Arkeolog Papua Hari Suroto Sarankan Mumi Yamen Silok Dikonservasi Arkeolog Papua Hari Suroto (kanan) meminta masyarakat Yahukimo untuk menyimpan Mumi Yamen Silok (Foto: antaranews)

MerahPutih.Com - Mumi Yamen Silok atau Mumi Angguruk milik warga Kabupaten Yahukimo di Kurima mendapat perhatian serius dari para arkeolog. Salah satunya arkeolog Papua Hari Suroto yang menganjurkan agar mumi tersebut dikonservasi supaya tetap terawat dengan baik.

"Kondisi terkini mumi Yamen Silok butuh perawatan," kata Hari Suroto yang juga arkelog dari Balai Arkeologi Papua ketika dihubungi dari Kota Jayapura, Jumat (26/7) malam.

Baca Juga: Lembah Baliem, Mutiara Pegunungan Tengah Papua

Lebih lanjut, Hari mengungkapkan bahwa Lembah Baliem terkenal memiliki mumi. Berdasarkan data di Dinas Kebudayaan Pariwisata Kabupaten Jayawijaya terdapat empat mumi yang sudah dikonservasi yaitu mumi Araboda, Aikima, Pumo, Yiwika.

Mumi Yamen Silok atau Mumi Angguruk di Kurima Yahukimo
Mumi Yamen Silok atau Mumi Angguruk di Kurima, Yahukimo, Papua (Foto: antaranews)

"Keempat mumi ini telah dikonservasi pada Oktober hingga November 2017, dengan menghabiskan dana 900 juta rupiah. Kondisi keempat mumi saat ini terawat baik dalam kotak penyimpan," terang dia.

Namun, masih ada satu mumi di Lembah Baliem yang belum dikonservasi. Mumi ini yaitu mumi Yamen Silok atau Mumi Angguruk.

"Mumi ini merupakan satu-satunya mumi perempuan di Baliem, saat ini disimpan oleh masyarakat di Kurima, Yahukimo," kata alumnus Universitas Udayana Bali itu.

Baca Juga: Pertunjukan Perang Suku Papua dalam Festival Lembah Baliem

Mumi Lawi di Lembah Baliem
Mumi perempuan di Lembah Baliem (Foto: antaranews)

Sebagaimana dilansir Antara, Hari Suroto menyatakan Mumi Yamen Silok hanya disimpan sekadarnya di dalam honai. Mumi ini perlu dikonservasi dan dibuatkan kotak penyimpan agar lebih terawat dan terbebas dari gangguan serangga atau binatang pengerat.

"Saran saya, Pemerintah Kabupaten Yahukimo perlu belajar dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Jayawijaya yang telah sukses mengkonservasi empat mumi dengan melibatkan arkeolog Balai Arkeologi Papua dan Balai Pelestarian Cagar Budaya Sulawesi Selatan," tutupnya.(*)

Baca Juga: Tak Hanya Mesir, Di Papua Juga Ada Mumi



Eddy Flo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH