AR Baswedan Jadi Pahlawan Nasional, Anies Ingat Kamera Sang Kakek Gubernur Anies Baswedan bersama keluarga sebelum berangkat ke Istana menerima penganugerahan gelar Pahlawan Nasional kepada kakeknya AR Baswedan. (MP/Asropih)

MerahPutih.com - Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan akan menghadiri acara penganugerahan kakeknya, Abdurrahman (A.R) Baswedan sebagai Pahlawan Nasional oleh Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) di Istana Negara, Jakarta hari ini.

Sebelum menghadiri acara itu, Anies bercerita tentang kakeknya. Ia pun mengaku tumbuh dan besar bersama kakenya A. R Baswedan di rumahnya di kota Yogyakarta.

"Karena kalau zaman dulu, anak cucu satu rumah semuanya jadi ibu saya, anak ibu masih tinggal bersama dengan kakek-nenek," kata Anies sambil tersenyum di Pendopo Balaikota, Jakarta Pusat, Kamis (8/11).

Kedua dari kiri, AR Baswedan dan Agus Salim. (fuadnasa)
Kedua dari kiri, AR Baswedan dan Agus Salim. (fuadnasa)

Anies menuturkan kakeknya berprofesi sebagai wartawan di Sin Tit Po. Kemana pun pergi A. R Baswedan selalu membawa kamera, dan tak ketinggaln sebuah tape recorder. Pria kelahiran 1908 ini jadi salah satu perintis pers nasional.

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ini menceritakan bahwa setiap hari diri diajak kakeknya mengantarkan surat ke kantor pos. "Dari mudanya wartawan, sampai akhir hayatnya," jelasnya.

Ketika Sekolah Dasar (SD), Anies diminta menjadi juru tulis kakeknya. Ketika menulis A. R Baswedan duduk di samping dengan mendikte isi surat itu. Tulisan dirinya itu akan dikirimkan kepada orang lain, setiap hari.

"Nah yang ditulis saya tidak ingat, karena selalu kalau habis mendikte di ujung surat itu selalu bilang 'surat ini saya diktekan dan diketik oleh cucu saya Anies," cetusnya.

Lanjut Anies, kakeknya bila menulis dengan mesin ketik menggunakan 10 jari dengan melihat ke atas. Memang kakeknya lihai membuat berita karena terlibat menulis setiap hari.

AR baswedan
Caption

Gubernur DKI itu bersyukur tumbuh dan besar berintraksi dengan kakeknya sampai mengenyam bangku SMA kelas 2. Hebatnya lagi A. R Baswedan menjadi salah satu anggota Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) yang disidangkan di gedung Pancasila, Jakarta.

"Jadwal pidato beliau itu ada 3 orang yang berpidato tanggal 1 Juni. Aher baswedan kemudian 1 saya lupa namanya, lalu Bung Karno," ungkapnya.

Cerita Anies lagi, A. R juga pernah didapuk menjadi Menteri Muda Penerangan di tahun 1947. Namun, yang paling melekat dalam namanya adalah Abdurrahman Baswedan menjadi salah satu diplomat pertama Indonesia yang berhasil mendapatkan pengakuan de jure dan de facto pertama atas pengakuan kemerdekaan Republik Indonesia dari Mesir. (Asp)

Kredit : asropihs


Wisnu Cipto

LAINNYA DARI MERAH PUTIH