Argentina Menciptakan 'Human Foosball', Bermain Sepak Bola Bebas Virus Merupakan versi permainan "bola manusia". (Foto: Unsplash/Lesly Juarez)

TIDAK ada yang bisa menghentikan pemain Argentina untuk menikmati permainan sepak bola. Bahkan aturan jarak sosial bukanlah hal yang wajib dijalankan.

Agar bisa terus memainkan olahraga kesayangan mereka, para penggemar sepak bola di kota Pergamino telah menciptakan versi permainan "bola manusia". Menghilangkan kontak dekat antara para pemain sepak bola.

Baca juga:

Jaga Jarak Sosial, Bar Ini Pasang Pagar Listrik

1
Pemain dapat berlari sambil menjaga jarak. (Foto: lanueva)

“Permainan ini terdiri dari dua tim beranggotakan lima pemain. Para pemain dapat berlari sambil menjaga jarak dan tanpa ada kemungkinan saling bersentuhan. Batas ditentukan oleh persegi panjang yang ditempati oleh setiap tim,” kata Gustavo Cuiffo, pencipta permainan ini pada Reuters.

Permainan ini dikenal sebagai metegol humano yang mengajak penduduk lokal kembali ke lapangan sepak bola untuk pertama kalinya setelah beberapa bulan absen.

"Sekarang saya merasa bebas dan bahagia. Berkumpul lagi bersama teman-teman dan bermain sepak bola. Kalau mengikuti keinginan maka saya akan melakukan ini dari hari Senin hingga Senin depan," ungkap Martín Rodríguez, bek Vende Humo FC pada Buenos Aires Times.

Baca juga:

Renovasi Besar San Siro, Stadion Akan Lebih 'Hijau'

2
Menghidupkan kembali keseruan bermain sepak bola. (Foto:lmcipolletti)

Garis-garis di rumput membagi lapangan menjadi beberapa area yang membatasi masing-masing pemain. Posisi lima pemainnya seperti pada permainan sepak bola pada umumnya seperti kiper, bek, gelandang atau ujung tombak. Mereka menggiring bola di dalam area mereka sendiri atau mengoper bola di antara empat persegi panjang.

Konsep memainkan gim ini adalah dengan memprioritaskan teknik baru daripada permainan sepak bola tradisional. Memaksa pemain untuk fokus pada akurasi menembak, bukan kecepatan menggiring bola.

Pada pandemi COVID-19 ini, Argentina telah melaporkan lebih dari 100.100 kasus COVID-19 yang terkonfirmasi dan 1.845 kasus kematian. Sementara pembatasan di banyak negara telah mereda, namun Buenos Aires kembali dikunci pada 1 Juli lalu.

Gelombang kedua virus telah mengalami peningkatan kasus, The Buenos Aires Times juga melaporkan. Hanya layanan esensial dan beberapa zona industri yang akan beroperasi hingga tanggal 17 Juli. (lgi)

Baca juga:

Bioskop Film Terapung Jawaban Protokol Kesehatan

Penulis : Leonard Leonard
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Rebung, Tunas yang Rendah Kalori Kaya Mineral
Fun
Rebung, Tunas yang Rendah Kalori Kaya Mineral

Konsumsi rebung untuk mendapatkan makanan rendah kalori.

Jaga Lampu Depan Tetap Nyala atau Bersiap Ditilang!
Fun
Jaga Lampu Depan Tetap Nyala atau Bersiap Ditilang!

Jaga lampu depan tetap menyala.

Budaya Ngopi di London Lebih Simple Dibandingkan Jakarta
Fun
AIU Eks Garasi Bakal Resmi Jadi Vokalis Baru Grup Band Cokelat?
ShowBiz
AIU Eks Garasi Bakal Resmi Jadi Vokalis Baru Grup Band Cokelat?

AIU Eks Garasi Bakal Resmi Jadi Vokalis Baru Grup Band Cokelat?

5 Selebritas Hollywood ini Percaya Alien Benar-Benar Nyata
ShowBiz
5 Selebritas Hollywood ini Percaya Alien Benar-Benar Nyata

Ada beberapa seleb Hollywood yang kekeh bahwa makhluk luar angkasa itu benar-benar ada lho.

AMG Tak Hanya Tuning Mercedes-Benz
Fun
AMG Tak Hanya Tuning Mercedes-Benz

AMG ternyata tak hanya tuning Mercedes-Benz.

Menggunakan Konsep Seksi, Gayoung Mantan Stellar Hidup dengan Traumanya
ShowBiz
Menggunakan Konsep Seksi, Gayoung Mantan Stellar Hidup dengan Traumanya

Gayoung menceritakan soal grupnya dulu yang menggunakan konsep seksi,

'White Day', Hari Valentine Kedua Bagi Orang Jepang
Fun
'White Day', Hari Valentine Kedua Bagi Orang Jepang

Hari Valentine tidak berakhir begitu saja di Jepang.

Bisa jadi 5 Kebiasaan ini Berguna di Masa Depan
Fun
Bisa jadi 5 Kebiasaan ini Berguna di Masa Depan

Sebenarnya hanya pada keselarasan cara pandang generasi.

Siap-Siap Hadapi Dunia yang Baru Usai Dilanda Wabah COVID-19
Fun
Siap-Siap Hadapi Dunia yang Baru Usai Dilanda Wabah COVID-19

Seolah Bumi memperingatkan bahwa manusia bukanlah tuannya.