Aparat Didesak Tangkap Pelaku Teror Diskusi 'Pemberhentian Presiden' Rektor UII Prof Fathul Wahid (tengah) (Foto: antaranews)

MerahPutih.Com - Universitas Islam Indonesia (UII) mengutuk keras tindakan intimidasi yang dilakukan oknum tertentu terhadap panitia dan pembicara diskusi berjudul "Meluruskan Persoalan Pemberhentian Presiden Ditinjau dari Sistem Ketatanegaraan".

Diskusi yang digelar oleh kelompok studi mahasiswa Constitutional Law Society (CLS) Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada (FH UGM) itu semestinya dilaksanakan Jumat (29/5) pukul 14.00-16.00 WIB tapi akhirnya dibatalkan.

Baca Juga:

Gugus Tugas Rekomendasikan Ratusan Daerah Zona Hijau Boleh Beraktivitas

Salah satu pemateri yang mendapat teror adalah Guru Besar FH UII Prof Ni'matul Huda. Acara Diskusi dan Silaturahmi Bersama Negarawan (Dilawan) itu rencananya digelar melalui aplikasi zoom meeting.

UII Yogyakarta kecam ancaman dan teror terhadap diskusi Pemecatan Presiden di UGM
Kampus UII Yogyakarta (Foto: antaranews)

Rektor UII Prof Fathul Wahid mengatakan, diskusi ini murni aktivitas ilmiah dan jauh dari tuduhan makar.

"Kami meminta aparat penegak hukum untuk memproses, menyelidiki dan melakukan tindakan hukum terhadap oknum pelaku intimidasi dan teror terhadap panitia dan narasumber diskusi CLS FH UGM," kata Fathul Wahid kepada wartawan, Sabtu (30/5).

Selain itu, aparat penegak hukum juga harus memberikan perlindungan terhadap panitia penyelenggara dan narasumber, serta keluarga mereka dari tindakan intimidasi lanjutan dalam segala bentuknya, termasukancaman pembunuhan.

"Kami juga meminta Komnas HAM untuk melindungi segenap dan seluruh tumpah darah Indonesia," katanya.

Selain itu, Fathul menyerukan seluruh rakyat Indonesia untuk tetap menggunakan hak dan kebebasan berekspresi dan mengemukakan pendapat di muka umum.

Baca Juga:

KPU Akan Libatkan Gugus Tugas COVID-19 dan Kemenkes Dalam Pilkada 2020

"Sepanjang sesuai koridor peraturan perundang-undangan demi menjaga proses demokratisasi tetap berjalan dalam relnya," ujar Fathul.

Sebelumnya, Dekan Fakultas Hukum UII Yogyakarta, Abdul Djamil SH MH, mengaku salah satu dosen tata negaranya yakni Prof Dr Ni'matul Huda SH MHum mendapat teror karena akan memberikan materi dalam sebuah diskusi bertajuk "Meneruskan Persoalan Pemberhentian Presiden Ditinjau Dari Sistem Ketatanegaraan" di UGM. Dia diteror dengan cara didatangi serta rumahnya digedor sejak Kamis (27/5) malam hingga Jumat (29/5) pagi.(Knu)

Baca Juga:

DPR: Pelantikan Iman Brotoseno sebagai Dirut TVRI Melanggar UU MD3

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Siprus Utara Lewati 41 Hari Tanpa Kasus Baru COVID-19
Dunia
Siprus Utara Lewati 41 Hari Tanpa Kasus Baru COVID-19

Republik Turki Siprus Utara (TRNC) melaporkan tidak ada kasus baru yang terdeteksi selama 41 hari terakhir.

PMI Solo Bagikan 1.000 Paket PHBS Pencegahan COVID-19 di Pasar Gede
Indonesia
PMI Solo Bagikan 1.000 Paket PHBS Pencegahan COVID-19 di Pasar Gede

"Sebayak ribuan paket PHBS pencegahan COVID-19 yang kami berikan ini berupa masker dan sabun cair," kata Martono.

Pembukaan Sembilan Sektor Ekonomi Utamakan Aspek Kesehatan
Indonesia
Pembukaan Sembilan Sektor Ekonomi Utamakan Aspek Kesehatan

Kebijakan penanganan COVID-19 dan pemulihan ekonomi ibarat dua sisi dalam mata koin, artinya harus berjalan efektif dan beriringan.

Kasus COVID-19 di Indonesia Per 10 Agustus Capai 127 Ribu
Indonesia
Kasus COVID-19 di Indonesia Per 10 Agustus Capai 127 Ribu

Penularan virus corona masih tinggi di masyarakat, padahal pandemi COVID-19 sudah berjalan lebih dari lima bulan.

Satpol PP Hingga Polisi Pelototi Warga yang Belanja di Pasar Tanah Abang, Ada Apa?
Indonesia
Satpol PP Hingga Polisi Pelototi Warga yang Belanja di Pasar Tanah Abang, Ada Apa?

Berbeda dengan gedung yang berada di Blok A Tanah Abang

Penembakan Warga Kulit Hitam oleh Polisi Kembali Terjadi di AS
Indonesia
Penembakan Warga Kulit Hitam oleh Polisi Kembali Terjadi di AS

Blake tengah mencoba menurunkan ketegangan insiden rumah tangganya ketika polisi menembak dia pertama kali dengan pistol kejut listrik.

Rampung Pada HUT RI, Pos Lintas Batas Negara di Boven Digoel Mulai Dibangun
Indonesia
Rampung Pada HUT RI, Pos Lintas Batas Negara di Boven Digoel Mulai Dibangun

Pembangunan kawasan perbatasan oleh Kementerian PUPR tidak hanya pos lintas batas saja, namun juga jalan paralel perbatasan, jalan akses menuju pos lintas batas.

Jelang Pemilihan Kapolri, Sejumlah Jenderal Bakal Naik Pangkat
Indonesia
Jelang Pemilihan Kapolri, Sejumlah Jenderal Bakal Naik Pangkat

Jelang pergantian Kapolri Jenderal Idham Azis, akan terjadi mutasi besar di tubuh Polri.

KPK Siap Tindaklanjuti 'Nyanyian' Wahyu Setiawan soal Kecurangan Pemilu
Indonesia
KPK Siap Tindaklanjuti 'Nyanyian' Wahyu Setiawan soal Kecurangan Pemilu

Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri mengatakan, pihaknya akan mempertimbangkan dan menganalisis pengajuan tersebut sesuai dengan fakta-fakta di persidangan.

 Panglima Komando Wilayah Pertahanan I Pastikan Kapal Tiongkok Sudah Tinggalkan Natuna
Indonesia
Panglima Komando Wilayah Pertahanan I Pastikan Kapal Tiongkok Sudah Tinggalkan Natuna

"Dari hasil patroli udara maritim jam 14.00 WIB dan dari komandan KRI yang telah menghalau kapal China yang ada di wilayah Indonesia. Posisi hari ini sudah di luar ZEE, di luar Natuna," terangnya