Arsip Bersejarah Lasem Diajukan sebagai Memori Kolektif Bangsa

Dwi AstariniDwi Astarini - Jumat, 01 Desember 2023
Arsip Bersejarah Lasem Diajukan sebagai Memori Kolektif Bangsa
Sejumlah arsip koleksi Museum Nyah Lasem diajukan menjadi memori kolektif bangsa.(foto: Dok Agni Malagina)

SEBUAH surat nan menerangkan pendirian dapur umum oleh Badan Pekerja Tionghoa di 1947 menjadi salah satu arsip berharga dari daerah Lasem, Rembang, Jawa Tengah. “Arsip ini istimewa,” kata peneliti arsip koleksi Museum Nyah Lasem yang juga peneliti budaya Tionghoa Indonesia Agni Malagina dalam keterangan resmi yang diterima Merahputih.com, Kamis (30/11).

Secarik surat itu menjadi satu dari sejumlah arsip Museum Nyah Lasem yang diajukan Yayasan Lasem Heritage bersama Dinas Kearsipan dan Perpusatakaan Kabupaten Rembang dalam kegiatan Memori Kolektif Bangsa (MKB) yang diselenggarakan Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI). “Pengajuan arsip dari Kabupaten Rembang ini amat penting demi mengangkat Arsip Lasem sebagai sejarah perjalanan bangsa yang merupakan aset nasional dan mengangkat Lasem melalui arsip untuk mendukung daerah ini menjadi Kawasan Cagar Budaya Nasional yang telah berproses sejak 2019,” jelas Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah Kabupaten Rembang Drs Achmad Sholchan, M Pd.

BACA JUGA:

Makam Kapitan Tionghoa Tertua Ditemukan di Lasem

Ia menjelaskan pihaknya berkerja sama dengan masyarakat dan komunitas lokal untuk program ini. Arsip diajukan, jelasnya, merupakan milik perseorang yang dikelola Museum Nyah Lasem.

Arsip lasem
Salah satu surat dalam arsip Lasem.(foto: dok Agni Malagina)

Nyah Lasem merupakan bangunan cagar budaya yang berfungsi sebagai museum, warung makan, tempat diskusi, dan guest house. Pengelola Museum Nyah Lasem Suwargi NS mengatakan arsip yang diajukan ke MKB merupakan koleksi pribadi. “Arsipnya milik Bapak A Soesantio dan Baskoro. Namun, kami kelola dan dikaji peneliti Yayasan Lasem Heritage. Sudah didigitalkan juga secara mandiri. Arsip ini penting karena menjadi sumber perjalanan sejarah Lasem yang baru saja diteliti,” ujar pria yang akrab disapa Agik ini.

Agni Malagina menjadi peneliti arsip koleksi Museum Nyah Lasem bersama Candrika Ilham, seorang arkeolog yang memiliki minat pada pengelolaan museum. Menurut Agni, arsip yang akan diajukan sebagai Memori Kolektif Bangsa merupakan arsip penting Lasem yang belum pernah diungkap sebelumnya. “Koleksi arsip ini menggambarkan jaringan bisnis batik Lasem yang masif pada awal hingga pertengahan abad 20. Belum pernah diteliti siapa pun. Saya telah menggunakan arsip tersebut dalam beberapa penelitian saya tentang sejarah Pecinan dan Batik Lasem,”ujar Agni.

BACA JUGA:

Menyelamatkan Nisan Tionghoa Kuno Lasem

Selain arsip jaringan dagang batik, kata Agni, ada juga arsip tahun 1947 yang menggambarkan kisah peran perempuan Lasem terutama keluarga produsen batik yang membentuk dapur umum untuk menyediakan nasi bungkus untuk tantara Indonesia. “Arsip jaringan batik melibatkan perempuan, arsip era 1947 juga perempuan. Ini arsip tentang peran perempuan Lasem dalam lintasan sejarah Indonesia yang belum pernah terungkap,”jelas Agni. Lebih lanjut, Agni menjelaskan bahwa pemilik arsip tersebut merupakan orang yang sangat berjasa dalam melestarikan arsip sejarah Lasem.

Soesantio mengaku sangat senang dapat berkontribusi untuk kegiatan yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Rembang. “Saya mendukung dan mengizinkan arsip kami dapat diikutsertakan dalam kegiatan Memori Kolektif Bangsa. Semoga dapat diterima dengan baik dan membawa kebaikan pada pengembangan ilmu pengetahuan. Terima kasih untuk pemerintah,” ujar Soeasantio yang telah berusia 82 tahun yang juga seorang filatelis dan kolektor arsip Lasem.

nyah lasem
Soesantio berkontribusi untuk kegiatan yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Rembang.(foto: Dok Agni Malagina)

Yayasan Lasem Heritage selaku pengelola Museum Nyah Lasem akan berusaha menyumbangkan kontribusi pada pelestarian Kawasan Cagar Budaya Lasem dengan berbagai cara, seperti menghadirkan Museum Nyah Lasem sebagai pusat edukasi peran perempuan Lasem, pusat pengetahuan budaya Tionghoa Lasem, tempat diskusi komunitas, ruang pamer yang dikelola komunitas untuk masyarakat. Museum Nyah Lasem terletak di Jalan Karangturi V No 2, Desa Karangturi, Kecamatan Lasem, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah.(dwi)

BACA JUGA:

Melihat ‘Tiongkok Kecil’ dalam Karya Nominasi Kompetisi Desain Motif Batik Lasem 2023

#Travel #Lasem #Wisata Lasem
Bagikan
Ditulis Oleh

Dwi Astarini

Love to read, enjoy writing, and so in to music.
Bagikan