Apple Tangguhkan Mitra Manufaktur Utamanya Karena Eksploitasi Pekerja Pelajar Apple tindak tegas mitra manufakturnya yang mengeksploitasi pekerja pelajar (Foto: pixabay/matcuz)

APPLE telah menangguhkan salah satu mitra manufaktur utamanya karena melanggar aturan ketenagakerjaan terkait pekerja pelajar. Bloomberg melaporkan Pegatron Taiwan menyuruh mereka bekerja pada shift malam dan lembur.

Menurut laporan itu, Pegatron kemudian melakukan upaya besar-besaran untuk menutupi kesalahan yang ditemukan Apple beberapa minggu lalu.

Baca juga:

Tidak Terima Diperdaya Aplikasi Judi, Seorang Pengguna Tuntut Apple

Insiden itu merupakan yang terbaru dari serangkaian insiden penting tentang Pegatron dan cara mereka memperlakukan karyawannya.

Apple menemukan sejumlah insinden yang melanggar aturan pekerja pada mitranya. (Foto: pixabay/pexels)

Seperti yang dilansir dari laman engadget, pada 2014, BBC membawa kamera tersembunyi ke dalam fasilitas untuk menunjukan beberapa pelanggaran standar dari perumahan pekerja, penggunaan KTP, dan pekerja remaja.

Praktik menahan KTP Pekerja, bisa menyebabkan mereka tidak bisa mendapatkan pekerjaan di tempat lain, sehingga mereka berhenti dari pekerjaanya.

Karyawan pun dikatakan telah tinggal di asrama di bawah standar, dan bekerja lebih lama dari kewajibannya. Laporan lain menyatakan, bahwa pekerja diberi APD yang tidak memadai untuk bekerja di jalur produksi yang berbahaya.

Apple mengontrakkan hampir semua produksinya kepada pihak ketiga, tetapi tetap bertanggung jawab atas standar etika yang digunakan.

Hubungan pihak ketiganya yang paling terkenal yakni dengan Hon Hai Precision Industry atau Foxconn, di mana serangkaian karyawannya meninggal lantaran bunuh diri.

Pada 2017, Foxconn ditemukan telah memaksa siswa sekolah menengah bekerja 11 jam sehari untuk membuat iPhone X atau mereka tidak akan lulus.

Mitra lainnya, Catcher Technology ditemukan telah membuat karyawan berdiri selama 10 jam sehari di lingkungan yang beracun tanpa APD pada 2018. Itu termasuk pekerja yang berdiri di samping suara 80 desibel yang tidak diberi penyumbat telinga, dan tepapar partikel logam tanpa kacamata.

Baca juga:

Google Diduga Bayar Apple Rp175,8 Triliun untuk Jadi Pencarian Default

Para pekerja dibiarkan tidur di asrama yang kotor dan tak memiliki air panas, bahkan fasilitas kamar mandi yang sederhana.

Apple tak mau mitra manufakturnya melanggar undang-undang ketenagakerjaan. (Foto: pixabay/jplenio)

Kemudian pada 2019, Apple mengakui bahwa Foxconn telah mempekerjakan terlalu banyak pekerja sementara untuk menangani lonjakan permintaan, yang melanggar undang-undang setempat.

Pada tahun yang sama, sebuah kelompok hak asasi manusia mengatakan, bahwa Quanta Computer, produsen lain, melanggar undang-undang ketenagakerjaan dengan menggunakan remaja 'magang' untuk bekerja pada shift malam.

Apple mengatakan bahwa program audit pemasoknya telah bekerja keras, untuk memperbaiki kondisi dan mengurangi pelanggaran aturan di pabrik pemasoknya.

Ketika program dimulai pada 2014, dikatakan hanya 26 persen pabrik yang berkinerja terbaik, angka yang meningkat menjadi 82 persen pada 2019.

Dalam hal ini, Pegatron mengatakan telah memecat manajer yang bertanggung jawab. Lalu Apple mengatakan bahwa mereka tidak menemukan bukti kerja paksa.

Pegatron menambahkan bahwa mereka akan memperbaiki masalah dengan praktiknya saat ini, dan akan memberi kompensasi kepada pekerja yang terpengaruh.

Sementara itu, Bloomberg mengatakan penangguhan Pegatron yang hanya mencakup bisnis baru, bisa memberikan kesempatan kepada produsen saingan untuk mendapatkan bisnis iPhone menguntungkan dari Apple.

Kabarnya, Luxshare, merupakan perusahaan pertama di daratan Tiongkok yang dapat ditugaskan untuk membangun smartphone baru. (ryn)

Baca juga:

Apple Watch Selamatkan Nyawa Pria Dari Kecelakaan Maut

Tag
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
OtterBox Pamerkan Koleksi Aksesori Gaming Smartphone di CES 2021
Fun
Facebook Matikan Aplikasi Lasso, Gagal Saingi TikTok?
Fun
Facebook Matikan Aplikasi Lasso, Gagal Saingi TikTok?

Lasso akan dimatikan pada 10 Juli 2020.

Cannes Film Festival Gelar Versi 'Mini'
ShowBiz
Cannes Film Festival Gelar Versi 'Mini'

Disebut dengan Special Cannes, diselenggarakan di Palais des Festival pada 27-29 Oktober 2020.

Puluhan Toko Apple Ditutup Sementara, Ada Apa?
Hiburan & Gaya Hidup
Puluhan Toko Apple Ditutup Sementara, Ada Apa?

Puluhan Apple Store di Amerika Serikat di tutup sementara waktu karena alasan penting

Slank Rilis Album Baru Bertajuk 'Vaksin'
ShowBiz
Slank Rilis Album Baru Bertajuk 'Vaksin'

Proses rekaman dari rumah masing-masing personel untuk album studio ke-24 Slank.

Berkesempatan Mengobrol Langsung Sama Cast Avengers, Mau?
ShowBiz
Berkesempatan Mengobrol Langsung Sama Cast Avengers, Mau?

Di tengah pandemi, Chris Evans datang dengan sebuah kejutan

Salah Deterjen Sampai Perubahan Hormon, Penyebab Jerawat yang Jarang Diketahui
Fun
Salah Deterjen Sampai Perubahan Hormon, Penyebab Jerawat yang Jarang Diketahui

Jerawat dapat diotimbulkan karena deterjen, benarkah?

Masker N95 vs Surgical Mask, Mana Lebih Efektif Cegah Penularan Virus Corona?
Hiburan & Gaya Hidup
Masker N95 vs Surgical Mask, Mana Lebih Efektif Cegah Penularan Virus Corona?

Kedua masker tersebut adalah masker standar yang digunakan para dokter ketika operasi (surgical mask), sedangkan masker N95 yang biasa digunakan para pekerja kesehatan.

Perusahaan Inggris Kembangkan Ponsel Pintar Antimikroba Pertama di Dunia
Fun
Perusahaan Inggris Kembangkan Ponsel Pintar Antimikroba Pertama di Dunia

Ponsel pintar ini menjadi yang terbersih di dunia.

Shaggydog Terima Penghargaan Anugerah Kebudayaan Gubernur DIY
ShowBiz
Shaggydog Terima Penghargaan Anugerah Kebudayaan Gubernur DIY

enghargaan ini diberikan langsung oleh Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X.