Apple Cari Lokasi Untuk Riset Di Indonesia Produk teknologi Apple. (Dok./pixabay.com/@firmbee/CC0/free_image)

Untuk produk-produk telekomunikasi yang memiliki spesifikasi 4G LTE, termasuk smartphone yang akan dipasarkan di Indonesia, mulai 1 Januari 2017 para produsen diwajibkan menggunakan sedikitnya 30 persen konten lokal baik hardware maupun software.

Hal itu merupakan regulasi Kementerian Komunikasi dan Informatika No. 27/2015 tentang Persyaratan Teknis Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) bagi semua produsen smartphone di Indonesia.

Sudah saatnya jika ingin menjual produk mereka di pasar lokal, para produsen smartphone harus taat aturan TKDN.

Tidak terkecuali Apple, yang menurut Menteri Kominfo Rudiantara, produsen iPhone itu sangat antusias untuk membangun fasilitas riset dan pengembangannya di Indonesia, untuk memenuhi syarat TKDN tersebut. Perusahaan yang bermarkas di California itu menurut Rudiantara, diizinkan membangun beberapa tempat riset di wilayah Indonesia.

Kata Rudiantara, Manajemen Apple Asia Pasifik kini sedang mencari lokasi yang dianggap terbaik di dalam maupun di luar Jakarta. Tempat riset dan pengembangan yang dibangun di Indonesia itu, konon merupakan tempat riset kedua terbesar Apple setelah Brazil.

Sebagai perusahaan IT terbesar di dunia dalam hal pendapatan dan total asset, keputusan Apple membangun fasilitas riset dan pengembangannya, akan menjadi harapan yang baik bagi iklim investasi di Indonesia. (BES/dsyamil)

BACA JUGA

  1. Apple akan Buka Toko Pertamanya di Asia Tenggara
  2. Apple akan Luncurkan iPhone Mini?
  3. iPhone 7 Bakal Dilengkapi Kamera 3D

Tags Artikel Ini

Zulfikar Sy