Aplikasi Video Konferensi Zoom Segera Perbaiki Kerentanan Privasi Pengguna! Zoom segera memperbaiki permasalahan yang dialaminya (Foto Twitter@zoom_us)

SAAT banyak perusahaan menerapkan Bekerja Dari Rumah atau Work From Home (WFH), aplikasi conference video Zoom banyak digunakan untuk meeting jarak jauh. Malah enggak hanya untuk keperluan kerja, aplikasi tersebut juga digunakan banyak orang untuk saling sapa dengan teman dari rumah masing-masing.

Baca juga: Lahir di Masa Wabah Virus Corona, Bayi Kembar Ini Diberi Nama Covid dan Corona

Meski banyak digunakan, Zoom bukan tanpa masalah. Zoom dilaporkan telah menghadapi beberapa masalah keamanan penggunanya. Layanan konferensi video itu secara tidak sengaja mengekspos alamat email pribadi dan foto-foto ribuan orang.

Dilansir dari laman theverge.com, setelah serangkaian laporan investigasi, posting blog, dan threads Twitter yang meneliti praktik desain dan fitur keamanan Zoom, CEO Eric S. Yuan, mengatakan perusahaan akan menghentikan pengembangan fitur baru dan fokus untuk mencurahkan semua sumber daya teknisnya untuk memperbaiki masalah privasi dan keamanan.

Zoom
Berkomunikasi menggunakan Zoom di MacOS (Foto Twitter@Marina_Sirtis)


Langkah Yuan selanjutnya selain pembekuan pengembangan fitur, akan melakukan "tinjauan komprehensif" dengan para ahli dan pengguna luar untuk memahami tantangan yang datang dengan ekspansi begitu cepat.

Beberapa langkah lain, Zoom memperbaiki penginstal MacOS, sering membuat penghentian perizinan pengguna normal dan terlibat menggunakan prompt menyesatkan, menghapus fitur menambang profil LinkedIn pengguna tanpa persetujuan mereka, dan menambal kerentanan Windows.

Selain itu, Zoom juga berkomitmen transparan dalam menjalankan proses tersebut. Melansir laman kompas.com, salah satu upaya transparansi dengan hosting webinar mingguan untuk memperbarui pengguna tentang kemajuan perusahaan.

Zoom
Di belakang layar pengunaan Zoom (Foto Twitter@misskellydee04)


Yuan berkomitmen untuk terbuka dan jujur dengan pengguna dalam proses memperkuat platformnya, pihak Zoom juga akan memberikan keterangan langkah-langkah untuk penggunaan terbaik dan melindungi pengguna di platform.

Menurut Yuan, pihaknya telah merespon baik keinginan para penggunanya yang mulai meningkat drastis sejak Maret 2020. Mengutip laman katadata.co.id, pada Desember 2019, Zoom hanya memiliki 10 juta pengguna harian, dan melonjak mencapai 200 juta pengguna harian pada Maret 2020.

Baca juga: Merah Putih Kasih Fondation Salurkan Bantuan Perlengkapan Medis ke 6 Rumah Sakit



"Saat ini, tidak memungkinkan untuk memunculkan enkripsi end-to-end untuk panggilan video Zoom. Aplikasi ini menggunakan kombinasi TCP dan UDP sebagai pengamanan. TCP dibuat berdasarkan protokol TLS," ungkap juru bicara Zoom.

TLS merupakan protokol keamanan website dengan komunikasi berupa HTTPS. Protokol ini berbeda dengan sistem keamanan enkripsi end-to-end yang membuat komunikasi tidak dapat diintip peretas. (arb)

Baca juga: Dokter Tiongkok yang Pertama Kali Ungkap Virus Corona Menghilang


Tags Artikel Ini

Yudi Anugrah Nugroho

LAINNYA DARI MERAH PUTIH