Argentina Selidiki Kematian Diego Maradona Teman dan keluarga membawa peti jenazah legenda Maradona, di pemakaman di Buenos Aires. (REUTERS/AGUSTIN MARCARIAN)

MerahPutih.com - Otoritas hukum Argentina pada Minggu (29/11) menyita data rekam jejak medis dari dokter yang menangani Diego Maradona.

Penyitaan tersebut sebagai bagian dari penyelidikan atas kematian sang legenda. Maradona meninggal dunia pada Rabu (25/11) dalam usia 60 tahun setelah mengalami serangan jantung.

Penyelidikan dilakukan berdasar permintaan jaksa penuntut umum di area elite pinggiran Buenos Aires, San Isidro, setelah disetujui oleh hakim setempat. Demikian pernyataan dari kantor kejaksaan tersebut dilansir oleh Reuters.

Baca Juga:

Liga Spanyol Akan Diawali dengan Mengheningkan Cipta untuk Maradona

"Sabtu kemarin, penyelidikan dan pengumpulan barang bukti dilanjutkan dengan wawancara dengan sejumlah orang termasuk kerabat langsung mendiang," demikian pernyataan tersebut.

"Bukti yang terkumpul membuat kesimpulan diperlukannya penggeledahan di rumah dan kantor Dokter Leopoldo Luque."

Legenda sepak bola Argenina Diego Maradona yang baru saja meninggal dalam usia 60 tahun. (REUTERS/AGUSTIN MARCARIAN)
Legenda sepak bola Argenina Diego Maradona yang baru saja meninggal dalam usia 60 tahun. (REUTERS/AGUSTIN MARCARIAN)

Pihak jaksa penuntut umum tak mengungkapkan informasi lebih lanjut apa yang mendasari penyelidikan tersebut.

"Mereka mengambil data-data medis," kata Luque kepada stasiun televisi lokal selepas rumah dan kantornya digeledah.

"Tidak ada malpraktik," ujarnya menambahkan sembari menegaskan bahwa ia tidak bertanggung jawab atas kematian Maradona.

Baca Juga:

Tarian Balet di Gol Terbaik Abad 20, Pembuktian Maradona si 'Bajingan Jenius'

"Saya mengupayakan yang terbaik untuk membantu Diego. Ia membutuhkan bantuan," kata Luque merujuk pada masalah ketergantungan zat berbahaya yang bertahun-tahun membekap Maradona.

Pengacara Maradona, Matias Moria, pada Kamis (26/11) menyatakan akan meminta penyelidikan mendalam terkait sebab kematian Maradona sembari mengkritik lambatnya respons petugas medis darurat.

"Ambulans tiba lebih dari 30 menit, kebodohan kriminal," cuit Matias dalam akun Twitter pribadinya. (*)

Baca Juga:

Selamat Jalan 'Tangan Tuhan' Diego Maradona

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Polisi Tangkap Tiga Anggota Gangster Pelaku Pembunuhan di Jakarta Pusat
Indonesia
Polisi Tangkap Tiga Anggota Gangster Pelaku Pembunuhan di Jakarta Pusat

"Kejadiannya Minggu (14/6) pagi, pukul 4.30 WIB," ujarnya

Pasien Sembuh COVID-19 di RSD Wisma Atlet Tembus 5 Ribu Orang
Indonesia
Pasien Sembuh COVID-19 di RSD Wisma Atlet Tembus 5 Ribu Orang

Selama sehari terakhir ini atau pasien sembuh dibandingkan data hari sebelumnya mengalami penambahan sekitar 53 orang

Pasien COVID-19 di RS Darurat Wisma Atlet Terus Alami Penambahan
Indonesia
Pasien COVID-19 di RS Darurat Wisma Atlet Terus Alami Penambahan

Total ada sebanyak 4.935 pasien positif virus corona tengah menjalani isolasi mandiri dan perawatan di Tower 4 - 7 Rumah Sakit Darurat COVID-19 (RSDC) Wisma Atlet Kemayoran.

Update Kasus Corona DKI: 3.351 Positif, Pasien Sembuh 291 
Indonesia
Update Kasus Corona DKI: 3.351 Positif, Pasien Sembuh 291 

ODP berjumlah 5.800 orang, 5.215 sudah selesai dipantau dan 585 masih dipantau.

Polisi Tak Kunjung Tangkap Pengeroyok Anggota Brimob dan Prajurit Kopassus
Indonesia
Polisi Tak Kunjung Tangkap Pengeroyok Anggota Brimob dan Prajurit Kopassus

Polda Metro Jaya sudah memeriksa sejumlah saksi terkait kasus pengeroyokan yang mengakibatkan satu korban anggota Brimob Polri meninggal dunia.

Gunung Merapi Bikin Sejarah, Punya Dua Kubah Lava
Indonesia
Gunung Merapi Bikin Sejarah, Punya Dua Kubah Lava

Kubah lava ini masih kecil, sehingga kalau terjadi awan panas jaraknya belum menjangkau ke pemukiman. Bahkan, dari data hiposenter aktivitas vulkanik, saat ini terbentuk suatu cekungan di dalam.

Kecam Unggahan Anji, PFI: Jangan Samakan Kerja Jurnalis Foto dengan Buzzer, Influencer dan Youtuber!
Indonesia
Resmi Jadi Tersangka, Penusuk Syekh Ali Jaber Sempat Berhalusinasi
Indonesia
Massa Aksi Penolak RUU Cipta Kerja dan HIP Bakal Kepung DPR
Indonesia
Massa Aksi Penolak RUU Cipta Kerja dan HIP Bakal Kepung DPR

Omnibus Law dinilai sebagai produk pemiskinan yang struktural dan sistematis, bertentangan dengan konstitusi dan cita-cita bangsa.

Polisi Paksa 1.000 Pemudik Putar Balik ke Jakarta
Indonesia
Polisi Paksa 1.000 Pemudik Putar Balik ke Jakarta

Tapi, jumlah ini bisa lebih banyak ketimbang hari sebelumnya lantaran diakumulasi dengan jumlah kendaraan yang hendak keluar Jakarta sekitarnya lewat jalur arteri.