Arahan Kapolda Metro Jaya Terkait Kasus Pembunuhan Brigadir J Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Fadil Imran (tengah) memberikan keterangan kepada wartawan di Polda Metro Jaya. ANTARA/Fianda Sjofjan Rassat/am.

MerahPutih.com - Sebanyak empat Perwira Menengah (Pamen) Polda Metro Jaya ditahan di tempat khsusu karena diduga melakukan pelanggaran etik dalam kasus pembunuhan Brigadir J.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Endra Zulpan mengatakan Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran memberikan arahan kepada anak buahnya agar mendukung proses penyelidikan kasus tersebut.

Baca Juga

Polda Metro Tunggu Hasil Penyelidikan 4 Pamen di Kasus Ferdy Sambo

"Arahan khususnya siapapun anggota kami yang dibutuhkan keterangannya dalam membuat terang perkara ini maka kita harus mendukung. Harus memberikan ruang waktu kesempatan kapan pun kita akan menghadiri tidak menghalang-halangi," kata Zulpan di Jakarta, Minggu (14/8).

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Endra Zulpan saat ditemui di Gedung Ditreskrimum Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (11/8/2022). ANTARA/Yogi Rachman
Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Endra Zulpan saat ditemui di Gedung Ditreskrimum Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (11/8/2022). ANTARA/Yogi Rachman

Zulpan melanjutkan, memastikan tiap penyidik Polda Metro Jaya akan kooperatif saat diperiksa oleh tim khusus yang dibentuk oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

"Kami yakin kalau ada anggota yang dipanggil tentunya ini berkaitan dengan perkara," terangnya.

Ia menegaskan, Polda Metro Jaya akan patuh terhadap apapun keputusan yang diterapkan oleh pimpinan Polri dalam penanganan kasus ini.

"Polda Metro Jaya mengikuti petunjuk dari Bapak Kapolda dan mematuhi petunjuk dari Bapak Kapolri," ujar Zulpan.

Baca Juga

Petugas LPSK Mengaku Disodori Amplop Tebal Usai Bertemu Ferdy Sambo

Sebelumnya, Polri telah menetapkan empat orang sebagai tersangka dalam kasus penembakan Brigadir J, yakni Irjen Pol. Ferdy Sambo, Bharada E, Bripka Ricky Rizal, dan satu tersangka sipil bernama Kuat Maruf atau KM.

Keempatnya diduga melakukan pembunuhan berencana, Bharada E menembak Brigadir J atas perintah Irjen Pol. Ferdy Sambo, sedangkan tersangka Bripka Ricky Rizal dan Kuat Maruf ikut melihat dan membiarkan peristiwa tersebut terjadi.

Para tersangka dijerat dengan Pasal 340 KUHP subsider Pasal 338 juncto Pasal 55 dan Pasal 56 KUHP dengan ancaman hukuman mati atau pidana penjara seumur hidup atau selama-lamanya 20 tahun. (Knu)

Baca Juga

Di Depan Komnas HAM, Ferdy Sambo Akui Jadi Aktor Utama Pembunuhan Brigadir J

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Anies Waspada Cuaca Ekstrem Dampak La Nina
Indonesia
Anies Waspada Cuaca Ekstrem Dampak La Nina

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta bersiap menghadapi cuaca ekstrem akibat La Nina.

Persiapan Piala Dunia U-20, Pedagang Selter Manahan Diingatkan Batas Waktu Pindah
Indonesia
Persiapan Piala Dunia U-20, Pedagang Selter Manahan Diingatkan Batas Waktu Pindah

Relokasi selter pedagang di Stadion Manahan tinggal menunggu waktu, dalam penataan persiapan Piala Dunia U-20.

Gerilya Petinggi Gerindra Dorong Prabowo Deklarasi Capres Tahun Ini
Indonesia
Gerilya Petinggi Gerindra Dorong Prabowo Deklarasi Capres Tahun Ini

Sosok yang kini menjabat Menteri Pertahanan (Menhan) RI itu diharapkan mendeklarasikan diri tahun 2022 ini.

Jaksa Agung Larang Terdakwa Mendadak Pakai Atribut Keagamaan saat Sidang
Indonesia
Jaksa Agung Larang Terdakwa Mendadak Pakai Atribut Keagamaan saat Sidang

Jaksa Agung Sanitiar Burhanuddin mengeluarkan larangan terdakwa memakai atribut keagamaan yang sebelumnya tak pernah dipakai digunakan saat persidangan.

Panglima TNI Tanya 'Nasib' Mantan Menkes Terawan pada IDI
Indonesia
Panglima TNI Tanya 'Nasib' Mantan Menkes Terawan pada IDI

Polemik soal pencopotan mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto dari keanggotaan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) terus ramai dibahas. Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa pun sampai didatangi Ketua Umum Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Adib Khumaidi yang didampingi sejumlah anggotanya.

WNA Pencari Suaka dapat Vaksin COVID-19, Anies: Virusnya Menular Pada Siapa Saja
Indonesia
Oknum ASN Terlibat Kecurangan Rekrutmen, Menpan RB: Harus Dipecat
Indonesia
Oknum ASN Terlibat Kecurangan Rekrutmen, Menpan RB: Harus Dipecat

Melihat kecurigaan kecurangan, itu dilakukan secara terorganisir, bukan oleh satu atau dua orang

Jenderal Andika Diprediksi Tak Akan Jadi Panglima TNI, tapi Berpeluang Isi Posisi Ini
Indonesia
Jenderal Andika Diprediksi Tak Akan Jadi Panglima TNI, tapi Berpeluang Isi Posisi Ini

Sejumlah pihak pun memandang bahwa kehadiran KSAD melepas Presiden Jokowi sebagai sinyal terkait pergantian posisi Panglima TNI.

Kasus Dugaan Pelecehan dan Perundungan Pegawai KPI Terancam tak Terungkap
Indonesia
Kasus Dugaan Pelecehan dan Perundungan Pegawai KPI Terancam tak Terungkap

"Tapi kami akan berusaha keras, sekarang masih fase penyelidikan untuk membuktikan apakah benar peristiwa ini ada," kata Hengki.

Diawali Niat Baik, Jokowi Berdoa Semoga Dimudahkan Damaikan Ukraina-Rusia
Indonesia
Diawali Niat Baik, Jokowi Berdoa Semoga Dimudahkan Damaikan Ukraina-Rusia

Jokowi meminta doa semua pihak agar upaya perdamaian yang digagas pemerintah Indonesia menuai hasil sukses.