Apel Turunkan Berat Badan Apel memberikan manfaat lebih pada kesehatan tubuh. (Foto: Pexels/Pixabay)

BUAH yang umumnya berwarna merah ini sangat populer di kalangan masyarakat. Buah apel yang penuh dengan kandungan air dan mengenyangkan penuh dengan nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh.

Menurut laman Healthline ada beberapa manfaat yang bukan sekedar bernutrisi. Bahkan apel mampu menunjang program diet.


Baca Juga:

Selain Kopi, Minuman Berkafein Ini Punya Segudang Manfaat

Penuh mineral dan vitamin

buah
Memiliki kandungan kalori. (Foto: Pexels/burak kostak)

Apel yang berukuran sedang dengan diameter sekitar 7,6 sentimeter, sama dengan 1,5 cangkir buah. Dua cangkir buah setiap hari memiliki kandungan 2.000 kalori. Terlebih lagi, porsi yang sama memberikan 2-4% dari RDI untuk mangan, tembaga, dan vitamin A, E, B1, B2, dan B6.

Bepengaruh pada berat badan

buah
Kaya akan serat dan air. (Foto: Pixabay/kdzwonek)

Apel kaya akan serat dan air. Dalam sebuah penelitian, memakan seiris apel sebelum makan akan membuat lebih kenyang daripada mereka yang mengonsumsi saus apel, jus apel, atau tanpa produk apel.

Sebuah studi pada tikus yang obesitas menemukan bahwa mereka yang diberi suplemen apel dan konsentrat jus apel kehilangan lebih banyak berat badan. Bahkan tingkat kolesterolnya lebih rendah.


Baik untuk jantung

buah
Menurunkan kadar kolesterol. (Foto: Pexels/Magova)

Apel mengandung serat larut, yaitu jenis yang dapat membantu menurunkan kadar kolesterol darah. Apel juga mengandung polifenol, yang memiliki efek antioksidan, khususnya yang terkonsentrasi di kulitnya.

Salah satu zat polifenol yang ada pada apel adalah flavonoid epicatechin, yang mampu menurunkan tekanan darah. Sebuah analisis studi menemukan bahwa asupan tinggi flavonoid menunjukan tingkat risiko stroke 20% lebih rendah. Flavonoid dapat membantu mencegah penyakit jantung dengan menurunkan tekanan darah, mengurangi oksidasi LDL buruk dan bertindak sebagai antioksidan.


Baca Juga:

Ini yang Akan Terjadi Jika Kamu Makan Makanan Pedas Tiap Hari!


Risiko diabetes yang lebih rendah

buah
Mencegah kerusakan jaringan sel beta di pankreas. (Foto: Pexels/Toni Cuenca)

Beberapa penelitian mengaitkan apel dengan risiko diabetes tipe 2 yang lebih rendah. Juga ditemukan satu makan apel sehari menunjukan tingkat risiko dibetes tipe 2 28% yang lebih rendah. Bahkan hanya mengonsumsi beberapa apel per minggu memiliki efek perlindungan yang sama.

Ada kemungkinan polifenol dalam apel membantu mencegah kerusakan jaringan sel beta di pankreas. Sel beta menghasilkan insulin dalam dan sering rusak pada orang dengan diabetes tipe 2.


Efek prebiotik

buah
Mengandung pektin. (Foto: Pexels/Skitterphoto)

Apel mengandung pektin, sejenis serat yang bertindak sebagai prebiotik. Ini berarti memberi makan bakteri baik di usus. Usus kecil tidak menyerap serat selama pencernaan. Sebaliknya, menuju ke usus besar, di mana dapat mempromosikan pertumbuhan bakteri baik. Ini juga berubah menjadi senyawa dengan manfaat lainnya yang bersirkulasi kembali melalui tubuh. (lgi)


Baca Juga:

Jaga Imun di Masa Pandemi dengan Konsumsi Vitamin C dari Buah dan Sayur

Kredit : leonard

Tags Artikel Ini

Paksi Suryo Raharjo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH