Armand Maulana: Mau Menang, Mau Kalah yang Rugi Adalah Kita Arman Maulana semua harus membangun.

PENYANYI sekaligus vokalis vokalis grup Gigi ini sangat prihatin dengan kejadian bom di Surabaya. Ia melihat adanya proses pelaku yang berlangsung dalam waktu lama. Suami Dewi Gita ini tidak pernah mengerti tujuan dari proses pembentukan kader-kader itu dari usia kecil. Berikut penuturan Arman kepada MerahPutih.com terkait bom di Surabaya.

"Trenyuh banget! Serem aja maksudnya karena memang ramainya sekarang. Sebetulnya itu doktrinasinya udah lama. Kalau yang anak kecilnya karena itu anaknya dari kecil udah di doktrinasi. Tapi kan difokuskannya yang udah gedenya. Berartikan doktrinasinya udah beberapa puluh tahun. Yang ngerinya itu! Kebayang kalau banyak orang-orang yang didoktrin seperti itu."

Bagi Arman, peristiwa seperti ini memancing kepeduliannya untuk kembali mengingatkan pada peristiwa yang lalu. Ia berusaha mengingatkan bahwa kedamaian itu mutlak adanya. Arman berusaha untuk mengingatkan orang dengan jalannya sendiri atau bersama orang lain. Yang paling terpenting baginya adalah tercapainya kedamaian.

armand maulana
Armand Maulana, menag-kalah semuanya hancur. (Foto: Instagram @armandmaulana04)

"Dari kemarin di Instagram juga saya nyanyi. Kayak Gigi tahun 98 Rindukan Damai. Kemarin saya nyanyiin lagi di instagram. Dulu kan kerusuhan Indonesia sesama warga Indonesia saling bunuh. Kalau ini kan bukan kerusuhan tapi sama juga terjadinya di Indonesia, teror bom. Terus makan banyak korban juga. Akhirnya saya nyanyi lagu itu, karena itu panggilan hati pas lihat berita. Pas lihat CCTVnya, anak kecil cewek dua sama ibunya kebawa perbuatan radikal banget. Kampanye yang saya lakukan di instagram ttu tergerak sendiri bukan karena teman-teman."

Rasa damai dan ketenangan menjadi dasar pemikiran Arman. Ia tidak mau melihat hal-hal seperti itu terjadi lagi di masa depan. Sekaligus membangun suasana yang lebih kondusif bagi perkembangan anak-anak zaman now. Seharusnya zaman seperti ini diisi dengan hal-hal yang baik bukan dengan peristiwa yang mengiris hati.

"Kampanye perdamaian, itu sih perlu! Yang sekarang kan banyak kejadian dan berita yang enggak asik. Counternya adalah kita harus memuat banyak berita yang membangun. Karena emang anak sekarang kan jamannya itu. Jadi untuk anak sekarang mungkin dapat, tapi sekarang harus banyak berita yang menyenangkan. Karena kalau banyak berita kayak gitu terus serem juga jadi enggak karuan. Belum lagi banyak broadcast siaga satulah dan lain-lain, jadi itu perlu hastag-hastag kayak gitu."

Arman menganalogikan dengan konser Gigi. Sangat merugikan bagi diri sendiri bila keadaan berubah menjadi kacau dan menimbulkan berbagai kerusakan. Baginya tidak ada yang menang bila keadaan menjadi tidak menentu, semua merugi.

armand maulana
Armand Maulana, menggunakan fans base untuk menciptakan kedamaian. (Foto: Instagram @armandmaulana04)

"Kalau gue sama Gigi lagi dipanggung atau gue sendiri, gue bilang rusuh itu yang rugi itu kita. Karena kalau yang di atas-atas enggak akan rugi! Mau menang, mau kalah yang rugi adalah kita. Karena yang namanya perang, yang kalah atau menang yah pasti sama-sama hancur. Saya selalu mengimbau, ya udahalah kita bangun aja yuk, enggak usah mikir yang enggak-enggak."

Sebagai musisi, Arman tahu persis yang harus diperbuat. Ia berharap teman-teman musisinya juga melakukan hal yang sama. Base fans yang mereka miliki mampu digerakan ke arah yang lebih baik dan membangun. Ia pun sudah membuktikan hal itu.

"Kalo menurut gue sih setiap musisi punya fans. Jadi kita sebagai musisi kalau memberikan di media sosialnya semangat dan hastag-hastag membangun. Itu udah kontribusi menurut gue. Kayak yang pas upload gue nyanyiin lagu Rindukan Kami aja responnya bagus banget, banyak yang mengamini, mendukung bahkan ngerepost." (ryn)

Kredit : raden_yusuf

Tags Artikel Ini

Paksi Suryo Raharjo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH