Aparat Lokalisir Pertemuan Ijtima Dunia di Gowa, Peserta 8.000 Lebih Peserta Ijtima Dunia 2020 Zona Asia di Kecamatan Bontomarannu, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. ANTARA/HO/Int

MerahPutih.com - Pertemuan jamaah tablig akbar dengan tema Itjima Dunia Zona Asia di Pakkatto, Kabupaten Gowa, Provinsi Sulawesi Selatan, dilokalisir oleh aparat kepolisian guna mengantisipasi penyebaran virus corona (COVID-19) di lokasi tersebut.

Berdasarkan infomasi yang diperoleh di lapangan, saat ini peserta Ijtima Dunia yang sudah hadir di lokasi sebanyak 8.694 orang, termasuk 411 orang WNA dari sembilan negara seperti Pakistan, India, Malaysia, Thailand, Brunei, Timor Leste, Arab Saudi, Bangladesh dan Filipina. Rencana pembukaan akan berlangsung Kamis 19 Maret dan berakhir 22 Maret 2020.

Baca Juga:

Ini Perbedaan Alergi Biasa dan COVID-19

"Kalau kami bubarkan bisa saja, tapi dampaknya nanti, bahaya buat kita. Tapi saat ini dilokalisir tempat itu sampai kegiatan selesai," ujar Kapolda Sulsel Irjen Pol Mas Guntur Laupe saat dikonfirmasi wartawan, Rabu (18/3), dikutip Antara.

Menurut dia, langkah awal saat ini yang diambil adalah melaksanakan lokalisasi tempat pertemuan tersebut, sebab bila dibubarkan paksa karena tidak memiliki izin maka dampak yang ditimbulkan tentu ada.

Selain itu, dari pihak kepolisian tidak mengeluarkan izin pelaksanaan acara karena akan menghadirkan ribuan orang di sana, namun tidak diindahkan pihak panitia penyelenggara.

"Mereka memaksakan tetap melanjutkan kegiatannya. Alasan mereka bahwa persiapan sudah setahun lalu. Malah sudah kumpul-kumpul uang dari jamaah semuanya," kata Guntur.

 Kapolda Sulsel Irjen Pol Mas Guntur Laupe bersama panitia HijrahFest Makassar 2019. (Antara)
Kapolda Sulsel Irjen Pol Mas Guntur Laupe bersama panitia HijrahFest Makassar 2019. (Antara)

"Seandainya dibatalkan, apa tanggapan mereka dan segala macam resiko itu ada. Sementara para jamaah sudah berdatangan, ribuan orang," tambah dia.

Mengenai pertemuan tersebut juga menghadirkan warga negara asing, Kapolda membenarkan, hanya saja dari infomasi yang diterima, mereka datang ke Indonesia jauh sebelum wabah corona merebak.

"Ada warga negara asing. Dan itu sudah datang di Indonesia, sebelum isu corona ada, mereka sudah ada. Itukan jamaah tablig, mereka berpidah-pindah tempat di masjid, sambil menunggu pembukaan acara besok," ujarnya.

"Bisa saja kami larang, tolak, suruh bubar, tapi bisa lebih besar mudharatnya dari pada itunya (dampak). Kemungkinan nanti, seandainya juga dilaksanakan, apa boleh buat, kita tetap amankan, mengawasinya walaupun tidak diberikan ijin," ungkap Mas Guntur.

Selain itu, pengawasan dan pemeriksaan kesehatan ketat wajib diberikan, mengingat sehabis pertemuan itu, siapa yang tahu dua tiga hari kedepan, setelah para jamaah bubar, mereka langsung ke masjid-masjid yang menjadi tempat persinggahannya.

Baca Juga:

MPR Anggap Pelarangan Masuknya WNA Efektif Putus Mata Rantai Corona

Soal WNA yang ikut dalam pertemuan akbar itu, perwira tinggi Polri ini menegaskan, diberikan tempat khusus dan tidak dicampur dengan warga Indonesia, sebagai bagian dari pencegahan dini.

"Khusus WNA sudah ditempatkan khusus, tidak bercampur dengan warga Indonesia. Terpisah dan semua sudah dicek satu-satu, sejauh ini tidak ada apa. Tapi kita tidak tahu kedepan, apakah dua tiga hari nanti ada perkembangan. Yang jelas bahwa SOP kita sudah lakukan sama dengan pemerintah setempat," tuturnya.

