Musik
Apakah Masa Depan Musik Ada di Blockchain? Para musisi akan mendapat royalti yang lebih besar. (Foto: Pixabay/tiburi)

SAAT ini, cara termudah bagi musisi untuk mendistribusikan karya seni mereka adalah mengunggah ke layanan streaming seperti Spotify, Apple Music, bahkan Youtube. Beberapa musisi mungkin melakukannya sebagai hobi dan tidak berharap besar dengan penghasilan, dan tidak sedikit pula dari mereka yang bisa meraup jutaan rupiah setiap bulannya.

Mengutip laman The Verge, sebelum tahun 2000-an, label musik punya pengaruh yang besar bagi musisinya. Mereka mengontrol semua produksi sampai distribusi rekaman, soal keuangan, hingga apa saja yang berhubungan dengan promosi. Kemudian ketika internet semakin populer, layanan atau jasa penyedia musik seperti Napster menjadi alternatif yang banyak diminati.

Baca juga:

Mengenal Gu Zheng, Alat Musik Kuno dari Negeri Tirai Bambu

Apakah Masa Depan Musik Ada di Blockchain?
Justin Blau ketika tampil di New York City. (Foto: The Verge)

Kepopuleran Spotify pun dianggap menyelamatkan label rekaman, namun masih ada perseteruan dengan musisi. Kebanyakan musisi hampir tidak pernah menghasilkan uang dari streaming. Sementara pihak layanan streaming melaporkan keuntungan mereka.

DJ, produser musik, sekaligus pendiri platform musik Royal.io, Justin Blau mulai mempertimbangkan implikasinya terhadap musik ketika Ethereum mulai populer. Ia merasa hal tersebut merupakan 'kontrak pintar' yang dapat melakukan transaksi secara otomatis tanpa perlu perantara.

Di awal 2022, Blau mulai mempraktikkannya. Di Februari, ia menjual berbagai NFT dari albumnya Ultraviolet dalam sebuah lelang. Secara mengejutkan, lelang tersebut menghasilkan penjualan USD 11,7 juta atau sekitar Rp167 miliar. Ini menjadi titik awal bagaimana blockchain bisa mengubah industri musik.

Dengan 'menghilangkan' label rekaman dan menjual kepemilikan musiknya secara langsung kepada penggemar, Blau menghasilkan pendapatan jauh lebih besar dibandingkan yang ditawarkan label rekaman. Ini menjadi benih yang baik bagi perusahaannya. Setelah Blau sukses menjual albumnya sendiri, para investor mengantre untuk membeli karya-karyanya.

Baca juga:

Indonesia Juga Punya Musisi Lo-Fi, 3 Diantaranya Punya Musik Paling 'Chill'

Apakah Masa Depan Musik Ada di Blockchain?
Audius. (Foto: Criptoeconomia)

Di musim panas November 2021 lalu, Blau menguji dengan memberikan 333 NFT yang mewakili setengah dari kepemilkan streaming dalam single terbarunya. Lagu-lagu tersebut sekarang menghasilkan lebih dari USD 600 ribu atau sekitar Rp8,6 miliar. Empat bulan setelah Royal meningkatkan putaran uangnya, banyak investor yang mulai melirik, termasuk The Chainsmokers, Nas, dan Kygo.

Di NFT, blockchain sangat bermanfaat untuk membuat bukti keaslian konten digital. Beberapa kekurangan terbesar industri musik yang dapat dibantu oleh blockchain adalah transparansi yang rendah, pembayaran artis yang minim karena banyak perantara, dan proses pembayaran royalti yang panjang. Melalui blockchain, musisi dapat dibayar setiap kali pendengar menekan tombol putar di salah satu lagu mereka. Ini juga memungkinkan pembayaran royalti berlangsung dalam hitungan detik, bukan beberapa bulan.

Selain itu, blockchain dapat memberikan semua streaming dan data aktivitas penggemar langsung ke tangan musisi. Biasanya hanya menerima akses ke data yang diberikan label, distributor, atau platform streaming mereka.

Ada banyak perusahaan teknologi baru berbasis blockchain saat ini yang secara kolektif bekerja untku mendorong industri musik ke depan. Audius misalnya, platform streaming gratis dan menghubungkan musisi secara langsung dengan penggemar mereka, serta memastikan menerima royalti secara adil.

File rekaman yang diunggah ke laman tidak disimpan di server Audius, melainkan direkam di blockchain. Hal ini dapat membuka peluang untuk memonetisasi musik. (and)

Baca juga:

Wahulo, Alat Musik Tradisional Gorontalo yang Tembus Pasar Perancis

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Aktris 'Squid Game', Jung Ho-yeon Dipilih Jadi Duta Global Louis Vuitton
ShowBiz
Aktris 'Squid Game', Jung Ho-yeon Dipilih Jadi Duta Global Louis Vuitton

Ho Yeon Jung didapuk sebagai Duta Global Louis Vuitton.

Penggalangan Dana UOB Bagi Masyarakat Terdampak Pandemi Cetak Rekor Hingga $1,86 Juta
Hiburan & Gaya Hidup
Penggalangan Dana UOB Bagi Masyarakat Terdampak Pandemi Cetak Rekor Hingga $1,86 Juta

UOB menggalang dana lewat Global Heartbeat Virtual Run/Walk

Cara Menarik Perhatian Perempuan Taurus
Hiburan & Gaya Hidup
Cara Menarik Perhatian Perempuan Taurus

Meski begitu, Taurus akan luluh ketika ada sosok bisa membuatnya merasa aman dan nyaman

Ed Sheeran, Liam Gallagher, dan Doja Cat  akan Tampil di Brit Awards
ShowBiz
Ed Sheeran, Liam Gallagher, dan Doja Cat akan Tampil di Brit Awards

Brit Award dijadwalkan berlangsung langsung di O2 Arena London pada 8 Februari.

Tampil Kece dan Ramah Lingkungan dengan Vegan Shoes
Fashion
Tampil Kece dan Ramah Lingkungan dengan Vegan Shoes

Rekomendasi vegan shoes untuk menunjang gaya hidup berkelanjutan.

Google Buka Berbagai Posisi Lowongan Kerja di Indonesia, Buruan Lamar!
Fun
Google Buka Berbagai Posisi Lowongan Kerja di Indonesia, Buruan Lamar!

Segera lamar jika tertarik bergabung dengan Google.

Gajian Tiba, Jangan Kalap
Fun
Gajian Tiba, Jangan Kalap

Langsung atur keuangan ketika gajian.

Camilan Sehat Penderita Diabetes
Fun
Camilan Sehat Penderita Diabetes

Penderita diabetes masih bisa cemal-cemil.

Cara Kirim Uang ke Luar Negeri Selain Pakai PayPal
Fun
Cara Kirim Uang ke Luar Negeri Selain Pakai PayPal

Ada banyak platform untuk mengirim uang ke luar negeri.