataan Trump yang menjanjikan perintah eksekutif "segera" tidak menentukan individual tetapi mengatakan itu akan memungkinkan Washington memberlakukan "sanksi berat tambah" terhadap mereka, yang mungkin terlibat dalam pelanggaran HAM serius, menghalangi gencatan senjata, dan mencegah warga kembali ke rumah dan pemulangan pengungsi secara paksa.

Baca Juga:

Ratusan Orang Dilaporkan Tewas dalam Serangan Turki di Suriah

"Saya sepenuhnya siap menghancurkan ekonomi Turki jika para pimpinan negara itu terus menempuh jalan yang berbahaya dan merusak ini," kata Trump.

"Perintah itu akan mengesahkan berbagai konsekuensi, termasuk sanksi keuangan, pembekuan aset dan pelarangan masuk ke Amerika Serikat."

Kendaraan lapis baja Turki dan anggota militer berjaga dekat perbatasan Turki-Suriah di provinsi Sanliurfa, Turki, Minggu (13/10/2019). (REUTERS/MURAD SEZER)
Kendaraan lapis baja Turki dan anggota militer berjaga dekat perbatasan Turki-Suriah di provinsi Sanliurfa, Turki, Minggu (13/10/2019). (REUTERS/MURAD SEZER)


Ia juga kembali menegaskan akan menarik pasukan AS yang tersisa dari Suriah, di luar dari sekelompok kecil di wilayah selatan Suriah. Trump menyebutkan mereka akan dipindahkan ke tempat lain di kawasan tersebut untuk memantau situasi. (*)

Baca Juga:

ISIS Kalah di Suriah, Pengamat Prediksi Isu Teroris Kembali Dibahas dalam Debat


Tags Artikel Ini

Zulfikar Sy

LAINNYA DARI MERAH PUTIH