Ardi Bakrie dan Nia Ramadhani Ajukan Rehabilitasi Ardi Bakrie dan Nia Ramadhani (Foto: Antara)

Merahputih.com - Suami istri, sekaligus Artis yang juga tersangka kasus narkotika Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie berupaya mendapatkan rehabilitasi berkaitan dengan kasus yang tengah dihadapinya.

Dari informasi yang dihimpun, upaya itu dilakukan untuk melepaskan ketergantungan terhadap narkoba. Tentu saja berdasarkan asesmen Badan Narkotika Nasional (BNN). Rehabilitasi akan dilakukan di lembaga rehabilitasi yang kompeten yang ditunjuk penyidik dan keluarga.

Permintaan rehabilitasi keduanya meliputi asesmen lanjutan, evaluasi psikologis, wawancara motivasional, konseling, intervensi psikososial sesuai kebutuhan, serta konseling marital.

Baca Juga:

Terjerat Kasus Narkoba, Sambil Nangis Nia Ramadhani Minta Maaf

Pengacara Nia dan Ardi, Wa Ode Nur Zainab mengatakan pihaknya segera mengajukan permohonan rehabilitasi kepada pasangan suami istri tersebut. Wa Ode menilai keduanya adalah korban.

Sebagai korban, anak dan menantu dari Aburizal Bakrie ini dikatakan Wa Ode berhak mendapat pelayanan rehabilitasi. Menurut Wa Ode, hal ini sesuai dengan aturan yang berlaku.

Ia menuturkan, dalam Undang-undang Nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika itu pasal 54 rehabilitasi wajib diberikan kepada korban.

"Ingat ya karena ini korban, harus diberikan pengobatan medis gitu ya," katanya kepada wartawan, Sabtu (10/7).

Wa Ode mengklaim, dengan menjalani rehabilitasi, keduanya tak akan lagi mendekati barang haram itu.

"Dan tentunya ini ada treatment-treatment sehingga beliau berdua dan siapa pun juga penyalah guna ini bisa kembali ke masyarakat," ujar Wa Ode.

Ardi Bakrie. (Foto: Antara)
Ardi Bakrie. (Foto: Antara)

Wa Ode mengatakan, sempat berbincang-bincang dengan kliennya. Kliennya berpesan kepada maysarakat untuk menjauhi obat-obatan terlarang.

"Mereka berdua berharap, siapa pun tidak ada menggunakan narkoba, tidak ada yang coba-coba karena itu sangat menyengsarakan. Karena itu kemudian sampai ada proses Hukum seperti ini," ucap dia.

Wa Ode menyampaikan, kliennya akan patuh pada proses hukum yang berlaku dan penanangkapan kliennya menjadi bukti bahwa aparat kepolisian tidak pandang bulu dalam memberantas narkotika.

"Tidak pandang bulu, siapa pun menyalahgunakan narkoba tetap akan ditindak," tandas dia. (Knu)

Baca Juga:

Bawa Laras Panjang Ketika Pengembangan, Pihak Nia dan Ardi Bakrie Sebut Polisi Berlebihan

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Teluk Jakarta Tercemar Parasetamol, Pemprov DKI Tingkatkan Pengawasan
Indonesia
Teluk Jakarta Tercemar Parasetamol, Pemprov DKI Tingkatkan Pengawasan

Ada teguran, terakhir baru sanksi yang paling berat dicabut izinnya

Lokasi Ganjil Genap di Tempat Wisata akan Ditambah
Indonesia
Lokasi Ganjil Genap di Tempat Wisata akan Ditambah

Ia menjelaskan, pihaknya juga tidak menutup kemungkinan untuk menambah titik kawasan ganjil genap di lokasi wisata lainnya.

Listyo Sigit 'Langkahi' Dua Angkatannya, Kompolnas: Semua Pasti Menerima
Indonesia
Listyo Sigit 'Langkahi' Dua Angkatannya, Kompolnas: Semua Pasti Menerima

Presiden Jokowi telah mempertimbangkan dengan matang hal tersebut

Salat Tarawih dan Idul Fitri Dibolehkan dengan Catatan
Indonesia
Salat Tarawih dan Idul Fitri Dibolehkan dengan Catatan

Kemudian jemaah boleh di luar rumah tapi dengan catatan harus terbatas pada komunitas

10 Alasan Jokowi Harus Bersikap Terkait Polemik TWK KPK
Indonesia
10 Alasan Jokowi Harus Bersikap Terkait Polemik TWK KPK

Jokowi harus konsisten denngan pernyataannya

AS Cap Presiden Turki Erdogan sebagai 'Anti Semit'
Dunia
AS Cap Presiden Turki Erdogan sebagai 'Anti Semit'

Pemerintahan Biden menyetujui potensi penjualan $ 735 juta atau sekitar Rp10,5 triliun senjata presisi ke Israel

Komisi XI Tunggu Fatwa MA Terkait Calon Anggota BPK
Indonesia
Pesan Natal Jokowi: Pandemi Memberi Banyak Pelajaran
Indonesia
Pesan Natal Jokowi: Pandemi Memberi Banyak Pelajaran

"Pandemi telah mengubah banyak hal dan memberi banyak pelajaran," tegasnya.

Penjelasan Komisi I Tentang Jadwal Fit And Proper Test Jenderal Andika
Indonesia
Penjelasan Komisi I Tentang Jadwal Fit And Proper Test Jenderal Andika

Komisi I DPR menyebut uji kepatutan dan kelayakan atau fit and proper test calon Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa paling mungkin dilakukan pekan depan.

Politisi PSI Lawan Polisi karena Langgar Gage, Pimpinan DPRD DKI: Jangan Arogan
Indonesia
Politisi PSI Lawan Polisi karena Langgar Gage, Pimpinan DPRD DKI: Jangan Arogan

"Jangan arogan lah kalau merasa dia bikin aturan harusnya ditaati aturan yang dia bikin. Kenapa dia melanggar aturan yang dia bikin," ujar Taufik