APLSI: Ada Titik Terang di Investasi Energi Baru Terbarukan Dengan menipisnya cadangan minyak dan gas bumi yang dimiliki, Indonesia sudah harus mulai beralih ke Energi Baru Terbarukan. Image : esdm.go.id

MerahPutih.com - Pengurus Pusat Asosiasi Produsen Listrik Swasta Indonesia (APLSI) optimistis prospek investasi di Energi Baru Terbarukan (EBT) akan menemui titik terang ke depan.

Hal tersebut diutarakan, Ketua Umum APLSI Arthur Simatupang usai melakukan audiensi dengan Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) di Jakarta, belum lama ini.

“Kalau kita lihat dari audiensi dengan Bapak Dirjen (Rida Mulyana) sangat konstruktif dan progresif. Kita lihat ada titik terang industri menuju perubahan yang baik bagi investasi,” ujar Arthur di Jakarta dalam keterangannya hari ini.

APLSI: Ada Titik Terang di Investasi Energi Baru Terbarukan

Arthur mengatakan, di audiensi tersebut, pihaknya memperkenalkan kepengurusan baru hasil Musyawarah Nasional (Munas) 2018. Munas tersebut menetapkan Arthur Simatupang sebagai Ketua Umum periode 2018-2021 menggantikan Ali Herman Ibrahim yang telah habis masa bhaktinya terhitung sejak 12 Juli 2018.

Hadir dalam audiensi tersebut Arthur Simatupang (Ketua Umum), Rizka Armadhana (Wakil Bendahara Umum), Suryantoro Prakoeso (Ketua Bidang Teknologi), Melva T.Rubintang (Ketua Bidang Organisasi dan Keanggotaan, serta Rizal Calvary (Ketua Bidang Komunikasi, Media Relations dan Juru Bicara).

Arthur mengatakan, titik terang dari pertemuan tersebut yakni pemerintah tidak akan menunda proyek pembangkit listrik berbasis EBT.

“Kita sudah konfirmasi, EBT tidak akan ditunda," ujarnya.

Dia mengatakan, pemerintah dan parlemen sudah sepakat EBT tidak termasuk yang akan ditundah, menyusul merebaknya depresiasi rupiah akhir-akhir ini.

Titik terang lainnya, APLSI juga menyambut positif tawaran pemerintah untuk membantu membenahi iklim investasi di EBT. Pemerintah melalui Dirjen EBTKE berharap agar APLSI memberikan masukan secara tertulis regulasi-regulasi apa saja yang dianggap menghambat pertumbuhan investasi EBT.

“Kita akan siapkan dan memberikan masukan, peraturan atau regulasi mana saja akan segera kita serahkan ke pemerintah. Kita sama-sama ingin menyukseskan target-target pemerintah di EBT ke depan,” ucap Arthur.

Energi Baru Terbarukan

Terakhir, pemerintah juga akan segera mengeluarkan Peraturan Menteri mengenai Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Rooftop atau listrik surya atap dalam waktu dekat. Dikatakan Arthur, pihaknya akan meningkatkan komunikasi dengan Dirjen EBTKE, Kementerian Energi Sumber Daya Mineral agar industri EBT dapat tumbuh dengan baik ke depan.

“Masa depan energi kelistrikan ini ada di EBT. APLSI akan membantu dan memberikan yang terbaik sebagai bagian dari stakeholder di industri ini,” pungkas dia.

Arthur mengatakan, pemerintah telah menargetkan porsi EBT di energi listrik nasional mencapai 23 persen pada tahun 2025. Sebab itu, semu pihak mesti mendukung target tersebut, termasuk dari kalangan dunia usaha.

“Di bebankan ke pemerintah semata saya kira ini terlalu berat. Pengusaha swasta nasional juga siap memberi dukungan,” ucap Arthur. (*)



Andika Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH