Arus Balik Lebaran, Solo Tolak Permintaan Rapid Test dan PCR untuk Syarat Keterangan Sehat Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Solo Siti Wahyuningsih, Rabu (28/5). (MP/Ismail)

MerahPutih.com - Dinas Kesehatan Kota (DKK) Solo, Jawa Tengah menerima banyak permintaan rapid test dan tes swab polymerase chain reaction (PCR) dari para pemudik yang akan kembali ke daerah perantauan usai Lebaran. Rapid test dan PCR tersebut digunakan sebagai syarat untuk menerbitkan surat keterangan sehat.

"Banyak daerah memberlakukan syarat khusus (surat keterangan sehat) untuk bisa masuk ke wilayah tertentu membuat permintaan rapid test dan PCR meningkat," ujar Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Solo Siti Wahyuningsih pada Merahputih.com, Rabu (27/5).

Baca Juga:

PSI: Anies Harus Adil Berikan Tunjangan bagi Pegawai Pemprov DKI

Namun demikian, DKK Solo, kata Ning, tidak melayani permintaan rapid test dan tes PCR untuk syarat menerbitkan surat keterangan sehat yang akan digunakan pemudik yang agar bisa kembali ke daerah perantauan. Ia menegaskan rapid test dan tes PCR hanya diperuntukan bagi Orang Dalam Pengawasan (ODP), Pasien Dalam Pengawasan (PDP), dan untuk tindak lanjut tracing.

"Kalau rapid test dan tes PCR untuk tujuan membuat surat keterangan sehat untuk pemudik yang ingin kembali daerah perantauan silahkan bikin mandiri di rumah sakit yang melayani," tutur dia.

Kapolresta Surakarta, Kombes Pol Andy Rifai menjalani rapid test massal yang diadakan Pemkot Solo, Jawa Tengah, Rabu (28/5). (MP/Ismail)
Kapolresta Surakarta, Kombes Pol Andy Rifai menjalani rapid test massal yang diadakan Pemkot Solo, Jawa Tengah, Rabu (28/5). (MP/Ismail)

Ia mengatakan puskesmas di Solo juga tidak melayani rapid test dan tes PCR. Puskesmas hanya bisa bikin surat keterangan sehat, tapi dengan syarat harus menyertakan hasil rapid test dan tes PCR yang dikeluarkan rumah sakit.

Sementara itu, untuk memutus penyebaran COVID-19, DKK Solo kembali melakukan rapid test massal. Kali ini rapid test menyasar Aparatur Sipil Negara (ASN), awak media, dan pimpinan muspida meliputi kapolresta Surakarta, Dandim 0735/Surakarta, Kemenag Solo, Kajari, Wali Kota Solo, dan PN Solo.

"Hari ini (Rabu) ada sekitar 200 orang yang ikut rapid test massal, termasuk Wali Kota Solo dan Kapolresta Surakarta ikut rapid test," kata dia.

Baca Juga:

TNI-Polri Dilibatkan Disiplinkan Warga, DPR: Malah Bagus, Mestinya Dari Awal

Ia mengungkapkan rapid test menyasar pimpinan muspida ini karena mereka selama ini orang terdepan dalam menangani COVID-19 sehingga rawan terpapar. Hasil rapid test baru diketahui Kamis (28/5).

Kapolresta Surakarta, Kombes Pol Andy Rifai mendukung langkah DKK melakukan rapid test massal bagi pimpinan muspida di Solo. Menurunya rapid test ini sebagai langkah baik dalam memutus penyebaran virus corona di Solo.

"Kami juga meminta pada anggota yang ada dilapangan khususnya bekerja di zona merah COVID-19 untuk ikut rapid test yang diadakan DKK Solo," kata Andy. (Ism)

Baca Juga:

Jokowi Turunkan Lebih Banyak Tentara dan Polisi di Jawa Timur


Tags Artikel Ini

Zulfikar Sy

LAINNYA DARI MERAH PUTIH