Kapolda menambahkan bagi warga lokal telah diimbau untuk tidak mengikuti kegiatan yang dimaksud. Selain tidak mendapat izin, ini juga sangat penting karena berkaitan dengan masalah COVID-19.

Secara terpisah Gubernur Sulsel HM Nurdin Abdullah saat wawancara langsung di salah satu televisi nasional Kompas TV menegaskan kegiatan itu tidak berizin dan dilakukan lokalisasi.

"Katanya, menurut mereka belum dapat pemberitahuan, (soal tidak diberi ijin). Kita sekarang terus memantau kesehatan mereka. Jadi satu-satu mereka datang kita cek. Dan sekarang kita lokalisir, pak Kapolda juga sudah menurunkan personel untuk berjaga-jaga," tambahnya. (*)

Baca Juga:

Belum Ada Upaya Luar Biasa Pemerintah Lindungi Kaum Pekerja Dari Ancaman Corona

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Positivity Rate 13,4 Persen, Pertambahan Kasus COVID-19 DKI Sebanyak 1.027 Jiwa
Indonesia
Positivity Rate 13,4 Persen, Pertambahan Kasus COVID-19 DKI Sebanyak 1.027 Jiwa

Sebanyak 7.141 orang dites PCR hari ini untuk mendiagnosis kasus baru dengan hasil 1.027 positif dan 6.114 negatif.

DPRD Minta Pemprov DKI Tingkatkan SDM untuk Dukung Sistem e-Budgeting
Indonesia
DPRD Minta Pemprov DKI Tingkatkan SDM untuk Dukung Sistem e-Budgeting

DPRD DKI Jakarta mendukung rencana Pemprov DKI memperbarui sistem pengelolaan keuangan melalui sistem e-Budgeting.

Relawan @KawalPemilu2019 Jadi @KawalCOVID19, Bantah Terima Duit Influencer Rp72 M
Indonesia
Relawan @KawalPemilu2019 Jadi @KawalCOVID19, Bantah Terima Duit Influencer Rp72 M

Sang admin mengklaim, akun itu dikelola oleh sejumlah ahli di bidang kesehatan

Bisnis Penerbangan Anjlok, HIPMI Usul Kolaborasi
Indonesia
Bisnis Penerbangan Anjlok, HIPMI Usul Kolaborasi

Garuda Indonesia siap bekerjasama di bidang travel digital dan medis dengan penyediaan alat-alat kesehatan atau menggelar tes cepat di bandara.

Menaksir Biaya Operasi Hidung Jaksa Pinangki di Amerika Serikat
Indonesia
Menaksir Biaya Operasi Hidung Jaksa Pinangki di Amerika Serikat

Dokter yang melakukan operasi hidung Jaksa Pinangki masuk daftar 10 dokter paling top di New York.

 Firli: Saya Berharap Indonesia Tak Lagi Peringati Hari Antikorupsi
Indonesia
Firli: Saya Berharap Indonesia Tak Lagi Peringati Hari Antikorupsi

"Saya berharap suatu saat kita tidak lagi melaksanakan peringatan hari korupsi sedunia karena negara sudah bersih dari korupsi dan kita sudah bebas dari korupsi," kata Firli

Masa Transisi PSBB Jakarta, Gedung Gereja Katolik Bakal Diisi Tak Sampai 50 Persen
Indonesia
Masa Transisi PSBB Jakarta, Gedung Gereja Katolik Bakal Diisi Tak Sampai 50 Persen

Terdapat tiga hal yang masih harus dicermati pihak gereja sebelum memutuskan untuk membuka kembali pelayanan peribadatan.

KPK Tangkap Ketua DPRD Muara Enim, ICW: Bukan Hal yang Membanggakan untuk Firli
Indonesia
KPK Tangkap Ketua DPRD Muara Enim, ICW: Bukan Hal yang Membanggakan untuk Firli

Praktis belum ada kasus korupsi yang ditangani KPK yang didasari penyelidikan di era kepemimpinan Firli Cs

Belum Datang ke Polda Metro, Rizieq Kemungkinan Mangkir dari Panggilan Polisi
Indonesia
Nama Dirut PLN Diumumkan Sore Ini
Indonesia
Nama Dirut PLN Diumumkan Sore Ini

“Nanti jam 4 sore, harusnya di kantor Kementerian (BUMN),” kata Erick