Apakah Aman Berenang di Tengah Pandemi Virus Corona? Apakah kamu tetap berenang ketika mengisolasi diri? (Foto pixabay/pexels)

VIRUS corona baru atau COVID-19 memang semakin meresahkan. Bagaimana tidak, virus yang menyerang sistem pernapasan itu mudah sekali menyebar. Bahkan berdasarkan data terakhir terdapat total 383 ribu kasus di seluruh dunia dengan total meninggal sebanyak 16 ribu jiwa.

Nah, salah satu cara untuk menekan penyebaran virus corona adalah dengan self-quarantine. Kamu bisa mengkarantina diri sendiri di rumah selama dua pekan agar tidak tertular atau menularkan. Self-quarantine juga didukung dengan instruksi pemerintah yakni social distancing.

#dirumahaja bukan berarti tak melakukan apa-apa. Kamu bisa kok melakukan kegiatan bermanfaat seperti berolahraga. Kamu bisa olahraga ringan seperti push up, sit up, lari di tempat dan lain sebagainya. Jangan lup ajuga untuk menjemur diri di pagi hari untuk meningkatkan sistem imun.

Namun, pertanyaan timbul ketika kamu tinggal di apartemen dan memanfaatkan fasilitas kolam renang di sana. Apakah aman berenang di kolam renang umum di tengah pandemik virus corona?

Dilansir dari United States Masters Swimming, berikut penjelasan dari Roberta Lavin, seorang profesor kedokteran di University of Tennessee's College of Nursing seputar virus Corona dan berenang.

Baca juga:

Gejala, Penularan, dan Bagaimana Seseorang Dinyatakan Negatif Corona

1. Apakah COVID-19 bisa ditularkan lewat air?

Apakah aman berenang saat pandemik COVID-19?  (Foto: pixabay/tpsdave)
Apakah aman berenang saat pandemik COVID-19? (Foto: pixabay/tpsdave)

Lavin mengatakan bahwa virus corona merupakan virus pernapasan. Artinya virus disebarkan lewat cairan pernapasan (droplets) yang dikeluarkan ketika batuk dan bersin. Droplets ini bisa menyebar antar manusia, dan akan menyebabkan infeksi ketika droplets ini masuk ke mata, hidung, atau mulut.

Pertanyaannya adalah mengenai model transmisi virus lain, yang mana belum diketahui sampai saat ini. "Meskipun begitu, COVID-19 saat ini tidak dipercaya mampu disebarkan lewat air," ungkap Lavin.

Dilansir dari The Centers for Disease Control and Prevention, dinyatakan bahwa COVID-19 belum terdeteksi dalam air minum. "Metode pengolahan air konvensional yang menggunakan filtrasi den desinfeksi seperti yang ada di sebagian sistem air minum suatu kota harusnya telah menghilangkan atau menonaktifkan COVID-19."

Baca juga:

Ini Perbedaan Alergi Biasa dan COVID-19

2. Apakah klorin dalam air kolam renang mampu menonaktifkan COVID-19?

Lavin mengatakan bahwa COVID-19 saat ini tidak dipercaya mampu disebarkan lewat air. (Foto: pixabay/mateusmiliano10)
Lavin mengatakan bahwa COVID-19 saat ini tidak dipercaya mampu disebarkan lewat air. (Foto: pixabay/mateusmiliano10)

Lavin mengatakan bahwa kabar baiknya adalah jumlah rata-rata klorin yang berada di kolam renang akan membunuh virus. Jika kolam renangmu dirawat dengan baik, maka bahan kimia disinfektan seharusnya cukup untuk menonaktifkan virus.

Dilansir dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC), tidak ada bukti bahwa COVID-19 bisa menyebar ke manusia melalui penggunaan kolam renang atau pemandian air panas. Pemeliharaanm disinfektan (klorin dan bromin) dari kolam dan pemandian air panas seharusnya menonaktifkan virus seperti COVID-19."

Baca juga:

Vaksin Corona Sudah Ada, Seperti Apa Khasiatnya?

3. Apakah aman untuk berenang di tengah pandemik virus corona?

Coba pikirkan berapa banyak permukaan yang kamu sentuh menuju kolam renang. (Foto: pixabay/pexels)
Coba pikirkan berapa banyak permukaan yang kamu sentuh menuju kolam renang. (Foto: pixabay/pexels)

Lavin mengatakan bahwa dibanding kegiatan lain, berenang mungkin adalah pilihan teraman. "Namun karena sebagian besar kolam renang merupakan fasilitas gym atau tempat untuk umum, maka kemungkinan yang terjadi adalah infeksi sebelum kamu measuk ke air yang mengandung klorin," ungkap Lavin.

Coba pikirkan, berapa banyak permukaan yang kamu sentuh menuju ke kolam renang? Kamu menyentuh gagang pintu, menggunakan pemindai kartu, ganti baju dan menyimpan baju di loker, menyentuh keran shower, dan sebagainya.

Baca juga:

Persembahan Spesial Bono U2 untuk Italia

Menurut penelitian yang dilakukan oleh The New England Journal of Medicine, COVID-19 bisa bertahan pada permukaan keras seperti plastik dan besi sampai setidaknya tiga hari. Virus ini juga mungkin menggantung di udara dalam butiran kecil yang disebut sebagai aerosol sampai setidaknya setengah jam sebelum menetap di suatu permukaan." (shn)

Baca juga:

5 Publik Figur Terkenal yang Positif Corona

Kredit : shenna

Tags Artikel Ini

Shenna

LAINNYA DARI MERAH PUTIH